Tiga Sekolah di Sumbawa Keliling ASEAN

oleh -0 views
bankntb

Ikut Program SEAMOLEC

Sumbawa Besar, SR (24/02)

M Ali HK, S.Pd M.Pd, Kabid Dikmen Dinas Diknas Sumbawa
M Ali HK, S.Pd M.Pd, Kabid Dikmen Dinas Diknas Sumbawa

Dinas Pendidikan Nasional (Diknas) Kabupaten Sumbawa, memberikan kesempatan bagi tiga sekolah untuk mengikuti program SEAMOLEC atau program pertukaran kepala sekolah dan guru di sejumlah negara ASEAN.

Ketiga sekolah tersebut adalah SMK Negeri 1 Sumbawa, SMK Negeri 2 Sumbawa dan SMA Negeri 1 Sumbawa.
Untuk diketahui SEAMOLEC adalah program kerjasama negara ASEAN dibidang pendidikan. Program ini dimulai dari tahun 2015 hingga 2019 mendatang. “Ketiga sekolah ini kita usulkan berdasarkan hasil rapat di Jakarta awal Februari bersama Direktur SEAMOLEC,” ungkap Kabid Dikmen Dinas Diknas setempat, M Ali, HK, SPd, MPd.

Dijelaskan Ali, ketiga sekolah ini sudah mengikuti pelaksanaan tes yang digelar tanggal 18 Februari lalu, melalui telecomfren. Mereka diuji langsung oleh tim SEAMOLEC Jakarta. Untuk SMK 1 Sumbawa, yang mengikuti tes ini adalah Drs Khairul Amal (Kasek) dan Ibrahim, SPd (Guru), SMK 2 Sumbawa, Yuyun Mardiana, SPd (Kasek) dan Khaeruddin, SPd, MPd (Guru) sementara SMA 1 Sumbawa diwakili oleh Fahrizal SPd, MPd (Kasek) serta Agus Surya Pratama, SPd (Guru). “Kita berharap Kasek dan guru yang mengikuti tes ini dapat terpilih semuanya dalam program SEAMOLEC,” harapnya.

Bila terpilih kelak kata Ali, Kasek dan guru ini akan berada di tempat Negara pertukaran masing-masing selama tiga bulan. Imbas dari itu, pada bulan keenam Kasek dan guru tempat pertukaran ini akan berkunjung ke Sumbawa. “Jadi nanti ada kunjungan balasan ke Sumbawa dari Kasek dan Guru di Negara ASEAN nanti,” katanya.

Baca Juga  Meriahkan HUT TNI, Kodim 1607 Sumbawa Gelar Lomba PBB

Adapun kegiatan Kasek dan guru nantinya mempelajari pengelolaan sekolah, meransang kerjasama dalam rangka pertukaran materi dan metode pembelajaran, mengikuti aktifitas Kasek dan guru ASEAN termasuk melaksanakan tim teaching, mengeksplorasi media dan metode pembelajaran berbasis TIK serta melakukan tindakan kelas. “Sebelum difinalisasi, ketiga sekolah ini diminta untuk mengirimkan profil yang memuat kemajuan dan prestasi sekolah bersangkutan,” pungkasnya. (*) Baca juga di Gaung NTB

iklan bapenda