PTNNT Peduli, Bantu Korban Banjir Tarano

oleh -1 views
bankntb

Sumbawa Besar, SR (03/03)

Newmont Banjir 1Meski kondisi perusahaan masih belum stabil, namun kepedulian PT Newmont Nusa Tenggara (PTNNT) terhadap masyarakat khususnya di Kabupaten Sumbawa tak pernah luntur. Hal ini dibuktikan dengan penyaluran bantuan sekitar Rp 45 juta untuk korban banjir di lima desa wilayah Kecamatan Tarano. Bantuan berupa 1.800 kilogram beras, 160 doz mie instan dan 140 doz air mineral ini diserahkan melalui Kantor Camat setempat, Senin (2/3).

amdal

Dalam serah terima bantuan ini, PTNNT diwakili General Sub Social Responsibility, Zulkarnain Quen didampingi Ari Burhanuddin selaku Spesialis Media Relation, sedangkan Camat Tarano diwakili Kasi Trantib, Ahmad M B.Sc. “Kami dari PTNNT sangat prihatin dan ikut peduli dengan musibah yang menimpa warga di lima desa wilayah Kecamatan Tarano,” kata Quen—sapaaan akrab Zulkarnain.

Newmont Banjir 2Bantuan yang diberikan PTNNT, ungkap Quen, tidak terlalu besar namun diharapkan dapat bermanfaat. Ia mengingatkan bahwa bencana yang terjadi merupakan kehendak Allah SWT dan korban banjir harus bersabar, tidak terus berlarut dalam kesedihan dan harus bangkit untuk menatap hari esok yang lebih baik. “Musibah ini adalah rencana Allah, dan di balik rencana itu pasti ada hikmahnya,” ucap Quen.

Sementara Ahmad M B.Sc mewakili Camat Tarano, menyampaikan terima kasih atas kepedulian PTNNT terhadap masyarakatnya yang tertimpa musibah. Bantuan yang diberikan ini merupakan amanat yang secepatnya akan disampaikan kepada korban banjir. “Insha Allah besok (hari ini, Red) akan kami distribusikan ke lima desa yang terkena banjir meliputi Desa Banda, Bantu Lanteh, Labu Bontong, Labu Jambu dan Labuan Pidang,” sebutnya.

Baca Juga  Ada Praktek Ilegal di Pasar Seketeng
Zulkarnaen Quen (Gensub SR PTNNT) didampingi Ari Burhanuddin (Spesialis Media Relation) dan Ahmad M B.Sc (Kasi Trantib Camat Tarano)
Zulkarnaen Quen (Gensub SR PTNNT) didampingi Ari Burhanuddin (Spesialis Media Relation) dan Ahmad M B.Sc (Kasi Trantib Camat Tarano)

Seperti diberitakan sebanyak 5 desa di Kecamatan Tarano disapu banjir bandang. Musibah yang terjadi Jumat (20/2) sekitar pukul 21.00 Wita ini menyebabkan 20 rumah hanyut dan rusak berat, 1.664 rumah penduduk terendam. Selain itu puluhan ekor ternak mati terdiri dari 29 sapi, 18 kerbau, 20 kuda dan 59 ekor kambing. Kemudian sekitar 105 Ha lahan tanaman padi dan 27 Ha tanaman jagung terendam yang sebagiannya dipastikan gagal panen. Tak hanya itu banjir juga merusak jalan lingkungan di lima desa dengan total panjang mencapai 2050 meter.

Kondisi paling parah dialami Desa Banda, Bantu Lanteh dan Labuan Jambu. Banjir yang menerjang sejumlah desa ini akibat meluapnya air Embung Otak Semu atau yang dikenal dengan Embung Banda. Luapan embung yang diperparah dengan aliran air dari bukit ini menghantam seluruh rumah di Desa Banda dan Bantu Lanteh. Bahkan di Bantu Lanteh banjir yang surut Sabtu (21/2) dinihari sekitar pukul 02.00 Wita ini merusak satu kantor desa dan satu sekolah setempat.

Sedangkan tiga desa lainnya yaitu Labuan Jambu, Labuan Bontong, dan Labuan Pidang diakibatkan pasangnya air laut yang menyatu dengan arus air dari atas bukit. Meski tidak ada korban jiwa dalam kejadian itu, namun kerugian materi yang dialami diperkirakan mencapai miliaran rupiah.

Data yang dihimpun di lapangan menyebutkan, Desa Banda tercatat 2 rumah rusak berat, 400 terendam, 28 ekor ternak hanyut, dan 80 hektar lahan pertanian rusak, serta 3 cekdam rusak berat. Desa Bantu Lanteh, 5 rumah hanyut dan rusak berat, 150 terendam, 3 ekor ternak mati, 5 Ha lahan pertanian rusak, 120 meter jalan kabupaten rusak berat, 20 meter pagar tembok kantor desa roboh dan 41 meter pagar tembok sekolah hancur. Kemudian Desa Labuan Pidang, 6 rumah rusak berat, 150 terendam, 14 ekor ternak hanyut, 25 Ha lahan pertanian terendam, cekdam dan 50 meter jaringan irigasi rusak berat, demikian dengan jaringan pipa air bersih. Selain itu dua unit speed boat pecah. Untuk Desa Labuan Bontong, 10 rumah terendam, 1 buah speedboat hanyut dan 20 ton garam amblas. Selanjutnya Desa Labuan Jambu, 7 rumah hanyut, 460 terendam dan 1 bengkel las, 49 ekor ternak lenyap dan 50 hektar lahan pertanian terendam. (*) Baca juga di Gaung NTB

iklan bapenda