Haji Mokhlis Calon Pertama Lamar Golkar

oleh -10 views
bankntb

Sumbawa Besar, SR (05/03)

Ir H Mokhlis M.Si melamar Golkar
Ir H Mokhlis M.Si melamar Golkar

Dewan Pengurus Daerah (DPD) Partai Golongan Karya (Golkar) Kabupaten Sumbawa mulai membuka penjaringan bakal calon Bupati/Wakil Bupati Sumbawa periode 2015—2020. Penjaringan tersebut dibuka sejak Kamis (5/3) hingga 15 Maret 2015. Calon yang pertama mengajukan lamaran adalah Ir H Mokhlis M.Si. Mengenakan baju koko putih lengan pendek dan berpeci, Kadis Pertanian Provinsi NTB yang dikenal santun dan ramah ini tiba Kantor DPD Golkar yang berlokasi di Jalan Garuda Sumbawa, Kamis (5/3). Haji Mokhlis sapaan akrabnya disambut hangat Ketua DPD Golkar Sumbawa Drs A Rahman Alamudy SH M.Si didampingi Sekretaris Ahmadul Kusasi SH, Anggota Fraksi Golkar DPRD Sumbawa Agus Salim Okak, dan sejumlah pengurus.

Dalam keterangan persnya, Ketua DPD Golkar Drs A Rahman Alamudy memberikan apresiasi kepada Haji Mokhlis yang menggunakan kesempatan pertama saat dibukanya penjaringan balon Bupati/Wakil Bupati Sumbawa. Tentu kehadiran figur ini patut disambut dengan hangat. Haji Mokhlis dinilai Abi Mang—sapaan akrab politisi Golkar ini, adalah figur potensial yang sudah populer dengan berbagai pengalaman birokrasi bahkan pernah menjabat sebagai pelaksana tugas (Plt) Bupati Sumbawa. Artinya dari segi kepemimpinan sudah teruji. Haji Mokhlis juga merupakan kader Golkar sebelum aktif ke dunia birokrasi. Majunya Mokhlis membuktikan bahwa kader Golkar sangat layak menjadi pemimpin dan sudah banyak muncul embrio pemimpin masa depan dari perut partai berlambang pohon beringin ini. “Tidak sedikit tokoh maupun pemimpin nasional hasil godokan Golkar, sebut saja Surya Paloh, Prabowo Subianto dan lainnya. Ini salah satu contoh bahwa Golkar sukses melahirkan kader terbaiknya,” jelas Abi Mang.

Terkait dengan lamaran Ir H Mokhlis M.Si, Abi Mang mengaku masih menunggu bakal calon lainnya maksimal 5 orang. Sejumlah bakal calon (balon) ini nantinya akan diusulkan ke DPD Golkar Propinsi NTB yang memiliki otoritas menetapkan siapa yang akan diusung Golkar tanpa mengabaikan pertimbangan dari segala aspek. “Kami di sini hanya mempersiapkan penjaringan hingga 15 Maret mendatang, sedangkan kewenangan ada pada DPD Golkar NTB,” ungkap Abi Mang.

Meski menjaring calon eksternal, kata Abi Mang, Golkar tetap memprioritaskan kadernya. Untuk kader sendiri, beberapa nama yang layak untuk diusung di antaranya A Rahman Alamudy, Ahmadul Kusasi, Agus Salim, Nurdin Marjuni dan lainnya. “Semua ini kami kembalikan kepada DPD dan DPP,” ucapnya.

Mengenai mitra koalisi, Abi Mang mengaku telah membangun komunikasi dengan semua partai politik. Golkar dalam mengusung calon harus ekstra hati-hati agar tidak kembali terperosok di lubang yang sama. “Golkar punya tekad paket yang diusung pada Pilkada Sumbawa mendatang harus menang,” cetusnya.

