Mahasiswa AKPER Angkatan XI Ucap Janji

oleh -4 views
bankntb

Sumbawa Besar, SR (24/02)

Akademi Keperawatan (AKPER) Samawa kembali melaksanakan kegiatan ucap janji dan pemasangan Kap Profesi. Kegiatan yang berlangsung, Sabtu (21/2) itu, diikuti sebanyak 49 mahasiswa angkatan XI tahun 2015.

amdal

Direktur AKPER Samawa, Dr H Umar Hasanny, SSos, MSi, dalam sambutannya menyampaikan bahwa kegiatan rutin akademik yang dilaksanakan setiap tahun ini, merupakan simbol kesiapan perawat untuk melayani pasien yang membutuhkan proses perawatan.
Pemasangan Kap Profesi ini kata Haji Umar—sapaan akrabnya, bukan hanya sekedar asesoris atau perias bagi perawat, karena tidak sembarang orang bisa memakainya. “Hanya orang-orang professional yang bisa memakainya,” ujarnya.

Untuk diketahui prosesi pemasangan Kap ini dilaksanakan sebelum mahasiswa melaksanakan praktek keperawatan baik di rumah sakit, Puskesmas, balai pengobatan dan di masyarakat.
Dalam memberikan pelayanan kepada pasien sara utuh lanjutnya, tidak hanya dibutuhkan ilmu pengetahuan dan keterampilan, tetapi juga dibutuhkan kemampuan soft skill yang secara garis besar ada empat yakni etika, disiplin, estetika dan kekompakan. “Soft skill ini diharapkan dapat diterapkan dengan baik, sehingga nantinya dapat memberikan rasa aman dan nyaman bagi pasien dan keluarganya,” jelas Haji Umar.

Lebih jauh Haji Umar, menegaskan bahwa program pendidikan yang sebelumnya tidak terprogra yaitu sejak peraturan yang dikleuarkan secara bersama antara Menteri Kesehatan dan Menteri Pendidikan yakni SK Bersama No. 36 Tahun 2013 dan No I/IV/PB/2013 yang berlaku sejak tanggal 30 April 2013, untuk profesi perawat dan bidan tentang kebijakan implementasi uji kompetensi sebagai Exit Exam. Artinya, bahasiswa sebelum diwisuda harus mengikuit uji kompetensi, namun setelah dilakukan evaluasi secara nasional oleh Dikti Kemendikbud, maka keputusan Exit Exam dibatalkan sehingga dikeluarkanlah edaran Diktim Kemendiknas No. 529/E.E3/DT/2014, tanggal 18 Juni 2014, yang menyatakan bahwa uji kompetensi tidak menjadi syarat kelulusan sehingga mahasiswa setelah lulus ujian akhir program yang dilaksanakan oleh perguruan tinggi dapat diwisuda.

Baca Juga  Peningkatan Produk Pangan Menggunakan Teknik Rekayasa Genetika pada Melon

Tetapi tandas Haji Umar, uji kompetensi tetap dialskanakan setelah mahasiswa menyelesaikan seluruh proses belajar mengajar yang ditandai dengan mahasiswa menerima ijazah saat wisuda.
Secara emosial AKPER Samawa tambahnya, tetap bersedia memfasilitasi mahasiswa yang mau mengikuti uji kompetensi, karena itu menjadi syarat seorang perawat bisa mendapatkan STR untuk mendapat lisensi kerja. “Bantuan dan dukungan orang tua mahasiswa demi meuwjudkan cita-cita mulia mencetak tenaga perawat yang siap pakai, berahlak dan professional tetap kami harapkan,” tegasnya.

Sementara itu Kepala Dinas Kesehatan (Dikes) Kabupaten Sumbawa, Drs Didi Darsani, Apt, dalam sambutannya menambahkan usai melaksanakan ucap janji dan pemasangan Kap Profesi ini, mahasiswa diharapkan dapat terus menjaga sikap dan prilakunya saat melaksanakan praktek di rumah sakit, balai klinik maupun Puskesmas.

Selama melaksanakan praktek mahasiswa diminta tetap menerapkan senyum sapa dan tak alergi terhadap kritikan.
Terkait uji kompetensi Didi Darsani, mengingatkan agar pihak kampus memiliki tanggungjawab untuk menyampaikan informasi kepada mahasiswanya kapan itu dilaksanakan. Ini penting, karena uji kompetensi merupakan syarat mutlak untuk melaksanakan pekerjaan selanjutnya, termasuk juga untuk melanjutkan pendidikan. “Dengan tantangan yang semakin besar kami berharap AKPER Samawa, dapat terus meningkatkan kualitas lulusan mahasiswanya. Ini perlu kami sampaikan karena masih ada diantara lulusan mahasiswa kesehatan yang belum bisa memasang infuse dan tidak menjadi beban almamaternya,” pungkasnya. (*) Baca juga di Gaung NTB

iklan bapenda