Hutan Batu Lanteh Terancam

oleh -0 views
bankntb

Tumpukan Kayu Tak Bertuan Ditemukan Warga

Sumbawa Besar, SR (26/02)

amdal

Seratusan batang kayu olahan ditemukan menumpuk di jalan lintas Batu Dulang—Tepal. Kuat dugaan kayu tersebut hasil penebangan di wilayah Hutan Batu Lanteh. Temuan ini membuat warga setempat khawatir, sebab aktivitas penebangan itu akan merusak hutan setempat yang artinya bencana akan mengancam. Apalagi Batu Lanteh merupakan daerah peyangga atau daerah hulu yang bisa memberikan dampak bagi daerah hilir termasuk Kota Sumbawa.

Adanya kayu temuan ini diakui Ketua Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM) Desa Tepal Kecamatan Batu Lanteh, Ahdar, tadi malam. Kayu tak bertuan itu ditemukan menumpuk di pinggir jalan tepatnya Lokasi Sampar Padea, sekitar 4 Kilometer dari Desa Batu Dulang atau 21 kilometer dari Desa Tepal, saat dia dan warga lainnya dalam perjalanan ke Sumbawa, Minggu (22/2). Sepertinya pemilik kayu sedang menunggu pengangkutan. “Saya tidak tahu apakah kayu itu legal atau illegal, yang pastinya ada aktivitas penebangan di Hutan Batu Lanteh,” katanya.

Ahdar mengaku tidak mengetahui siapa pemilik dan dimana lokasi penebangan kayu tersebut. Sebab di lokasi kayu tidak ditemukan seorang pun, melainkan kayu dibiarkan menumpuk dan terlihat sedikit rapi. Ahdar menduga bahwa aktivitas penebangan kayu ini sudah berlangsung lama. Tentu ini sangat berbahaya karena bisa mendatangkan bencana.

Ia berharap temuan ini dapat ditindaklanjuti dinas instansi terkait dengan turun langsung ke lapangan, tidak hanya menemukan kayu tersebut namun jauh lebih penting mengecek kerusakan hutan di wilayah kecamatan setempat. “Kami prihatin dan was-was karena aktivitas penebangan ini akan mengancam kami yang tinggal di sekitar lokasi maupun warga lainnya di wilayah hilir ketika bencana banjir menerjang yang disebabkan gundulnya hutan,” ucapnya. (*) Baca juga di Gaung NTB

iklan bapenda
Baca Juga  Tak Dapat Ikan, Nelayan Temukan Mayat di Pesisir Pantai