Baca Juga  Mencalonkan Lagi, Haji Husni Tunggu Perintah Partai

Profil H Mokhlis

Akrab Bersama Ibu-ibu di Batu Alang
Akrab Bersama Ibu-ibu di Batu Alang

Ir H Mokhlis M.Si dikenal sebagai sosok birokrat santun, intelek dan religius. Karier birokrasi jebolan pasca sarjana Fakultas Ekonomika Pembangunan Universitas Gajah Mada (UGM) ini terbilang gemilang. Memulai karier PNS di Dompu selama beberapa tahun, Mokhlis kemudian dipercaya sebagai Field Manager Irigasi Mama’ dan Kakiang-Soil and Fertilizer (Tanah dan Pemupukan) serta Water Managent (Pengelolaan air di tingkat usaha tani) untuk meningkatkan kesejahteraan petani di tana kelahirannya, Sumbawa. Pria yang dikenal cerdas ini kemudian dipercaya sebagai Pimbagpro Perintisan Transmigrasi Labangka 1, 2, 3 dan 4 bidang pertanian. Kariernya terus menanjak dan semakin dekat dengan pusat kekuasaan setelah menjabat Kepala Bidang Ekonomi (Kabid) Ekonomi Bappeda Sumbawa lalu dipromosikan menjadi Kepala Dinas Kehutanan dan Perkebunan (Dishutbun). Mokhlis juga pernah merintis pembangunan di Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) yang saat itu baru dimekarkan dari kabupaten induk. Di daerah Kemutar Telu tersebut, suami dari Ir Yusmi Zustia ini dipercaya sebagai Kepala Dinas Kehutanan KSB. Jabatan itu disandangnya selama 2 tahun sekaligus menyumbangkan ilmu akademiknya dengan menjadi Dosen Universitas Cordova (Undova). Mengingat tenaga dan pemikirannya sangat dibutuhkan bagi pembangunan di Kabupaten Sumbawa, Mokhlis kembali ditarik Bupati Sumbawa, Drs H Jamaluddin Malik sebagai Kepala Dinas Kehutanan dan Perkebunan (Dishutbun) Kabupaten Sumbawa. Reposisi jabatan pun terjadi, Mokhlis digeser menjadi Kepala Badan Penanaman Modal dan Lingkungan Hidup (BPM-LH) Kabupaten Sumbawa. Ditempat ini Mokhlis menggagas program “Duta Investasi” dalam rangka menjaring putra-putri daerah untuk ikut andil mempromosikan potensi dan memancing investasi terutama di bidang pariwisata maupun potensi lainnya yang dimiliki Kabupaten Sumbawa. Dari tangan dinginnya, Mokhlis berhasil mempersembahkan penghargaan Adipura I kepada daerah. Sebagai bagian dari staf dalam mendukung Pemerintah JM-MJ (saat itu) kebijakan pimpinan daerah pun berubah. Dengan hak prerogatifnya, Bupati Sumbawa Drs H Jamaluddin Malik melakukan mutasi, menarik Mokhlis menjadi salah satu Staf Ahli Bupati Bidang Pembangunan. Jabatan yang nyaris tanpa aktivitas dan sudah pasti tanpa staf ini dilakoni Mokhlis dengan enjoy dan hati yang ikhlas. Mokhlis mampu menggairahkan keadaan yang bisa membuat stress ini dengan mendorong peran strategis Staf Ahli, di antaranya mengusulkan kepada pemerintah pusat untuk merevitalisasi fungsi Pelabuhan Badas sebagai salah satu simpul ekonomi Sumbawa. Rupanya pemimpin tidak buta, potensi yang dimiliki Mokhlis mendorong Baperjakat (Badan Pertimbangan Jabatan dan Kepangkatan) untuk menempatkannya pada posisi Asisten I  Pemerintah Setda Sumbawa. Pengabdian dan dedikasi Mokhlis dalam membangun daerah rupanya dilirik Pemerintah Propinsi NTB. Secara tak terduga Gubernur NTB Tuan Guru Bajang (TGB) H Zainul Majdi MA mempromosikannya sebagai Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Propinsi NTB. Yang membanggakan lagi pejabat yang pandai membaca Al Quran ini ditunjuk Gubernur NTB menjadi Penjabat Bupati Sumbawa pada 15 Nopember 2010, hingga dilantiknya Bupati dan Wakil Bupati definitive Drs H Jamaluddin Malik—Drs H Arasy Muhkan. Amanat ini dijalankan Mokhlis selama 2 bulan 2 hari. Meski terbilang singkat, namun birokrat sejati ini telah mampu meletakkan pemikiran dasar pembangunan di Tana Samawa yang merupakan tanah kelahirannya.

Baca Juga  Tiga Pernyataan Sikap PK Golkar se Kabupaten Sumbawa
Bersama Kadis Pertanian Sumbawa Ir Talifuddin M.Si
Bersama Kadis Pertanian Sumbawa Ir Talifuddin M.Si

Keberhasilan terbesarnya adalah sukses mengantarkan pesta demokrasi pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Sumbawa periode 2010–2015 yang cukup menyita waktu, tenaga, perhatian dan materi. Di samping itu figure kharismatik ini mampu menjaga predikat Kabupaten Sumbawa sebagai daerah paling kondusif di NTB. Segudang prestasi yang mengharumkan nama Sumbawa juga terukir dalam waktu singkat itu. Diantaranya mengantarkan dua Desa yakni Desa Berora Kecamatan Lopok dan Desa Pernek Kecamatan Moyo Hulu mewakili NTB di tingkat nasional. Untuk Desa Berora berhasil meraih Juara 1 tingkat Propinsi Lomba PHBS (Perilaku Hidup Bersih dan Sehat) dan Lomba Lingkungan Sehat. Juara 1 Lomba Rancang Pakaian Tenun Daerah Tingkat Porpinsi. Ketiga Prestasi ini mewakili NTB di tingkat nasional.

Kadis Pertanian Propinsi NTB Ir H Mokhlis M.Si selalu turun lapangan melihat kondisi petani
Kadis Pertanian Propinsi NTB Ir H Mokhlis M.Si selalu turun lapangan melihat kondisi petani

Setelah berhasil menjalankan amanah sebagai Penjabat Bupati, Mokhlis ditarik kembali ke propinsi. Setelah cukup lama berkutat dengan tugasnya mengurus TKI, Mokhlis digeser menjadi Kepala Arsip dan Perpustakaan Daerah NTB. Kepercayaan Gubernur pun terus melekat pada dirinya. Gerbong mutasi yang bergerak sebulan yang lalu mengantarkan nama Mokhlis menjadi Kepala Dinas Pertanian—jabatan yang dianggap paling pas dari keilmuwan dan pengalaman birokrasinya selama ini. Dengan jabatan barunya memberikan keleluasaan bagi Mokhlis untuk mensejahterakan para petani terutama di Kabupaten Sumbawa.

Mokhlis: Bersama petani kita bisa !!
Mokhlis: Bersama petani kita bisa !!

Menurutnya, tidak ada alasan pemerintah untuk tidak mengutamakan pertanian. Karena pertanian adalah urat nadi peradaban umat manusia. Ketika petaninya sejahtera, maka masyarakat dan daerahnya pasti makmur. “Balong ai kayu, telas kebo jaran, mole pade antap,” cetusnya. Kesuksesan karier dan kepemimpinan yang dilakoni Mokhlis selama ini menjadi bukti kelayakannya untuk diusung pada Pilkada mendatang. (*) Baca juga di Gaung NTB

iklan bapenda