H Mustami Dipecat, Belasan PAC Diganti

oleh -15 views
bankntb

Sumbawa Besar, SR (21/02)

H Rachmat Hidayat SH, Ketua DPW PDIP NTB
H Rachmat Hidayat SH, Ketua DPW PDIP NTB

Karier politik H Mustami H Hamzah B.Sc SH di Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) benar-benar tamat. Hal tersebut setelah partai moncong putih ini tidak hanya memecatnya dari kepengurusan, tapi juga sebagai anggota partai. Artinya mantan Ketua DPC PDIP Sumbawa ini tidak lagi berada dalam keluarga besar partai besutan Megawati Soekarno Putri.

amdal

Pemecatan ini ditegaskan Ketua DPW PDIP Nusa Tenggara Barat (NTB) H Rachmat Hidayat SH yang menghubungi Gaung NTB, Jumat pagi.

Rachmat—sapaan singkat mantan Wakil Ketua DPRD NTB ini menjelaskan, pada Konfercab di Mataram, PDIP ingin memilih pemimpin yang lebih realistis. Karenanya dalam kegiatan itu dilakukan fit dan propertest untuk mengetahui para kandidat layak dan tidaknya menjadi seorang pemimpin. Namun dalam proses ini, lembaran yang disodorkan psikiater tidak dijawab Mustami dan dibiarkan kosong. Sikap Mustami ini menurut Rachmat, selain menghina psikiater juga lebih tragisnya telah menghina partai. Apalagi hasil fit and propertest yang menjadi rekomendasi psikiater ini ditandatangani langsung Ketua Umum DPP PDIP Megawati Soekarno Putri dan Sekjennya, Hasto Kristiyanto dengan memakai kertas berhologram (kertas berharga). Karena tidak ditaati, kata Rachmat, Mustami dinyatakan melakukan indispliner sehingga sanksi yang diberikan sangat berat. “Bukan hanya pemecatan sebagai pengurus, tapi juga sebagai anggota partai,” tegasnya.

Sebenarnya ungkap Rachmat, Mustami sudah lama melakukan indisipliner. Salah satunya ketika menjadi Calon Bupati Sumbawa yang seharusnya jabatan sebagai ketua DPC PDIP Sumbawa diserahkan kepada Lalu Budi Suryata SP, namun hal itu tidak dilakukannya. Selain itu melakukan perekrutan pengurus partai tidak secara transparan dan yang dipilih sebagian besar dari kalangan keluarganya. “Ada sikap semena-mena yang ditunjukkan (Mustami) sehingga sikap partai untuk memecatnya adalah langkah yang tepat,” tandas Rachmat.

Baca Juga  Dewi Noviany dan Perempuan Gemilang Bagi-bagi Masker

Bagaimana dengan belasan PAC yang melakukan aksi walk-out dalam Konfercab, Rachmat menyatakan juga ikut dipecat. “Kami sudah mengidentifikasi siapa-siapa yang melakukan aksi itu, dalam waktu dekat akan kami ganti dengan yang baru,” tukasnya.

Pemecatan terhadap mantan Ketua DPC PDIP Sumbawa dan sejumlah pengurus PAC, ucap Rachmat, tidak akan membuat PDIP di Sumbawa goyah. Ia yakin bahwa kader PDIP tetap solid. “Ayo siapa yang tidak solid akan saya pecat,” ancamnya.

Langkah yang dilakukan PDIP ini merupakan sebuah pembelajaran tidak hanya bagi kader PDIP di Pulau Sumbawa tapi juga seluruh kader di NTB. Partai memiliki aturan dan tata krama yang harus dilaksanakan dan pantang untuk dilanggar. “Kader Partai ini harus mengedepankan jati diri sebagai seorang pancasilais yang harus paham dan menghargai orang lain. Jangan semena-mena,” pungkasnya.

Seperti diberitakan, Konfercab PDIP di Mataram memilih Abdul Rafiq sebagai Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Kabupaten Sumbawa yang baru. Dalam pemilihan tersebut sempat terjadi aksi protes hingga walk out. Ini terjadi ketika nama H Mustami H Hamzah B.Sc SH—ketua DPC PDIP Sumbawa (lama) tidak tercantum dalam tiga nama yang lolos fit and propertest (uji kelayakan dan kepatutan). Mustami pun bereaksi dengan mengajukan protes yang diikuti dengan aksi walk-out sekitar 16 PAC. Kondisi ini membuat Konfercab deadlock hingga akhirnya DPP PDIP mengambil alih hingga akhirnya memutuskan Abdul Rafiq sebagai Ketua DPC PDIP Sumbawa terpilih. Sementara Lalu Budi Suryata SP masih dipercaya menjabat sebagai Sekretaris, demikian dengan Edy Syahriansyah masih tetap sebagai Bendahara.

Baca Juga  Ketika Yang “Muda” Memilih

Sebelumnya sesuai SK DPP PDIP No. 66 Tahun 2014 tentang Petunjuk Pelaksana Konfercab, DPC PDIP Sumbawa mengusulkan 5 kandidat pimpinan DPC ke DPP. Yaitu Mustami H Hamzah (Ketua DPC), Gunawan Modjo (Pengurus PAC Sumbawa), Indra Herwansyah (Ketua PAC Plampang), Abdul Rafiq (Wakil Sekretaris DPC), dan Edy Syahriansyah (Bendahara DPC).

Dalam proses rekrutmen ini dilakukan fit and propertest terhadap kelima kandidat tersebut di Mataram. Namun fit and propertest itu hanya diikuti empat kandidat karena Edy Syahriansah jatuh sakit. Hasil fit and propertest ini diumumkan bersamaan dengan digelarnya Konfercab. Saat itulah Mustami H Hamzah mengajukan protes karena namanya tidak tercantum, yang ada hanya Gunawan Modjo, A Rafiq dan Indra Herwansyah. Selain itu 16 PAC yang hadir juga melakukan aksi walk-out mendukung sikap Mustami sehingga Konfercab deadlock. Untuk meredam kemelut tersebut, proses pemilihan diambil alih DPP yang kemudian memutuskan A Rafiq sebagai Ketua DPC PDIP Sumbawa terpilih. Selanjutnya dibentuk formatur, hasilnya Budi dan Edy Sahriansyah masih dipercaya sebagai Sekretaris dan bendahara. (*) Baca juga di Gaung NTB

iklan bapenda