Jaksa Periksa Teller dan CS Bank Muamalat

oleh -16 views
bankntb

Sumbawa Besar, SR (21/02)

Iwan Kurniawan SH, Kasi Pidsus Kejari Sumbawa
Iwan Kurniawan SH, Kasi Pidsus Kejari Sumbawa

Kejaksaan Negeri Sumbawa terus mendalami proses pencairan dana retribusi menara telekomunikasi pada Dishubkominfo KSB. Untuk mengungkapnya, kejaksaan memanggil petugas teller Dian Satriawan dan Customer Service (CS), Agil dihadirkan untuk dimintai keterangan, belum lama ini.

amdal

Kepala Kejaksaan Negeri Sumbawa yang dikonfirmasi melalui Kepala Seksi (Kasi) Pidana Khusus (Pidsus), Iwan Kurniawan SH, pemeriksaan pihak Bank Muamalat ini untuk memastikan kebenaran pembukaan rekening yang menggunakan specimen (tandatangan) tersangka Bagus Sasmita dan saksi Najamuddin Amy, di samping mengungkap proses pencairannya.

Dalam pemeriksaan itu terungkap bahwa retribusi Tahun 2013 dicairkan sendiri oleh tersangka. Hal ini bisa dilakukan karena adanya aturan bank mengenai perubahan nomor rekening semua nasabah termasuk rekening penampung yang specimen sebelumnya ditandatangani oleh Bagus dan Najamuddin. Dalam perubahan ini specimen tandatangan hanya dilakukan oleh satu orang yakni tersangka Bagus Sasmita yang kebetulan mendapat SK baru sebagai petugas wajib pungut menggantikan Najamuddin yang sudah dimutasi ke instansi lain.

Karena hanya satu specimen, tersangka dengan leluasa mencairkan dana tersebut.

Kebetulan pada Tahun 2013 itu lanjut Jaksa Iwan—akrab Ia disapa, ada penyetoran dari dua provider yakni XL dan Telkomsel senilai Rp 200 juta lebih. Setoran ini tidak diteruskan ke kas daerah melainkan digunakan tersangka untuk kepentingan pribadi.

Bagaimana dana Rp 7 juta retribusi Tahun 2012 lalu ? Iwan menyebutkan, juga menjadi bagian dari pertanyaan jaksa. Sebelumnya Tahun 2012, pungutan dari tiga provider (XL, Telkomsel dan Indosat) yang masuk ke rekening penampung mencapai Rp 107 juta. Namun yang disetorkan tersangka ke kas daerah Rp 100 juta sesuai target, sedangkan Rp 7 juta termasuk ada setoran lainnya diakui tersangka sudah digunakan untuk pengganti dana transportasi saat menghadiri pertemuan dengan APSI di Jakarta.

Baca Juga  Para Bocah Komplotan Curanmor akan ‘Dibebaskan”

Iwan juga menyebutkan ada keterangan berbeda antara petugas Teller Bank Muamalat dengan tersangka terkait pencairan dana pungutan Tahun 2012 sebesar Rp 107 juta.

Menurut tersangka, dana itu dicairkan secara bertahap yakni Rp 100 juta kemudian Rp 7 juta. Sedangkan versi teller, yang dicairkan lebih dahulu adalah Rp 7 juta kemudian Rp 100 juta. Untuk memastikan kebenarannya kejaksaan akan meminta slip penarikan dari Bank Muamalat. Selain itu akan kembali memanggil tersangka untuk dimintai klarifikasi.

Untuk diketahui kasus ini terungkap setelah retribusi yang disetorkan sejumlah provider (Telkomsel, XL dan Indosat) melalui rekening tersangka tidak disetorkan ke kas daerah. Akibat perbuatannya daerah mengalami kerugian sekitar Rp 224 juta sesuai dengan hasil audit BPKP. (*) Baca juga di Gaung NTB

iklan bapenda