Banjir, Kantor Desa dan SDN Bantu Lanteh Rusak

oleh -11 views
bankntb

Sumbawa Besar, SR (23/02)

Kantor Desa Bantu Lanteh Kec. Tarano
Kantor Desa Bantu Lanteh Kec. Tarano

Pelayanan publik di Kantor Desa Bantu Lanteh Kecamatan Tarano dalam beberapa hari ke depan akan terganggu. Sebab seluruh peralatan kantor seperti computer, laptop dan ATK lainnya rusak diterjang banjir bandang yang terjadi Jumat (20/2) malam. Selain itu tembok pagar keliling, sebagian tembok kantor dan garasi, hancur dihantam banjir.

amdal

Kepala Seksi (Kasi) Pemerintahan desa setempat, M Naim yang ditemui di lokasi mengakui kondisi pelayanan di kantornya. Untuk pelayanan yang bersifat administrasi sementara ini lumpuh. Namun untuk pelayanan lainnya masih tetap berjalan meski tidak dilakukan di kantor desa. “Kondisi ini kemungkinan akan berlangsung selama beberapa hari saja karena kami akan membenahi ruangan dan membersihkan air dan lumpur yang tergenang di dalam kantor,” kata Naim.

SDN Bantu Lanteh
SDN Bantu Lanteh

Selain kantor, ungkap Naim, SDN Bantu Lanteh juga mengalami nasib yang sama. Pagar tembok sekolah sepanjang 41 meter roboh dan hancur. Semua ruang kelas termasuk ruang kepala sekolah dan guru ikut terendam menyebabkan lumpur

Suhartono, Kepala SDN Bantu Lanteh
Suhartono, Kepala SDN Bantu Lanteh

setinggi lutut orang dewasa mengendap. Akibatnya proses belajar mengajar terhenti.

Hal ini diakui Kepala Sekolah setempat, Suhartono, bahwa tembok sekolahnya ambruk diterjang banjir. Selain itu komputer dan alat tulis menulis lainnya rusak akibat terendam. Air setinggi paha orang dewasa yang merendam sekolahnya juga membuat proses kegiatan belajar  mengajar (KBM) lumpuh. Saat itu Sabtu (21/2) murid-murid tidak belajar karena harus gotong-royong untuk membersihkan lumpur di dalam kelasnya. Namun aktivitas itu terhenti setelah orang tua mereka datang menjemput anaknya karena beredar isu Embung Banda bocor yang menyebabkan banjir susulan. “Mungkin dalam beberapa hari ini, proses belajar mengajar terganggu. Tapi kami berusaha agar persoalan ini dapat teratasi,” ucapnya.

Baca Juga  Kondisi Kurang Pas, Dispar NTB Diminta Tunda BPLS

Terhadap tembok sekolah yang hancur, Suhartono berharap pemerintah daerah melalui instansi terkait dapat segera memperbaikinya. Sebab dengan hancurnya pagar tembok keliling ini, lingkungan sekolah menjadi tidak aman terutama dari gangguan hewan ternak.

Sementara data lainnya yang berhasil dihimpun, SDN Labuan Jambu juga diterjang banjir. Sejumlah alat elektronik seperti 4 CPU, 4 monitor, 3 printer, 2 LCD, 1 UPS dan buku pelajaran kelas 6 rusak terendam air.

Kadis Diknas Kabupaten Sumbawa, Sudirman Malik S.Pd yang dicegat saat meninjau lokasi banjir meminta sekolah segera melakukan pendataan terhadap kerusakan yang dialami. Di samping itu sekolah juga segera membenahi ruang kelas agar proses belajar mengajar segera dilaksanakan. Terhadap kondisi sekolah yang diterjang banjir, Dirman Malik berjanji akan memberikan perhatiannya. “Kami segera membahas masalah ini di kabupaten,” pungkasnya. (*) Baca juga di Gaung NTB

iklan bapenda