Kapolres Marah Pejabat Sudutkan Polisi

oleh -17 views
bankntb

Sumbawa Besar, SR (14/02)

Kapolres Sumbawa, AKBP Karsiman SIK MM
Kapolres Sumbawa, AKBP Karsiman SIK MM

Pasca terjadinya aksi massa yang menewaskan terduga pencuri ternak di wilayah Ulu Air, Dusun Ai Bari, Desa Kukin, Kecamatan Moyo Utara belum lama ini, aparat kepolisian bersama masyarakat terus melakukan patroli. Bahkan setiap harinya 30 personil dari Tim UKL (Unit Kecil Lengkap) Polres Sumbawa diterjunkan untuk memback-up jajaran Polsek Moyo Hilir dibantu beberapa anggota TNI dan masyarakat. Sepanjang malam hingga pagi hari, tim tersebut melakukan patroli di pesisir pantai dan sejumlah tempat yang dianggap rawan. Upaya polisi dalam memberikan pengamanan dan membuat masyarakat setempat nyaman, justru dipandang sebelah mata oleh oknum-oknum tertentu. Malah masih ada yang meniadakan kerja keras aparat tersebut dengan berkoar dari balik meja. Padahal suara sumbangnya itu tidak sesuai fakta di lapangan.

amdal

Hal ini diakui Kapolres Sumbawa, Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP) Karsiman SIK MM dalam menyikapi kritikan tak berdasar salah seorang oknum pejabat.

Menurut Karsiman—akrab Kapolres disapa yang ditemui di ruang kerjanya, Selasa (10/2), bahwa masalah keamanan adalah tugas bersama. Tentunya pemahaman ini bukan slogan semata dan diumbar melalui ucapan, melainkan harus ada tindakan nyata. Selama ini aparat keamanan dan masyarakat hanya bekerja sendiri dalam menjaga kondusifitas wilayah. Beberapa oknum dari kalangan eksekutif maupun legislative hanya memberikan dukungan sebatas ucapan. Ini dibuktikan karena selama dirinya menjabat sebagai Kapolres Sumbawa hampir dua tahun, kerap mendengar janji-janji manis akan adanya tambahan kelengkapan sarana prasarana dalam rangka menjaga keamanan terutama wilayah pesisir untuk mencegah pencurian ternak dan lainnya di daerah ini. Misalnya pengadaan kapal, perahu dan pos pengamanan. Tapi sampai sekarang tidak ada satupun yang terealisasi. Aparat dan masyarakat bahu membahu menjaga wilayah ini agar tetap aman. “Kami dan masyarakat hanya diberikan angin surga dengan retorika yang tanpa realita. Ironisnya lagi, mereka sangat pintar bicara dengan menyalahkan pihak lain, memprovokasi dan mengkritisi tanpa solusi. Ini sangat tidak bijaksana,” sesal Kapolres.

Baca Juga  Curi Ternak Betina Tertangkap Polisi, Satu Pelaku Anak-anak

Banyak oknum yang pandai mengkritik hanya berdasarkan setitik informasi yang dia sendiri tidak yakin kebenarannya. Karenanya Ia meminta semua pihak untuk berbuat dengan menunjukkan bukti nyata bahwa mereka juga memiliki kepedulian. Tapi bukan kepedulian sebatas wacana, suara-suara dan janji-janji. “Kalau aparat keamanan TNI dan Polisi bersama masyarakat selalu siap terjun ke lapangan. Bagi yang tidak mampu turun langsung tapi memiliki power dalam menentukan kebijakan, mohon dukungannya agar dapat dirasakan masyarakat dan aparat sehingga kegiatan di lapangan dapat berjalan maksimal,” ujarnya.

Di bagian lain Kapolres Sumbawa, AKBP Karsiman SIK MM memberikan klarifikasi soal keberadaan petugas Polair. Untuk diketahui, Polair hanya memiliki satu kapal dan dua perahu berukuran mini yang operasionalnya masih sangat rendah. Dalam melaksanakan tugasnya, petugas tidak hanya menjaga satu pantai tapi seluruh perairan di wilayah hukum Sumbawa, yang 15 kecamatannya merupakan daerah pesisir. “Jadi tidak hanya mengontrol dan berpatroli di satu titik, semua titik akan disambangi. Mungkin dalam waktu-waktu tertentu dan kasuistis petugas kita datang terlambat. Ini karena mereka bergerak menggunakan sarana lain. Mohon dimaklumi,” ucapnya.

Kondisi ini tentu harus menjadi perhatian semua pihak dalam rangka mempercepat gerakan aparat dalam mencegah tindak kejahatan di laut maupun di darat. “Jadi bukan saatnya bicara, tapi bertindak dan memberikan dukungan nyata,” pungkasnya.  (*) Baca juga di Gaung NTB

iklan bapenda