Kasus Embung Sebewe Siap ke Pengadilan

oleh -0 views
bankntb

Sumbawa Besar, SR (03/02)

Tidak lama lagi Kasus Embung Sebewe akan dituntaskan Kejaksaan Negeri Sumbawa. Pasalnya BPKP telah menyelesaikan audit investigasinya dan mencatat adanya kerugian Negara senilai Rp 1,3 Miliar. Namun sejauh ini secara resmi BPKP belum menyerahkan hasil audit itu kepada pihak kejaksaan. “Sudah ada hasil audit, sekarang kami sedang menunggu penyerahan dari BPKP,” kata Kajari Sumbawa, Sugeng Hariadi SH MH yang dikonfirmasi Sabtu (29/2).

amdal

Dari koordinasi dengan BPKP, hasil audit tersebut akan diserahkan dalam waktu dekat. Setelah menerima hasil audit ini, ungkap Kajari, pihaknya akan melakukan pemeriksaan saksi ahli dari BPKP untuk di-BAP. Kemudian akan dilanjutkan dengan pemeriksaan para tersangka yakni Selamet Mujiono (Pelaksana Proyek), Muhammad Saleh (Pengawas), dan H Makbul Maya–Direktur CV Ngadek Jaya selaku rekanan. Setelah itu pemberkasan dan pelimpahan berkas perkara. “Jadi masih ada beberapa tahapan lagi yang akan dilalui setelah kami menerima hasil audit BPKP,” jelas Kajari.

Untuk diketahui dugaan penyimpangan proyek senilai Rp 1,95 miliar yang dialokasikan dari anggaran APBD Kabupaten Sumbawa Tahun 2009 ini merupakan kasus tunggakan beberapa tahun lalu. Munculnya kasus ini setelah Proyek Embung Sebewe mengalami gagal konstruksi. Sebab dalam pemeliharaan embung tersebut mengalami kerusakan akibat diterjang banjir dan hingga kini tidak dapat dimanfaatkan.

Kasus Kapal Perintis

Di bagian lain Kajari Sugeng Hariadi SH MH juga menjelaskan perkembangan kasus dugaan korupsi pengadaan dua unit kapal perintis di Dishubkominfo Sumbawa. Dalam penanganannya kejaksaan telah menetapkan dua orang tersangka berinisial AR dan W—keduanya mantan pejabat Dishubkominfo. Untuk menindaklanjuti kasus ini, kejaksaan terkendala belum adanya hasil audit kerugian Negara. Hasil koordinasi dengan Kepala Perwakilan BPKP, ungkap Kajari, sudah dalam proses tim audit dan dalam waktu akan segera tuntas.

Baca Juga  Polres Mataram Raih Penghargaan Nasional Pelayanan Publik Terbaik

Untuk diketahui kasus pengadaan dua unit kapal perintis ini dilakukan Tahun 2009 senilai Rp 270 juta. Dalam pengadaannya,kapal yang dibeli melalui rekanan adalah kapal bekas. Satunya dibeli dari seorang nelayan di Desa Medang Pulau Moyo, sedangkan satunya lagi hasil pelelangan Amanwana yang dibeli dari seorang warga Labuan Kecamatan Badas. Saat penyelidikan kasus ini, kejaksaan yang turun langsung ke lokasi hanya mendapatkan dua kapal tersebut sudah dalam bentuk puing-puing yang kemudian dijadikan sebagai barang bukti. (*) Baca juga di Gaung NTB

iklan bapenda