Ngemil Ekstasi, Residivis Narkoba Diringkus Polisi

oleh -12 views
bankntb

Sumbawa Besar, SR (14/02)

EBR alias Eko, kembali berurusan dengan pihak kepolisian. Hal ini setelah pengusaha rumah makan yang pernah mendekam di balik jeruji besi karena terjerat kasus narkoba kembali tertangkap Kamis (12/2) malam. Eko tertangkap di kediamannya Gang Dinamika Kelurahan Brang Biji dalam kasus yang sama bersama seorang rekannya berinisial AN—oknum Pegawai Negeri Sipil (PNS). Dari tangannya Tim Satuan Reserse Narkoba Polres Sumbawa menyita tiga butir pil ekstasi yang dibungkus menggunakan plastik obat warna bening, sepucuk senjata Air Shofgun bersama sebungkus peluru plastik dan 4 butir pelor. Selain itu polisi juga menemukan tiga bungkus plastik berisi butiran kristal yang diduga shabu. Untuk memastikannya, polisi akan membawa butiran tersebut ke Mataram guna dilakukan ujilab.

amdal

Kapolres Sumbawa yang dikonfirmasi melalui Kasubag Humas, IPTU Waluyo, Jumat (13/2), membenarkan adanya penangkapan dua orang tersebut. Bermula dari penyelidikan yang dilakukan Tim Satres Narkoba dan ditindaklanjuti dengan upaya penggerebekan sekitar pukul 22.00 Wita. Saat digeledah, polisi menemukan tiga butir pil ekstasi di dalam senter kecil yang dikaitkan dengan kunci mobil tergeletak di atas meja tamu dan sepucuk senjata api jenis Air Shofgun. Dari sejumlah barang bukti yang ditemukan di TKP, keduanya digelandang untuk dilakukan tes urine. Hasilnya dinyatakan positif.

Dalam pemeriksaan, Eko mengaku semua barang bukti tersebut adalah miliknya yang diperoleh dari seseorang. Sebenarnya pil ekstasi itu ada 4 butir, namun satu butir sudah dikonsumsi. Dan semua barang bukti itu tidak ada sangkut pautnya dengan AN yang kebetulan malam itu sedang bertamu di kediamannya. Terhadap hasil pemeriksaan ini, Eko telah ditetapkan sebagai tersangka. Eko dijerat pasal 59 ayat (1) huruf e junto pasal 62 UU No. 5 Tahun 1997 tentang Psikotropika karena tanpa hak memiliki menyimpan dan atau membawa psikotropika golongan I berupa ekstasi.

Baca Juga  Karsiman--Harmono Juara Tenis "Merdeka" Polres Sumbawa

Bagaimana dengan AN yang hasil tes urinenya positif narkoba ? Waluyo—akrab mantan Kapolsek Buer ini disapa, menyatakan masih berstatus saksi. Namun AN mengaku mengkonsumsi narkoba jenis shabu sehari sebelumnya di lokasi berbeda. “Untuk sementara dia masih berstatus sebagai saksi dan keterangannya terus didalami,” demikian Waluyo. (*) Baca juga di Gaung NTB

iklan bapenda