Disos dan Tagana Salurkan 18 Ton Beras

oleh -0 views
bankntb

Untuk 5.975 Korban Banjir

Sumbawa Besar, SR (25/02)

amdal

Tagana Beras 1Dinas Sosial dan Taruna Siaga Bencana (Tagana) Kabupaten Sumbawa menyalurkan sekitar 18 ton beras untuk 5.975 jiwa dari 1.491 Kepala Keluarga (KK) korban banjir yang tersebar di lima desa wilayah Kecamatan Tarano. Bantuan beras tersebut akan disalurkan mulai Rabu (25/2) hari ini.

Kepala Dinas Sosial Kabupaten Sumbawa, Ir A Rahim yang ditemui di kantornya tadi malam, mengatakan, penyaluran bantuan itu sebenarnya dilakukan Selasa (24/2) namun ditunda Rabu (25/2) karena pihak kecamatan sedang menggelar Musrenbang (Musyawarah Rencana Pembangunan). Sebab dalam penyaluran bantuan, Disos dan Tagana akan bekerjasama dengan pihak kecamatan dan pemerintah desa setempat.

Penyaluran beras sebanyak 18 ton ini sebut Rahim—akrab mantan Kadistamben ini disapa, berdasarkan jumlah jiwa korban banjir. Beras yang disalurkan dihitung 400 gram per jiwa untuk 7 hari sesuai dengan masa tanggap darurat.

Secara rinci, untuk Desa Labuan Pidang akan didistribusikan sebanyak 1,38 ton untuk 621 jiwa dari 120 KK, Desa Labuan Bontong 3,592 ton untuk 1.283 jiwa dari 358 KK, Desa Labuan Jambu 5,555 ton untuk 1.987 jiwa dari 406 KK, Desa Bantu Lanteh 6,944 ton untuk 499 jiwa dari 150 KK, dan Desa Banda 4,438 ton untuk 1.585 jiwa dari 457 KK.

Sebelumnya, Disos dan Tagana telah mendirikan Posko Bencana di kantor Camat Tarano sekaligus membuka dapur umum untuk menyiapkan makanan cepat saji dan distribusi air bersih guna penanganan awal bagi korban banjir. Sebab saat itu makanan cepat saji dan air bersih ini sangat dibutuhkan korban. “Itu sudah kami lakukan, dan Dapur Umum Lapangan (Dumlap) ini sudah kami tarik mengingat kondisi sudah normal,” katanya.

Baca Juga  Diserbu Garam Impor, Petani Jawa Timur Curhat ke Prabowo

Untuk penanganan lebih lanjut, ungkap Rahim, akan ditangani BPBD (Badan Penanggulangan Bencana Daerah). “Untuk rekonstruksi, rehabilitasi dan relokasi menjadi urusan BPBD. Tugas kami setelah penyaluran bantuan sudah selesai,” tandasnya.

Seperti diberitakan sebanyak 5 desa di Kecamatan Tarano disapu banjir bandang. Musibah yang terjadi Jumat (20/2) sekitar pukul 21.00 Wita ini menyebabkan 20 rumah hanyut dan rusak berat, 1.664 rumah penduduk terendam. Selain itu puluhan ekor ternak mati terdiri dari 29 sapi, 18 kerbau, 20 kuda dan 59 ekor kambing. Kemudian sekitar 105 Ha lahan tanaman padi dan 27 Ha tanaman jagung terendam yang sebagiannya dipastikan gagal panen. Tak hanya itu banjir juga merusak jalan lingkungan di lima desa dengan total panjang mencapai 2050 meter.

Kondisi paling parah dialami Desa Banda, Bantu Lanteh dan Labuan Jambu. Banjir yang menerjang sejumlah desa ini akibat meluapnya air Embung Otak Semu atau yang dikenal dengan Embung Banda. Luapan embung yang diperparah dengan aliran air dari bukit ini menghantam seluruh rumah di Desa Banda dan Bantu Lanteh. Bahkan di Bantu Lanteh banjir yang surut Sabtu (21/2) dinihari sekitar pukul 02.00 Wita ini merusak satu kantor desa dan satu sekolah setempat.

Sedangkan tiga desa lainnya yaitu Labuan Jambu, Labuan Bontong, dan Labuan Pidang diakibatkan pasangnya air laut yang menyatu dengan arus air dari atas bukit. Meski tidak ada korban jiwa dalam kejadian itu, namun kerugian materi yang dialami diperkirakan mencapai miliaran rupiah.

Baca Juga  TNI Polri Kawal Distribusi BST dan Bantuan Beras Diskoperindag

Data sementara yang dihimpun di lapangan menyebutkan, Desa Banda tercatat 2 rumah rusak berat, 400 terendam, 28 ekor ternak hanyut, dan 80 hektar lahan pertanian rusak, serta 3 cekdam rusak berat. Desa Bantu Lanteh, 5 rumah hanyut dan rusak berat, 150 terendam, 3 ekor ternak mati, 5 Ha lahan pertanian rusak, 120 meter jalan kabupaten rusak berat, 20 meter pagar tembok kantor desa roboh dan 41 meter pagar tembok sekolah hancur. Kemudian Desa Labuan Pidang, 6 rumah rusak berat, 150 terendam, 14 ekor ternak hanyut, 25 Ha lahan pertanian terendam, cekdam dan 50 meter jaringan irigasi rusak berat, demikian dengan jaringan pipa air bersih. Selain itu dua unit speed boat pecah. Untuk Desa Labuan Bontong, 10 rumah terendam, 1 buah speedboat hanyut dan 20 ton garam amblas. Selanjutnya Desa Labuan Jambu, 7 rumah hanyut, 460 terendam dan 1 bengkel las, 49 ekor ternak lenyap dan 50  hektar lahan pertanian terendam. Sampai saat ini Tagana bersama pemerintah kecamatan terus melakukan pendataan. (*) Baca juga di Gaung NTB

iklan bapenda