Kadis Dikpora NTB Palsu Nyaris Tipu Sejumlah Sekolah

oleh -0 views
bankntb

Sumbawa Besar, SR (14/02)

Aksi penipuan dengan mencatut nama pejabat masih saja terjadi. Kali ini sasarannya sejumlah TK di Kabupaten Sumbawa. Seperti yang dialami TK Kemala Bhayangkari Sumbawa yang kebetulan akan mewakili NTB di tingkat nasional untuk Lomba Sekolah Sehat (LSS). Oknum penipu itu mencatut nama Kepala Dinas Dikpora NTB mengabarkan TK milik Polri ini mendapat dana bantuan persiapan mengikuti LSS sebesar Rp 75 juta. Uang itu akan diberikan setelah TK tersebut mengirim nomor rekening serta sejumlah persyaratan lainnya. Hal ini diakui Kepala TK Kemala Bhayangkari Sumbawa, Magdalena yang ditemui di ruang Kapolres Sumbawa, Jumat (13/2).

amdal

Dituturkan Lena—akrab kepala TK ini disapa, pagi itu dia dihubungi seseorang yang mengaku dari Dikpora NTB menginformasikan bahwa TK Bhayangkari salah satu dari 14 sekolah yang mendapatkan dana bantuan Rp 75 juta untuk persiapan LSS. Khabar ini membuat Lena melonjak kegirangan. Apalagi bantuan itu sangat pas dengan kebutuhan mereka dalam mempersiapkan dan membenahi sekolahnya untuk menyambut penilaian Tim LSS Pusat. “Tidak ada curiga sedikit pun karena penelpon ini sangat mengetahui tentang lomba,” aku Lena didampingi sejumlah pengurus Yayasan Kemala Bhayangkari.

Penelpon yang menghubungi melalui nomor 085843929 ini tidak menyebutkan nama tapi mengaku sebagai ajudan Kadis Dikpora NTB. Untuk informasi lebih lanjut sang ‘ajudan’ memintanya langsung menghubungi Kadis Dikpora ke nomor 087843068692. Saat dihubungi, Kadis Dikpora yang mengaku bernama H Rosiadi Sayuti mulai melancarkan aksinya. Mulanya oknum ini menanyakan tentang kebutuhan TK dalam persiapan lomba sekolah sehat, kemudian menanyakan rekening bank. Dalam percakapan via handphone ini, Lena menyebutkan memiliki beberapa rekening yakni rekening lembaga, TK dan pribadi. Rupanya oknum penipu ini lebih tertarik meminta nomor pribadi. Lena pun masih belum memberikannya karena harus berkonsultasi dulu dengan Pembina dan Ketua Yayasan Kemala Bhayangkari Sumbawa. “Dia meminta saya untuk tidak perlu melapor ke ketua yayasan, kecuali uangnya sudah ditransfer ke rekening saya baru saya diminta untuk lapor,” ucap Lena.

Baca Juga  Sempat Buron, Pembacok Wartawan di Bogor Terciduk di Bima

Oknum penipu ini juga meminta agar tidak menginformasikan bantuan ini ke Pemda Sumbawa. Meski demikian Lena belum juga memberikan nomor rekening, dan langsung menuju kediaman Kapolres untuk menemui Ketua Yayasan, Ny Anna Karsiman (istri Kapolres). “Saya perlu menyampaikan khabar bahagia itu, karena bantuan ini cukup besar,” kata Lena.

Lena sempat juga menginformasikan khabar itu kepada suaminya yang kebetulan anggota polisi yang berdinas di Polsek Moyo Hulu. Oleh suaminya meminta Lena untuk tidak menggubris penelepon itu karena diduga seorang penipu. Benar saja, saat dikonfirmasi dengan pihak Dikpora NTB, ternyata tidak ada bantuan dimaksud.

Kapolres Sumbawa, Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP) Karsiman SIK MM yang dikonfirmasi, membenarkan adanya aksi penipuan via telepon. Penipu yang mengaku Kadis Dikpora ini mengabarkan soal bantuan yang akan diberikan kepada TK Bhayangkari dan ujung-ujungnya meminta dikirimkan nomor rekening. Tapi belum sempat beraksi lebih jauh, aksi oknum ini terungkap. Karenanya Kapolres menghimbau masyarakat apabila ada oknum yang mengaku pejabat manapun yang menghubungi via telepon meminta sejumlah uang untuk tidak dipercaya. Sebelum memenuhi permintaan sang penelpon harus diricek untuk memastikan kebenarannya. (*) Baca juga di Gaung NTB

iklan bapenda