Pengurus Baru Tak Bisa Gunakan Sekretariat PDIP

oleh -1 views
bankntb

Sumbawa Besar, SR (02/03)

Lalu Budi Suryata SP, Sekretaris PDIP Sumbawa
Lalu Budi Suryata SP, Sekretaris PDIP Sumbawa

Sekretariat DPC PDIP Kabupaten Sumbawa yang berlokasi di jalan by pass Desa Nijang Kecamatan Unter Iwis, masih dikuasai ‘orang-orang’ H Mustami H Hamzah—mantan Ketua DPC setempat. Kondisi inilah yang membuat pengurus baru di bawah kepemimpinan Abdul Rafiq—Lalu Budi Suryata tidak dapat menggunakan sekretariat tersebut untuk kegiatan kepartaian termasuk melakukan konsolidasi internal.

amdal

Namun hal tersebut dibantah Sekretaris DPC PDIP Kabupaten Sumbawa, Lalu Budi Suryata SP yang dikonfirmasi Sabtu (29/2). “Tidak ada istilah menguasai,” kata Budi—sapaan singkat politisi senior ini.

Tidak digunakannya Sekretariat DPC PDIP untuk sementara waktu, ungkap Budi, hanya untuk menunggu dan menjaga suasana kebatinan menyusul dipecatnya H Mustami H Hamzah sebagai kader PDIP. Menurut Budi, Haji Mustami tidak pernah melarang pengurus baru untuk menempati sekretariat DPC PDIP dalam melaksanakan kegiatan kepartaian. Hanya meminta pengurus untuk menunggu suasana tenang menghindari terjadinya situasi yang tidak diinginkan. “Tidak ada yang menguasai, hanya menunggu kondisi tenang dan nyaman,” cetusnya.

Sementara itu mantan Ketua DPC PDIP Sumbawa, H Mustami H Hamzah B.Sc SH yang dikonfirmasi terpisah, mengaku sejak pulang dari Mataram mengikuti Konfercab PDIP tidak pernah menengok Sekretariat DPC PDIP. “Saya tidak tahu apakah ada orang disana karena saya belum pernah kesana, tapi saya yakin ada seorang penjaga malam saja,” katanya.

Haji Tami—sapaan karibnya, juga menyatakan tidak pernah mendengar ada pendukungnya yang menguasai sekretariat. Hanya kemarin, pengurus baru yaitu A Rafiq dan Budi Suryata datang menemuinya bermaksud meminjam sekretariat untuk konsolidasi internal. Ia mengaku heran mengapa keduanya mendatanginya padahal dia sudah tidak lagi memiliki sangkut paut dengan PDIP karena sudah dipecat. Selain itu Sekretariat PDIP tersebut bukan miliknya meski dibangun menggunakan uang sendiri. “Saat itu saya berniat dan bertekad untuk bisa membangun kantor PDIP. Alhamdulillah cita-cita saya terwujud,” ujarnya.

Baca Juga  Pilkada Langsung Keempat Adalah Kemenangan Pasangan Nomor 4

Meski demikian Ia tetap menyarankan pengurus baru untuk tidak menggunakan kantor tersebut karena situasi masih panas karena masih ada kader atau simpatisan yang tidak terima dengan pemecatan dirinya. “Saya tidak pernah melarang menggunakan kantor dan tidak juga menjamin jika terjadi apa-apa dalam situasi saat ini,” kata Haji Tami.

Ia tidak ingin ketika terjadi sesuatu, semua akan diarahkan kepada dirinya. “Ini yang saya tidak inginkan, karena nama saya sudah bersih, dikenal orang dan ditokohkan oleh masyarakat Sumbawa, jangan dihancurkan karena adanya kejadian yang tidak memiliki sangkut paut dengan saya,” pungkasnya. (*) Baca juga di Gaung NTB

iklan bapenda