Opgab Jaring Puluhan Kendaraan

oleh -0 views
bankntb

Sumbawa Besar, SR (18/02)

Opgab 1Puluhan kendaraan roda dua dan roda empat terjaring dalam operasi gabungan (Opgab) yang digelar di jalan raya Sumbawa—Tano wilayah Kecamatan Alas, Selasa (17/2). Opgab yang dimotori Kantor Penerimaan Pajak Daerah dan Retribusi Daerah (PPDRD) Kabupaten Sumbawa ini melibatkan Satuan Polisi Lalulintas (Satlantas) Polres Sumbawa, Dishubkominfo dan Sub Denpom (PM) Sumbawa.

Kepala KPPDRD Kabupaten Sumbawa melalui Kasi Pendataan, Penetapan dan Penagihan Pajak dan Retribusi Daerah M Husni S.Sos M.Si yang dikonfirmasi di sela-sela kegiatan menjelaskan operasi gabungan ini dilakukan untuk meningkatkan tertib dan disiplin berlalulintas masyarakat, menekan angka pelanggaran yang menyebabkan kecelakaan, dan meningkatkan pendapatan daerah dari sector pajak kendaraan.

Dalam Opgab tersebut, sebagian kendaraan yang terjaring karena tidak membawa STNK dan SIM, sisanya kelengkapan tekhnis lainnya. Para pelanggar ini langsung diberikan tindakan tilang.  “Kegiatan ini rutin kami laksanakan di setiap kecamatan sesuai dengan jadwal yang telah direncanakan,” ungkap Husni—akrab pejabat ramah ini disapa.

Untuk diketahui jumlah kendaraan bermotor baik roda dua maupun roda empat yang ada di Kabupaten Sumbawa kini mencapai 102.590 unit meningkat dari tahun sebelumnya 93.172 unit atau terjadi penambahan kendaraan baru sekitar 9.418 unit.

Opgab 2Jumlah ini berdampak pada peningkatan target penerimaan Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) maupun Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor (BBNKB) Tahun 2015 mencapai Rp 50 Miliar lebih. Target penerimaan ini meningkat dari Tahun 2014 lalu yang hanya Rp 47,9 Miliar namun mampu direalisasikan sekitar Rp 46,9 Miliar lebih terdiri dari penerimaan PKB Rp 17,1 Miliar (95,82%) dan untuk BBNKB realisasi sebesar Rp 29,8 Miliar (88,5%).

Baca Juga  Keracunan Asap, 10 Penambang Emas di Soge Sekotong Tewas

Belum tercapainya target saat itu diakui Husni, karena banyaknya kendaraan bermotor yang tidak melakukan pendaftaran ulang akibat adanya motor yang sudah tua, mengalami rusak berat, tidak laik jalan, hilang bahkan musnah. Selain itu masih adanya pemilik kendaraan yang enggan membayar pajak kendaraannya.

Karenanya pada Tahun 2015 ini PPDRD terus menggenjot pendapatan atau penerimaan salah satunya dengan menggelar operasi gabungan guna menggugah masyarakat untuk taat membayar pajak.

Sementara Kasatlantas Polres Sumbawa, AKP Edy Sudarma Korniawan S.Kom mengatakan bahwa kegiatan ini dilakukan untuk menekan skala prioritas keselamatan jalan yang meliputi menggunakan sabuk keselamatan (seatbelt) mobil, dan helm SNI bagi pengendara sepeda motor dan penumpang. Selain itu menggunakan kaca spion lengkap, lampu kendaraan lengkap dan berfungsi baik, serta menyalakan lampu di siang hari.

Para pengendara juga diharuskan mematuhi segala ketentuan dan tata cara berlalulintas di antaranya saat mendahului, membelok/memutar arah, penggunaan lampu sinyal, mematuhi rambu-rambu, dan marka jalan. ”Bila setiap pengendara mengerti dan melaksanakan skala prioritas keselamatan jalan ini, kemungkinan angka kecelakaan bisa berkurang. Sebab pelanggaran adalah embrio terjadinya kecelakaan,” pungkasnya.(*) Baca juga di Gaung NTB

iklan bapenda