‘Jual’ Nama Polisi, Peminta Sumbangan Ditangkap

oleh -0 views
bankntb

Sumbawa Besar, SR (01/03)

Kasat Reskrim Polres Sumbawa, IPTU Tri Prasetiyo
Kasat Reskrim Polres Sumbawa, IPTU Tri Prasetiyo

MT dan DD—ditangkap Tim Buru Sergap Polres Sumbawa. Keduanya tertangkap Jumat (27/2) setelah melakukan penipuan dengan mencatut nama Kapolres Sumbawa untuk meminta sumbangan kepada sejumlah pengusaha. Sudah ada beberapa pengusaha yang tertipu dan pelaku ini berhasil mengumpulkan uang ratusan ribu rupiah.

amdal

Dalam prakteknya, mereka membuat surat permohonan bantuan untuk penyelenggaraan kegiatan Volly Ball. Dalam surat tersebut tertera tandatangan dan nama Inspektur Muaji selaku ketua panitia. Padahal nama dan tandatangan ini dipalsukan. Selain itu terdapat stempel basah Kapolres Sumbawa yang dipastikan asli. Kedua pemuda yang tinggal di Desa Labuan Sumbawa tersebut kini dalam pemeriksaan penyidik Reskrim dan untuk proses lebih lanjut dilakukan penahanan.

Kapolres Sumbawa yang dikonfirmasi melalui Kasat Reskrim, IPTU Tri Prasetiyo, membenarkan adanya aksi penipuan bermodus mencatut nama institusi kepolisian. Terungkapnya kasus ini setelah Kamis malam pihaknya mendapat informasi dari salah seorang pengusaha bahwa ada seseorang yang meminta sumbangan mengatasnamakan Kapolres untuk kegiatan kejuraan volly.

Karena merasa tidak pernah ada event tersebut, kata Tri—akrab perwira muda ini disapa, pihaknya menemui pengusaha dimaksud. Dari ciri-ciri yang disebutkan, polisi langsung dapat mengidentifikasi pelakunya berinisial MT. Sebab sebelumnya pelaku sempat tertangkap basah meminta sumbangan namun saat itu mencatut nama sebuah LSM. Ternyata MT dalam melakukan aksinya tidak sendiri tapi bersama DD. Keduanya sangat dikenal kalangan Reskrim, karena sampai saat ini, MT dan DD dalam pengamanan polisi karena diduga terlibat kasus kriminal. MT dilaporkan menggelapkan mobil orang tuanya sendiri. Karena bersifat delik aduan, laporan itu tidak ditindaklanjuti setelah adanya pencabutan laporan dari orang tuanya. Namun orang tuanya meminta agar MT tetap diamankan untuk kepentingan pembinaan. Sedangkan DD diduga membawa kabur anak gadis orang dan sejauh ini polisi masih belum menemukan bukti yang kuat sehingga DD diamankan karena meminta perlindungan diri. Keduanya sudah lama berada di kantor polisi tepatnya di Bagian Reskrim. Rupanya keberadaannya dimanfaatkan untuk melakukan aksi kejahatan yakni melakukan penipuan mencatut nama Polres untuk meminta sumbangan kepada pengusaha. IPTU Muaji yang merupakan KBO Reskrim sempat dimintai penjelasan soal surat yang tertera namanya. Tentu saja Muaji tidak mengetahui dan tidak pernah menandatangani apalagi memerintahkan kedua pelaku ini meminta sumbangan.

Baca Juga  Tujuh Mortir Aktif Ditemukan di Belakang Sekolah

Kemudian soal stempel basah di surat itu, Kasat Tri mengakui keasliannya. Sebab stempel itu berada di ruang Reskrim dan keduanya selama ini menginap di ruangan tersebut bersama dengan orang-orang yang juga diamankan polisi karena tersangkut berbeda.

Mengingat adanya kasus ini, IPTU Tri berencana akan memindahkan sejumlah orang yang diamankan ke lantai bawah agar tidak lagi bersentuhan dengan ruang kerja Reserse dan Kriminal. Dalam kesempatan itu juga mantan Kasat Reskrim KSB, Lotim dan Dompu ini menghimbau masyarakat untuk tidak cepat percaya dengan adanya orang yang mengaku dari dinas instansi atau mengatasnamakan pejabat. Untuk memastikannya diharapkan melakukan konfirmasi agar tidak menjadi korban penipuan. (*) Baca juga di Gaung NTB

iklan bapenda