Rafiq Ketua DPC PDIP Sumbawa Terpilih

oleh -11 views
bankntb

Mustami Protes, Belasan PAC Walk-Out

Sumbawa Besar, SR (20/02)

Lalu Budi Suryata SP, Sekretaris PDIP Sumbawa
Lalu Budi Suryata SP, Sekretaris PDIP Sumbawa

Karier H Mustami H Hamzah di PDIP sepertinya akan berakhir. Hal ini setelah terpilihnya A Rafiq sebagai Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Kabupaten Sumbawa yang baru. Terpilihnya Ketua Fraksi PDIP DPRD Sumbawa ini diputuskan melalui Konfercab PDIP di Hotel Lombok Raya, Mataram, kemarin.

Dalam pemilihan tersebut sempat terjadi aksi protes hingga walk out. Ini terjadi ketika nama H Mustami H Hamzah B.Sc SH—ketua DPC PDIP Sumbawa (lama) tidak tercantum dalam tiga nama yang lolos fit and propertest (uji kelayakan dan kepatutan). Tentu saja figure yang menjadi ikon PDIP di Sumbawa ini bereaksi dengan mengajukan protes yang diikuti dengan aksi walk-out sekitar 16 PAC. Kondisi ini membuat Konfercab deadlock hingga akhirnya DPP PDIP mengambil alih hingga akhirnya memutuskan Abdul Rafiq sebagai Ketua DPC PDIP Sumbawa terpilih. Sementara Lalu Budi Suryata SP masih dipercaya menjabat sebagai Sekretaris, demikian dengan Edy Syahriansyah masih tetap sebagai Bendahara.

Dihubungi tadi malam, Sekretaris DPC PDIP Sumbawa, Lalu Budi Suryata SP mengatakan, sebelum digelarnya Konfercab dilakukan berbagai tahapan mulai dari proses di Kabupaten menindaklanjuti SK DPP PDIP No. 66 Tahun 2014 tentang Petunjuk Pelaksana Konfercab, yang meminta DPC mengusulkan 3-5 nama kandidat pimpinan DPC ke DPP. Selanjutnya DPC mengusulkan 5 nama kader yaitu Mustami H Hamzah (Ketua DPC), Gunawan Modjo (Pengurus PAC Sumbawa), Indra Hermansyah (Ketua PAC Plampang), Abdul Rafiq (Wakil Sekretaris DPC), dan Edy Syahriansyah (Bendahara DPC).

Baca Juga  Relawan Muda Kopang Deklarasi Dukung Zul Rohmi

Dalam proses rekrutmen ini lanjut Budi—akrab politisi yang kini menjabat ketua DPRD Sumbawa, dilakukan fit and propertest terhadap kelima kandidat tersebut di Mataram. Namun fit and propertest itu hanya diikuti empat kandidat karena Edy Syahriansah jatuh sakit. Hasil fit and propertest ini diumumkan bersamaan dengan digelarnya Konfercab. Saat itulah Mustami H Hamzah mengajukan protest karena namanya tidak tercantum, yang ada hanya Gunawan Modjo, A Rafiq dan Indra Hermansyah. Selain itu 16 PAC yang hadir juga melakukan aksi walk-out mendukung sikap Mustami sehingga Konfercab deadlock. Untuk meredam kemelut tersebut, proses pemilihan diambil alih DPP yang kemudian memutuskan A Rafiq sebagai Ketua DPC PDIP Sumbawa terpilih. “Selanjutnya dibentuk formatur, hasilnya saya masih dipercaya menjabat sekretaris dan Edy Sahriansyah masih tetap bendahara. Berikutnya menyusun pengurus baru sembari menunggu SK dari DPP,” jelas Budi.

Terkait dengan mekanisme pemilihan yang mendapat protes hingga aksi walk-out, Budi menyatakan itulah proses yang harus diikuti dan semua harus tunduk terhadap keputusan DPP. “Kita harus menerima dengan legowo dan menghormati apapun hasilnya sebagai keniscayaan dalam berdemokrasi,” cetus Budi.

Demikian dengan sikap Mustami H Hamzah yang mengajukan protes, menurut Budi, harus juga dihargai sebagai proses demokrasi. Namun dia berharap semua kader harus taat terhadap aturan yang ditetapkan partai.

Disinggung dengan tidak terpilihnya Mustami akan berpengaruh terhadap loyalitas kader yang dikhawatirkan akan menurunnya kepercayaan masyarakat terhadap partai, Budi menegaskan dengan kepengurusan yang baru mereka akan tetap berjuang dan bekerja maksimal untuk lebih baik ke depan. Karenanya seluruh kader dan simpatisan PDIP untuk tetap solid dan mendukung keputusan partai dan secara bersama membesarkan partai untuk menjadi yang terbesar khususnya di Kabupaten Sumbawa. (*) Baca juga di Gaung NTB

iklan bapenda