Cinta Ditolak, Pekerja Cafe Terkapar di Aspal

oleh -0 views
bankntb

Sumbawa Besar, SR (24/02)

Atun alias Irma (30) nyaris meregang nyawa. Pekerja Café Bidadari yang tinggal di Kelurahan Brang Biji ini terjungkal di aspal setelah sepeda motor yang dikendarainya ditendang mantan kekasihnya, Minggu (22/2) malam sekitar pukul 23.00 Wita. Sebagian kulit kaki sebelah kirinya habis terkelupas, serta luka lecet di kaki kanan dan kedua tangannya. Beruntung warga yang kebetulan melintas di TKP yaitu Jalan Raya Sumbawa—Rhee wilayah Tambak Dusun Empan, Desa Labuan Badas, Kecamatan Badas, langsung membantu kemudian melarikannya ke puskesmas untuk mendapat perawatan medis.

amdal

Ditemui di Ruang Sentral Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polres Sumbawa, Senin (23/2), Atun yang biasa disapa Irma menuturkan, malam itu dia dalam perjalanan dari rumah menuju Café Bidadari di Sampar Maras Batu Gong. Saat melaju di PLTD Labuan Sumbawa, dari kaca spion motornya korban melihat sepeda motor membuntutinya dari arah belakang. Awalnya korban mengira itu pelaku penjambretan. Ketika diamati tampak jelas mantan kekasihnya SF alias Sas—warga sebuah desa di Kecamatan Unter Iwis, berbocengan dengan rekannya. Sejak dia pulang dari Abu Dhabi bekerja sebagai TKW beberapa bulan yang lalu, SF selalu mengejarnya karena ingin kembali menjadi kekasih korban. Namun cinta SF tersebut ditolak korban dengan alasan karena pria tersebut telah berumah tangga. “Mungkin karena saya tolak, dia (SF) marah dan mencari jalan untuk mencelakai saya,” kata Irma.

Baca Juga  Hasil Otopsi, Pegawai PU Dihabisi Sebelum Dibakar

Ketika memasuki wilayah Desa Badas tepatnya di turunan dan tikungan Tambak Dusun Empan, kendaraan SF mendekat. Sembari mematikan lampu kendaraannya, SF langsung menendang kendaraan korban. Seketika sepeda motor korban terhempas di sisi kiri jalan. Korban ikut terpelanting. Dalam keadaan meringis kesakitan dan tak bisa bangkit, korban masih mendengar suara tertawa mantan kekasihnya itu yang terus tancap kabur dari lokasi kejadian. “Saya dibantu orang yang kebetulan melintas di jalan itu,” aku Irma. Ia berharap setelah kasusnya dilaporkan secara resmi kepada pihak kepolisian, mantan kekasihnya tersebut secepatnya ditangkap guna mempertanggungjawabkan perbuatannya.

Kapolres Sumbawa yang dikonfirmasi melalui Kasubag Humas, IPTU Waluyo, membenarkan adanya laporan kasus tersebut dan kini dalam penanganan penyidik Reserse dan Kriminal (Reskrim). “Korban sebagai saksi pelapor sudah dimintai keterangan sebagai dasar polisi untuk mengambil tindakan lebih lanjut,” demikian Waluyo. (*) Baca juga di Gaung NTB

iklan bapenda