Jaksa Intip Pengadaan Ternak di Sumbawa

oleh -1 views
bankntb

Sumbawa Besar, SR (26/02)

Kajari Sumbawa Sugeng Hariadi SH MH
Kajari Sumbawa Sugeng Hariadi SH MH

Setelah tertunda tahun lalu, Pengadaan Ternak Tahun 2015 di Kabupaten Sumbawa bakal terealisasi. Sebab menurut informasi dinas terkait melalui ULP telah melakukan proses lelang proyek senilai belasan miliar rupiah tersebut. Namun pihak Kejaksaan Negeri Sumbawa tetap mengingatkan agar kontraktor pelaksana dapat melaksanakan pekerjaannya sesuai dengan aturan terutama jumlah dan spesifikasi ternak yang telah ditetapkan. “Kami tidak ingin kasus Bumi Sejuta Sapi (BSS) NTB yang ditangani Kejaksaan Tinggi terulang kembali,” kata Kajari Sumbawa, Sugeng Hariadi SH MH tadi malam.

Kejaksaan tetap menghormati proses lelang yang telah berlangsung dan tidak berupaya untuk menggagalkannya. Intinya, sepanjang proyek itu dilakukan secara prosedural baik proses pengadaan maupun pelaksanaannya. “Nanti kita lihat bagaimana juklak dan juknis pelaksanaannya,” ucap Kajari saat ditemui di kediamannya, tadi malam.

Misalnya pengadaan ternak 7.000 ekor. Ketika proses pengadaannya dilakukan secara ‘door to door’ maka berpotensi terjadi penyimpangan. Cara ini hampir sama dengan program BSS yang bermasalah kemarin. “Saya selaku penerima punya ternak, lalu dibeli oleh kontraktor. Selanjutnya ternak itu diserahkan kembali ke saya,” sebut Kajari memberikan contoh.

Untuk pengadaan ternak, Kajari membayangkan seorang pengusaha yang ditunjuk sebagai pemenang tender sebelumnya telah memiliki suatu lahan dan usaha peternakan melalui proses pembibitan. Ternak itu selanjutnya diberikan kepada masyarakat selaku penerima melalui proyek tersebut. “Ini bayangan saya, tapi saya belum lihat juklak dan juknisnya seperti apa proses pelaksanaannya,” aku Kajari.

Baca Juga  Maling Beraksi di Sekolah Saat Upacara Bendera

Namun sebelum didistribusikan, lanjut Kajari, sejumlah ternak yang akan dibagi kepada calon penerima, harus dikumpulkan di satu tempat untuk dilakukan pengecekan dinas terkait guna mengetahui jumlah dan spesifikasi ternak yang telah ditetapkan. “Jadi jangan dibagikan secara door to door, karena cara ini modus,” ujar Kajari. Karenanya dalam waktu dekat, Ia akan memerintahkan Kasi Pidsus dan Kasi Intel untuk melakukan pemantauan dan pengawalan pengadaan ternak ini agar tidak terjadi penyimpangan, distribusi bantuan tepat sasaran dan ternak yang diberikan sesuai spefisikasi. “Ini kita saling mengingatkan sebab preventif lebih utama daripada represif. Dan semua ini kami lakukan tanpa ada pretensi apapun,” demikian Kajari. (*) Baca juga di Gaung NTB

 

iklan bapenda