Hanura—Nasdem Cari Pendamping Haji Saad

oleh -0 views
bankntb

Sumbawa Besar, SR (26/02)

Drs H Jamaluddin Malik, Bupati Sumbawa
Drs H Jamaluddin Malik, Bupati Sumbawa

Teka-teki partai mana yang akan berkoalisi dengan Hanura untuk mendukung pasangan calon dalam Pilkada Sumbawa 2015 mendatang, mulai terkuak. Hasil nguping wartawan media ini di lapangan menyebutkan partai yang sudah mendapat sinyal positif adalah Partai Nasdem.

Sebab beberapa saat sebelum rapat pleno, Ketua DPC Hanura yang juga Bupati Sumbawa, Drs H Jamaluddin Malik menggelar pertemuan khusus dengan Ketua Nasdem Propinsi NTB, H Lalu Darmawan. Hasil pertemuan itu langsung dibahas JM secara internal di pengurus Hanura, sebaliknya Lalu Darmawan pun melakukan hal yang sama di Sekretariat DPC Nasdem di Jalan Mawar Kelurahan Bugis Sumbawa, Rabu (25/2).

Wartawan media ini gagal mengkonfrontir kebenaran informasi tersebut dengan Ketua DPD Nasdem NTB. Sebab saat itu Lalu Darmawan sedang melakukan pertemuan segitiga bersama Ketua DPC Nasdem Sumbawa Candra Wijaya Rayes ST dan penasehat partai Drs H Mahmud Abdullah mantan Sekda Sumbawa.

Untuk memastikan kebenaran tersebut, wartawan mencegat JM di Villanya wilayah Desa Jorok Kecamatan Unter Iwis usai menggelar rapat pleno dengan seluruh kader dan pengurus Hanura. Meski tidak secara tegas menyebutkan Nasdem, namun JM mengakui tengah berkomunikasi intensif dengan partai besutan Surya Paloh ini. “Ya bisa saja dengan Nasdem, tapi tolong konfirmasi juga ke Nasdem,” pinta JM.

JM juga mengaku sudah bertemu dengan Ketua DPW Partai Nasdem NTB. Namun demikian komunikasi dengan partai lainnya pun seperti Demokrat, PPP, Gerindra dan lainnya terus dilakukan.

Baca Juga  Dijamin Bupati KSB, Penahanan Kepala Kesbangpoldagri Ditangguhkan

Di bagian lain, JM menegaskan Hanura tidak lagi mencari calon lainnya selain Haji Saad Abdullah ST. Hal ini sesuai dengan instruksi Ketua Umum H Wiranto yang menegaskan hanya mendukung satu calon agar tidak terjadi konflik di internal atau struktur partai ketika mengajukan calon lebih dari satu. “Sebelumnya kami mengajukan ada tiga calon. Ini memunculkan protes karena DPC mengajukan lain, DPW mengajukan lain, dan DPP memutuskan figur lainnya. Karena itu Ketua Umum menginstruksikan hanya satu calon,” tandasnya. (*) Baca juga di Gaung NTB

iklan bapenda