Bhayangkari Peduli Korban Banjir Tarano

oleh -0 views
bankntb

Sumbawa Besar, SR (02/03)

Banjir banjang yang menerjang 5 desa di Kecamatan Tarano, 20 Februari  lalu menyebabkan kerusakan yang sangat parah. Selain kerugian materi, warga setempat diliputi kesedihan karena seluruh dan sebagian harta bendanya ludes.

amdal

Dalam musibah tersebut menyebabkan 20 rumah hanyut dan rusak berat, 1.664 rumah penduduk terendam. Selain itu puluhan ekor ternak mati terdiri dari 29 sapi, 18 kerbau, 20 kuda dan 59 ekor kambing. Kemudian sekitar 105 Ha lahan tanaman padi dan 27 Ha tanaman jagung terendam yang sebagiannya dipastikan gagal panen. Tak hanya itu banjir juga merusak jalan lingkungan di lima desa dengan total panjang mencapai 2050 meter.

Kondisi yang dialami para korban banjir ini menarik simpati istri polisi yang tergabung dalam Bhayangkari Polres Sumbawa. Dipimpin ketuanya, Ny Anna Karsiman, sejumlah ibu Bhayangkari ini meluncur ke lokasi banjir, selain meninjau langsung kondisi yang ada juga menyerahkan bantuan sembako dan air minum. Kedatangan organisasi yang mengusung tema “Bhayangkari NTB Peduli Korban Banjir” ini disambut antusias warga empat dari lima desa yang tersapu banjir. Bahkan di antara korban banjir yang kehilangan rumah menangis dalam pelukan Ibu Bhayangkari.

Pada kesempatan itu, Ketua Bhayangkari Sumbawa, Ny Anna Karsiman didampingi Kabag Sumdah, Kompol Syirajuddin Mahmud dan Kapolsek Empang IPTU Totok Suharyanto SH mengatakan, kegiatan sosial ini dilakukan karena panggilan jiwa untuk membantu sesama yang kebetulan terkena musibah banjir.

Baca Juga  Rumah Zakat Kembali Kirim 7 Relawan di Dompu

Keluarga besar Bhayangkari ini merasa prihatin setelah melihat langsung kondisi pasca banjir. Sejumlah rumah hanyut dan beberapa porak-poranda. Tapi ada beberapa yang sudah dibenahi melalui kegiatan gotong-royong yang dilakukan pemerintah bersama warga setempat. Tentunya bantuan yang diberikan berupa sembako dan air minum ini tak seberapa jika dibandingkan dengan penderitaan yang dialami para korban banjir. Namun demikian itu merupakan salah satu bentuk kepedulian Bhayangkari dan berharap dapat bermanfaat sekaligus meringankan beban para korban.

Ia mengingatkan bahwa bencana banjir adalah kehendak Allah SWT yang pasti ada hikmahnya. Selain itu diharapkan para korban banjir selalu diberikan kekuatan, sabaran dan keikhlasan menerima cobaan tersebut. “Jangan terus berlarut dalam kesedihan, mari segera bangkit untuk menatap hari esok karena jalan masih panjang dan banyak yang harus diperjuangkan,” pungkasnya. (*) Baca juga di Gaung NTB

iklan bapenda