Berkas Lengkap, Biok ke Kejaksaan

oleh -2 views
bankntb

Sumbawa Besar, SR (03/02)

Penyidik Reserse dan Kriminal (Reskrim) Polres Sumbawa telah berhasil menuntaskan proses penyidikan kasus pengancaman dengan tersangka SY alias Biok—oknum anggota DPRD Sumbawa. Hal ini menyusul berkas perkara yang dikirim ke Kejaksaan Negeri Sumbawa telah dinyatakan lengkap (P21). “Berkas perkaranya sudah lengkap,” kata Kajari Sumbawa, Sugeng Hariadi SH MH yang dikonfirmasi belum lama ini.

amdal

Diakui Kajari, sebelumnya berkas perkara oknum wakil rakyat ini sempat dikembalikan karena dari penelitian jaksa ada beberapa kekurangan sehingga harus disempurnakan. Setelah diperbaiki dan dikirim kembali, pihaknya menyatakan sudah lengkap. Untuk selanjutnya kejaksaan menunggu pengiriman berkas tahap kedua disertai tersangka dan barang bukti dari pihak kepolisian. Setelah itu akan disusun surat dakwaan agar dapat segera disidangkan di pengadilan.

Seperti diberitakan, SY alias Biok resmi ditahan polisi, sejak 12 Januari 2015 lalu terkait kasus pengancaman terhadap saudara kandungnya sendiri, Ruslan alias Haji Lodot (49) warga Kecamatan Plampang. Ancaman hendak memotong lidah kakaknya itu disampaikan via telepon seluler Juni 2014 lalu.

Permusuhan dua saudara kandung ini berlatar belakang politik yakni pemilihan anggota legislative (Pileg) 2014 lalu. SY alias Biok dan Haji Lodot sama-sama mencalonkan diri melalui Partai Demokrat serta berada di daerah pemilihan (Dapil 1) yang sama. Keduanya sama-sama terbilang kuat dan mampu secara materi. Haji Lodot merupakan pengusaha sukses dan pernah menjadi tim sukses adiknya (SY) saat Pileg 2009 lalu. Atas andil Haji Lodot, SY berhasil duduk menjadi wakil rakyat di DPRD Sumbawa. Pada Pileg 2014, Haji Lodot mencoba peruntungan mencalonkan diri sebagai caleg, demikian dengan SY yang kembali maju sebagai calon incumbent. Persaingan dua saudara kandung ini tak terelakkan terutama dalam meraih simpati konstituennya. Inilah awal munculnya pengancaman hingga akhirnya berisiko hukum.

Baca Juga  Pendekatan Humanis Cara TNI Tangani Terorisme di NTB

Tersangka dijerat pasal 27 ayat (4) jo pasal 45 ayat (1) UU RI No. 11 Tahun 2008 tentang Informasi Transaksi dan Elektronik, bahwa setiap orang dengan sengaja dan tanpa hak mendistribusikan dan/atau mentransmisikan dan/atau membuat dapat diaksesnya informasi  elektronik dan/atau dokumen elektronik yang memiliki muatan pemerasan dan/atau pengancaman. Biok terancam hukuman selama 6 tahun penjara.  (*) Baca juga di Gaung NTB

iklan bapenda