H Rasyidi Pastikan Tidak Maju 

oleh -11 views
bankntb

Ingin Tuntaskan Karier PNS

Sumbawa Besar, SR (18/02)

amdal
Sekda Sumbawa, Drs H Rasyidi
Sekda Sumbawa, Drs H Rasyidi

Meski digadang menjadi salah satu calon Bupati Sumbawa dari kalangan birokrasi pada Pilkada mendatang, sepertinya Drs H Rasyidi tidak berminat. Figur yang kini menjabat sebagai Sekda Sumbawa ini ingin fokus pada karier Pegawai Negeri Sipil (PNS).

Dicegat usai mengikuti rapat Forum Komunikasi Pemerintah Daerah (FKPD) di Kantor Bupati Sumbawa, Selasa (17/2), Sekda H Rasyidi menyatakan tidak akan mencalonkan diri atau bersedia dicalonkan pada Pemilukada yang rencananya digelar Desember 2015.

Menurutnya, karier sebagai PNS masih lama sehingga pengabdiannya sebagai birokrat masih panjang. “Saya ingin menghabiskan masa pegawai negeri sampai akhir (pensiun),” ujarnya mantap.

Ia tidak menampik banyak tokoh termasuk parpol yang mendorongnya untuk mencalonkan diri pada Pilkada. Penolakannya terhadap niat baik tersebut bukan berarti dia tidak siap atau belum bersedia, namun telah bertekad ingin melanjutkan karier di PNS sampai tuntas. “Sejak pertamakali kita diangkat menjadi PNS, kita sudah putuskan untuk memberikan pengabdian hingga akhir masa tugas,” tandasnya. Saat ditanya bagaimana jika dalam perjalanan berubah pikiran ? Haji Rasyidi kembali menegaskan tidak akan meresponnya. “Saya tetap di PNS,” pungkasnya.

Ir H Mokhlis M.Si
Ir H Mokhlis M.Si

Sebelumnya ada tiga nama dari kalangan birokrat yang santer disuarakan karena memiliki kans untuk memimpin Sumbawa pada lima tahun mendatang. Mereka adalah Drs H Rasyidi (Sekda Sumbawa), Ir H Mokhlis M.Si (Kadis Pertanian NTB) dan H Saad Abdullah ST (Kadis PU Sumbawa). Dengan adanya sikap Haji Rasyidi untuk tidak akan maju pada Pilkada mendatang, secara tidak langsung semakin menguatkan kans Haji Mokhlis dan Haji Saad untuk bertarung karena satu saingannya sudah berkurang.

Kadis PU Sumbawa, H Saad Abdullah ST
Kadis PU Sumbawa, H Saad Abdullah ST

Mokhlis dan Saad

Dua birokrat ini dinilai sangat layak karena dari sisi kepemimpinan di birokrasi sama-sama sukses. Bedanya Haji Saad di setiap kesempatan terang-terangan mengikrarkan diri maju pada Pilkada yang katanya akan diusung Partai Hanura. Selain itu PPP Sumbawa juga secara vulgar memberikan dukungan kepada Haji Saad sebagai figur dari kalangan eksternal.

Haji Saad terbilang menjadi orang terkuat di birokrasi, ini cukup beralasan mengingat dia tercatat sebagai birokrat yang berada di ‘ring satu’ pemerintahan JM-Arasy. Apalagi jabatannya sebagai Kadis PU dinilai sangat prestisius karena memenej program pembangunan di Kabupaten Sumbawa. Sejarah juga telah mencatat Haji Saad merupakan tokoh yang mampu mengendalikan dan ahli dalam pengerahan massa. Sepak terjangnya ketika masih muda dulu sudah menjadi rahasia umum, dan dari tangannya banyak muncul sejumlah aktivis yang sebagiannya telah menjadi orang sukses. Sebut saja Syamsul Fikri, Muhammad Yamin (Abe) dan lainnya. Potensi yang dimiliki Haji Saad menjadi modal besar baginya dalam bertarung di pentas politik.

