Bupati Tinjau Lokasi Banjir Tarano

oleh -1 views
bankntb

Sumbawa Besar, SR (24/02)

Bupati Tinjau Banjir 2Memasuki hari ketiga pasca banjir Tarano yang merendam lima desa meliputi Desa Banda, Bantu Lanteh, Labuan Jambu, Labuan Bontong dan Labuan Pidang, sampah dan puing bangunan menumpuk dan berserakan. Pemandangan yang tak sedap dipandang mata ini berpotensi menimbulkan berbagai macam penyakit. Selain itu sampah dan puing yang menumpuk menumpuk akses jalan di lingkungan warga setempat.

Untuk membuka akses dan mengatasi kondisi tersebut, masyarakat bersama TNI, Polri dan Tim Tagana gabungan kabupaten dan propinsi melakukan gotong-royong. Sampah yang menumpuk di sudut-sudut gang dibersihkan, termasuk di rumah warga ikut dievakuasi.

Gotong-royong yang diawali di Desa Labuan Jambu yang dinilai desa terparah terkena dampak banjir, dimulai pukul 09.00 hingga menjelang siang. Guru dan siswa SMPN 1 Tarano terlihat ikut terlibat.

Bupati Sumbawa Drs H Jamaluddin Malik bersama sejumlah pimpinan SKPD yang tiba di lokasi memantau kegiatan tersebut sekaligus meninjau sejumlah desa yang terkena banjir.

Dalam kesempatan itu JM—sapaan Bupati, menginstruksikan SKPD terkait segera mengambil langkah-langkah serius dalam penanganan korban banjir di Tarano. JM pun meminta SKPD agar segera merencanakan relokasi jika diperlukan bagi korban banjir yang rumahnya hanyut dan yang tinggal di bantaran sungai di Desa Labuan Jambu. JM juga mengharapkan korban banjir bersabar dalam menghadapi musibah.

Sementara itu Kades Labuan Jambu, Baharuddin Mala S.Pd mengatakan pasca banjir distribusi air minum dari Tim Tagana dan Dinas Sosial tetap lancar, bak air minum alternative kondisinya sudah membaik dan masyarakat sudah bisa menikmati air bersih seperti biasa. Atas nama masyarakatnya, Ia menyampaikan terima kasih kepada berbagai pihak atas kepeduliannya.

Baca Juga  Presiden Perintah Menteri PUPR Tangani Rumah Terdampak Gempa

Selain Bupati, mahasiswa Universitas Teknologi Sumbawa (UTS) ikut menyambangi korban banjir di Desa Labuan Jambu. Mereka memberikan motivasi kepada para korban yang terlihat terpukul dan beberapa di antaranya mengalami trauma. (*) Baca juga di Gaung NTB

iklan bapenda