Lima Desa di Tarano Diterjang Banjir Bandang

oleh -13 views
bankntb

Sumbawa Besar, SR (23/02)

Banjir Tarano lagiSebanyak 5 desa di Kecamatan Tarano disapu banjir bandang. Musibah yang terjadi Jumat (20/2) sekitar pukul 21.00 Wita ini menyebabkan 20 rumah hanyut dan rusak berat, 1.664 rumah penduduk terendam. Selain itu Banjir Tarano lagi (1)puluhan ekor ternak mati terdiri dari 29 sapi, 18 kerbau, 20 kuda dan 59 ekor kambing. Kemudian sekitar 105 Ha lahan tanaman padi dan 27 Ha tanaman jagung terendam yang sebagiannya dipastikan gagal panen. Tak hanya itu banjir juga merusak jalan lingkungan di lima desa dengan total panjang mencapai 2050 meter.

Kondisi paling parah dialami Desa Banda, Bantu Lanteh dan Labuan Jambu. Banjir yang menerjang sejumlah desa ini akibat meluapnya air Embung Otak Semu atau yang dikenal dengan Embung Banda. Luapan embung yang diperparah dengan aliran air dari bukit ini menghantam seluruh rumah di Desa Banda dan Bantu Lanteh. Bahkan di Bantu Lanteh banjir yang surut Sabtu (21/2) dinihari sekitar pukul 02.00 Wita ini merusak satu kantor desa dan satu sekolah setempat.

dapur umum TAGANA
dapur umum TAGANA

Sedangkan tiga desa lainnya yaitu Labuan Jambu, Labuan Bontong, dan Labuan Pidang diakibatkan pasangnya air laut yang menyatu dengan arus air dari atas bukit. Meski tidak ada korban jiwa dalam kejadian itu, namun kerugian materi yang dialami

Dibantu relawan SMKN 1 Tarano
Dibantu relawan SMKN 1 Tarano

diperkirakan mencapai miliaran rupiah.

H Mus—salah seorang warga Desa Banda mengaku hujan yang mengguyur dari sore hari awalnya tidak terlalu merisaukan warga. Selain dianggap sudah biasa, selama ini tidak pernah terjadi banjir yang cukup besar. Karenanya masyarakat terlihat tidak siap sedia. Namun perkiraan warga meleset, Embung Banda yang berjarak sekitar 3 kilometer dari pemukiman penduduk meluap ditambah dengan deras aliran air dari atas bukit sehingga secara mendadak menghantam pemukiman. Warga yang panik tidak sempat mengevakuasi harta bendanya. “Air di dalam rumah warga setinggi dada orang dewasa,” kata Haji Mus yang mengaku puluhan karung gabah dan pupuk miliknya ikut terendam air. Bukan hanya harta di rumah, ternak yang dikandangi dan dilepas warga tak luput dari terkaman banjir. “Benar-benar tak terduga,” ucapnya.

air bersih TaganaSementara Derik—warga lainnya mengatakan, banjir yang menerjang lima desa ini disebabkan gundulnya bukit yang berada mengelilingi sejumlah desa di wilayah Kecamatan Tarano dan Empang. Bukit yang sebelumnya rimbun telah air bersih tagana 1dirubah menjadi lahan perkebunan setelah para petani ramai-ramai menanam jagung. Akibatnya air hujan tidak meresap dan meluncur bebas ke pemukiman.

Baca Juga  Tingkatkan Keandalan, PLN Resmikan Sektor Tambora di KSB

Tim Taruna Siaga Bencana bersama Dinas Sosial yang terjun ke lokasi sejak Jumat (20/2) dinihari sekitar pukul 02.00 Wita, langsung membangun Posko Tanggap Darurat yang dipusatkan di kantor Camat Tarano. Di Posko ini Tagana membuka Dapur Umum Lapangan untuk menyediakan makanan cepat saji bagi para korban banjir. Dibantu relawan dari SMKN 1 Tarano, Tagana pada kesempatan pertama bersama Disos dan pihak kecamatan setempat juga langsung mendistribusikan air bersih ke sejumlah desa. Pasalnya ratusan sumur warga terendam air dan lumpur sehingga tidak dapat dikonsumsi. “Ini sudah menjadi SOP kami, saat turun ke lapangan langsung membuka dapur umum dan distribusi air bersih, karena air dan makanan cepat saji inilah yang dibutuhkan warga ketika air surut,” kata Kepala Bagian Operasi Tagana Sumbawa, Andri Taufik.