Baca Juga  Kenaikan Iuran BPJS Bebani Daerah, Fraksi PKS KSB Minta Tinjau Ulang

Lain Haji Saad lain juga Haji Mokhlis. Sosok birokrat santun, intelek dan religius ini menjadi salah satu figur yang sangat layak diperhitungkan. Karier birokrasi jebolan pasca sarjana Fakultas Ekonomika Pembangunan Universitas Gajah Mada (UGM) ini terbilang gemilang. Haji Mokhlis telah mengabdikan diri sebagai birokrat selama 25 tahun dengan memulai karier PNS di Dompu selama beberapa tahun. Selanjutnya pulang kampung meningkatkan taraf ekonomi para petani sebagai Field Manager Irigasi Mama’ dan Kakiang-Soil and Fertilizer (Tanah dan Pemupukan) serta Water Managent (Pengelolaan air di tingkat usaha tani). Pria yang dikenal cerdas ini kemudian dipercaya sebagai Pimpinan Bagian Proyek (Pimbagpro) Perintisan Transmigrasi Labangka 1, 2, 3 dan 4 bidang pertanian. Kariernya terus menanjak dan semakin dekat dengan pusat kekuasaan setelah menjabat Kepala Bidang Ekonomi (Kabid) Ekonomi Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Sumbawa, lalu dipromosikan menjadi Kepala Dinas Kehutanan dan Perkebunan (Dishutbun) Kabupaten Sumbawa. Mokhlis juga pernah merintis pembangunan di Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) yang saat itu baru dimekarkan dari kabupaten induk. Di daerah Kemutar Telu tersebut, suami dari Ir Yusmi Zustia ini dipercaya sebagai Kepala Dinas Kehutanan KSB. Jabatan itu disandangnya selama 2 tahun sekaligus menyumbangkan ilmu akademiknya dengan menjadi Dosen Universitas Cordova (Undova). Mengingat tenaga dan pemikirannya sangat dibutuhkan bagi pembangunan di Kabupaten Sumbawa, Mokhlis kembali ditarik Bupati Sumbawa, Drs H Jamaluddin Malik sebagai Kepala Dinas Kehutanan dan Perkebunan (Dishutbun) Kabupaten Sumbawa. Reposisi jabatan pun terjadi, Mokhlis digeser menjadi Kepala Badan Penanaman Modal dan Lingkungan Hidup (BPM-LH) Kabupaten Sumbawa. Ditempat ini Mokhlis menggagas program “Duta Investasi” dalam rangka menjaring putra-putri daerah untuk ikut andil mempromosikan potensi dan memancing investasi terutama di bidang pariwisata maupun potensi lainnya yang dimiliki Kabupaten Sumbawa. Saat itulah dinas yang kerap dijadikan momok oleh para pejabat karena imejnya sebagai tempat buangan seketika bergairah menjadi instansi yang sangat berperan dalam memajukan pembangunan baik di bidang investasi maupun lingkungan hidup. Dari tangan dinginnya, Mokhlis berhasil mempersembahkan penghargaan Adipura I kepada daerah. Sebagai bagian dari staf dalam mendukung Pemerintah JM-MJ (saat itu) kebijakan pimpinan daerah pun berubah. Dengan hak prerogatifnya, Bupati Sumbawa Drs H Jamaluddin Malik melakukan mutasi, menarik Mokhlis menjadi salah satu Staf Ahli Bupati Bidang Pembangunan. Jabatan yang nyaris tanpa aktivitas dan sudah pasti tanpa staf ini dilakoni Mokhlis dengan enjoy dan hati yang ikhlas. Mokhlis mampu menggairahkan keadaan yang bisa membuat stress ini dengan mendorong peran strategis Staf Ahli, di antaranya mengusulkan kepada pemerintah pusat untuk merevitalisasi fungsi Pelabuhan Badas sebagai salah satu simpul ekonomi Sumbawa. Perlahan tapi pasti, usulan itu bakal terealisasi pada Tahun 2011 karena APBN mengucurkan dana miliaran rupiah. Rupanya pemimpin tidak buta, potensi yang dimiliki Mokhlis mendorong Baperjakat (Badan Pertimbangan Jabatan dan Kepangkatan) untuk menempatkannya pada posisi Asisten I  Pemerintah Setda Sumbawa.

Baca Juga  Pilkada Sumbawa 2015 Digelar Secara Langsung

Pengabdian dan dedikasi Mokhlis dalam membangun daerah rupanya dilirik Pemerintah Propinsi NTB. Secara tak terduga Gubernur NTB Tuan Guru Bajang (TGB) H Zainul Majdi MA mempromosikannya sebagai Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Propinsi NTB. Yang membanggakan lagi pejabat yang pandai membaca Al Quran ini ditunjuk Gubernur NTB menjadi Penjabat Bupati Sumbawa pada 15 Nopember 2010, hingga dilantiknya Bupati dan Wakil Bupati definitive Drs H Jamaluddin Malik—Drs H Arasy Muhkan. Amanat ini dijalankan Mokhlis selama 2 bulan 2 hari. Meski terbilang singkat, namun birokrat sejati ini telah mampu meletakkan pemikiran dasar pembangunan di Tana Samawa yang merupakan tanah kelahirannya. Keberhasilan terbesarnya adalah sukses mengantarkan pesta demokrasi pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Sumbawa periode 2010–2015 yang cukup menyita waktu, tenaga, perhatian dan materi. Di samping itu figure kharismatik ini mampu menjaga predikat Kabupaten Sumbawa sebagai daerah paling kondusif di NTB. Segudang prestasi yang mengharumkan nama Sumbawa juga terukir dalam waktu singkat itu. Diantaranya mengantarkan dua Desa yakni Desa Berora Kecamatan Lopok dan Desa Pernek Kecamatan Moyo Hulu mewakili NTB di tingkat nasional. Untuk Desa Berora berhasil meraih Juara 1 tingkat Propinsi Lomba PHBS (Perilaku Hidup Bersih dan Sehat) dan Lomba Lingkungan Sehat. Juara 1 Lomba Rancang Pakaian Tenun Daerah Tingkat Porpinsi. Ketiga Prestasi ini mewakili NTB di tingkat nasional.

Setelah berhasil menjalankan amanah sebagai Penjabat Bupati, Mokhlis ditarik kembali ke propinsi. Setelah cukup lama berkutat dengan tugasnya mengurus TKI, Mokhlis digeser menjadi Kepala Arsip dan Perpustakaan Daerah NTB. Kepercayaan Gubernur pun terus melekat pada dirinya. Gerbong mutasi yang bergerak sebulan yang lalu mengantarkan nama Mokhlis menjadi Kepala Dinas Pertanian—jabatan yang dianggap paling pas dari keilmuwan dan pengalaman birokrasinya selama ini. Dengan jabatan barunya memberikan keleluasaan bagi Mokhlis untuk mensejahterakan para petani terutama di Kabupaten Sumbawa. Menurutnya,

tidak ada alasan pemerintah untuk tidak mengutamakan pertanian. Karena pertanian adalah urat nadi peradaban umat manusia. Ketika petaninya sejahtera, maka masyarakat dan daerahnya pasti makmur. “Balong ai kayu, telas kebo jaran, mole pade antap,” cetusnya.

Kesuksesan karier dan kepemimpinan yang dilakoni Mokhlis selama ini menjadi bukti kelayakannya untuk diusung pada Pilkada mendatang. (*) Baca juga di Gaung NTB

iklan bapenda