TAGANA Ditarik dari Brang Kolong

oleh -0 views
bankntb

Sumbawa Besar, SR (09/03)

Dapur Umum Lapangan Tagana
Dapur Umum Lapangan Tagana

Tim Taruna Siaga Bencana (Tagana) Kabupaten Sumbawa ditarik dari lokasi banjir Brang Kolong Kecamatan Plampang, Minggu (8/3) sore. Penarikan tim oleh Dinas Sosial Kabupaten Sumbawa ini dilakukan setelah selama dua hari melayani Dapur Umum Lapangan (Dumlap) dan distribusi air bersih untuk 927 jiwa dari 153 kepala keluarga (KK) yang terkena banjir. Dalam penanganan korban banjir di Posko Bencana halaman SDN Brang Kolong, Tim Tagana dan Disos, dibantu Palang Merah Indonesia (PMI) dan PKK desa setempat.  “Situasi sudah normal dan penanganan tanggap darurat sudah kami lakukan,” ungkap Kepala Dinas Sosial Sumbawa melalui Kepala Bidang (Kabid) Banjamsos, Syarifah S.Sos M.Si tadi malam.

amdal
Kabid Banjamsos Disos Sumbawa, Syarifah S.Sos M.Si
Kabid Banjamsos Disos Sumbawa, Syarifah S.Sos M.Si

Tim Tagana dan Disos, ungkap Ipok—sapaan akrabnya, sudah berada di lokasi banjir sejak hari pertama. Saat itu timnya langsung menyiapkan makanan siap saji dan distribusi air bersih. Dua kebutuhan itu sangat diperlukan warga korban banjir karena rumahnya terendam air setinggi 2 meter. Setelah kondisi dirasakan normal, dan rumah warga telah dibersihkan secara gotong royong, timnya yang diback-up PMI dan PKK meninggalkan lokasi. “Sebelum kami tinggalkan Posko sore tadi, kami sudah menyiapkan makan malam untuk hampir seribuan korban banjir ini,” kata Ipok.

Untuk penanganan selanjutnya, rencananya dalam waktu dekat Dinas Sosial dan Tagana akan mendistribusikan beras. “Kami akan kembali memverifikasi data untuk memastikan berapa jumlah bantuan yang diterima dalam satu KK. Besarnya bantuan antara satu KK dengan KK lainnya bisa berbeda tergantung dari jumlah jiwa. Dan besarnya bantuan ini dihitung untuk 7 hari sesuai dengan masa tanggap darurat,” jelas Ipok.

Baca Juga  ACT Ajak Persija Kolaborasi Kemanusiaan dan Program Inovatif Qurban 2019

Seperti diberitakan, banjir bandang yang menerjang Brang Kolong terjadi Jumat (6/3) sore. Banjir besar yang merendam ratusan rumah dari dua dusun desa setempat ini disebabkan meluapkan dua sungai yakni Sungai Jara Muer dan Sungai Orong Olo bagian selatan Brang Kolong. Menurut Kades setempat, M Yasin, banjir di Brang Kolong sudah yang kesekian kalinya. Untuk mencegah terulangnya musibah yang sama, ia berharap pemerintah membangun bronjong atau tanggul pengamanan di sepanjang sungai sepanjang sekitar 4 kilometer. Di samping bronjong, diharapkan adanya program normalisasi sungai karena sekarang terjadi pendangkalan. (*) Baca juga di Gaung NTB

iklan bapenda