Tagana ungkap Andri, akan tetap berada di lapangan sesuai dengan masa tanggap darurat. Sebab penanganan yang dilakukan Tagana tidak hanya saat bencana namun juga pasca bencana. Apalagi kondisi cuaca di wilayah setempat masih belum normal dan ada kekhawatiran warga akan adanya banjir susulan mengingat hujan masih terjadi terus menerus. Tagana melalui Disos dan pihak kecamatan juga berkoordinasi dengan PMI dan Dikes untuk menangani dampak yang ditimbulkan pasca bencana. Sebab ada gejala masyarakat mulai terserang penyakit seperti gatal-gatal, diare dan lainnya. Tak hanya itu sumur warga yang sudah terendam perlu ada penanganan khusus dengan cara menyedot atau mensterilkannya sehingga air dapat dikonsumsi kembali. “Sejauh ini belum ada pasien korban banjir yang datang membutuhkan pelayanan kesehatan. Kami telah menyiapkan tiga petugas yang siap setiap saat memberikan pelayanan,” timpal Darmin DT—petugas medis di Posko Kesehatan.

Sementara Kadis Sosial Sumbawa, Ir A Rahim didampingi Sekdis dan Kabid Banjamsos, mengatakan penanganan tanggap darurat sudah dilakukan sejak banjir menerjang. Bersama Tagana dibantu Pemerintah Kecamatan Tarano, pihaknya membangun Posko, membuka dapur umum untuk makanan cepat saji dan mendistribusikan air bersih. “Ini langkah awal yang kami lakukan agar persoalan yang dialami para korban saat itu dapat segera tertangani,” katanya.

Baca Juga  Komisi II Tinjau Galangan Kapal Poto Tano dan Tambat Sampan Nelayan

Langkah selanjutnya, selain berkoordinasi dengan pemerintah kabupaten dan instansi terkait lainnya, ungkap Rahim—sapaan akrab mantan Kadistamben ini, pihaknya telah menghubungi pihak propinsi yang dalam waktu dekat akan menurunkan bantuan. “Untuk hal lain akan dikoordinasikan kembali dan Disos akan berkolaborasi dengan semua pihak,” ujarnya.

Hal senada dikatakan Camat Tarano, Abdul Haris S.Sos, bahwa air bersih dan makanan siap saji adalah hal yang sangat dibutuhkan masyarakat ketika air surut. Kondisi itu sudah bisa tertangani setelah Tagana dan Disos membuka dapur umur dan mendistribusikan air bersih. “Keberadaan Tagana dan Disos sangat membantu warga kami,” ucapnya. Seperti halnya Disos, kata Haris, pihak kecamatan juga telah berkoordinasi dengan pemerintah kabupaten untuk penanganan selanjutnya.

Di bagian lain, Camat Haris menghimbau warganya untuk tetap waspada mengingat hujan masih terjadi. Ketika ada gejala akan terjadinya bencana susulan untuk siap-siap mengevakuasi diri dan harta bendanya guna meminimalisir resiko dan dampak yang ditimbulkan.

Data Banjir

Jalan Tarano 1Data sementara yang dihimpun di lapangan menyebutkan, Desa Banda tercatat 2 rumah rusak berat, 400 terendam, 28 ekor ternak hanyut, dan 80 hektar lahan pertanian rusak, serta 3 cekdam rusak berat. Desa Bantu Lanteh, 5 rumah hanyut dan rusak berat, 150 terendam, 3 ekor ternak mati, 5 Ha lahan pertanian rusak, 120 meter jalan kabupaten rusak berat, 20 meter pagar tembok kantor desa roboh dan 41 meter pagar tembok sekolah hancur. Kemudian Desa Labuan Pidang, 6 rumah rusak berat, 150 terendam, 14 ekor ternak hanyut, 25 Ha lahan pertanian terendam, cekdam dan 50 meter jaringan irigasi rusak berat, demikian dengan jaringan pipa air bersih. Selain itu dua unit speed boat pecah. Untuk Desa Labuan Bontong, 10 rumah terendam, 1 buah speedboat hanyut dan 20 ton garam amblas. Selanjutnya Desa Labuan Jambu, 7 rumah hanyut, 460 terendam dan 1 bengkel las, 49 ekor ternak lenyap dan 50  hektar lahan pertanian terendam. Sampai saat ini Tagana bersama pemerintah kecamatan terus melakukan pendataan. (*) Baca juga di Gaung NTB

iklan bapenda