Ayo Rebut Peluang, Disdukcapil Isbhat Nikah 400 Pasutri

oleh -0 views
bankntb

Sumbawa Besar, SR (14/01)

Isbhat NikahDinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Sumbawa pada tahun ini memprogramkan Isbhat Nikah bagi 400 pasangan suami istri yang tersebar di 6 kecamatan di antaranya Kecamatan Buer, Unter Iwes, Moyo Hilir, Lunyuk dan Badas.

amdal

Isbhat nikah ini seperti disampaikan Kadis Dukcapil setempat, Ir H Zulqifli, hanya diperuntukkan bagi pasangan suami istri yang melaksanakan pernikahan pertamanya, selain itu ditujukan untuk keluarga tidak mampu serta memiliki anak namun belum memiliki akte kelahiran (diutamakan anak usia sekolah). “Isbhat Nikah ini gratis. Semua biaya ditanggung pemerintah,” ujarnya.

Dalam Isbhat Nikah ini, Disdukcapil menggandeng Pengadilan Agama (PA), KUA di masing-masing kecamatan dan pemerintah kecamatan setempat.  Untuk memberikan kemudahan kata Haji Zul—sapaan akrabnya, nantinya Hakim dan Panitera bahkan turun langsung ke lapangan untuk melaksanakan sidang keliling. “Sidang Isbhat Nikah ini rencananya dilakukan per kecamatan. Insya Allah, kita upayakan dilaksanakan bulan April nanti,” tandasnya.

Sebelum dilaksanakan pihaknya akan melakukan koordinasi terlebih dahulu baik dengan PA, KUA maupun pemerintah kecamatan untuk menentukan jumlah pasangan yang di Isbhat Nikahkan nanti, termasuk waktu pelaksanaannya.

Isbhat Nikah ini menurut Haji Zul, selain untuk membantu keluarga tidak mampu juga merupakan salah satu upaya pemerintah untuk memecahkan masalah khususnya mengenai administrasi kependudukan. Terlebih saat ini, Akte Kelahiran selain KTP dan KK sangat dibutuhkan dan Akte Kelahiran tersebut, tidak akan pernah ada sepanjang pasangan suami istri tidak memiliki buku nikah.

Baca Juga  Dahlan Iskan dan Doktor Zul, Dua Figur Berjasa

Karena itu Haji Zul, berharap setelah melakukan Isbhat Nikah nanti, mereka dapat segera mengurus Akte Kelahiran anaknya, supaya status dan hak-hak dasar masyarakat atas dokumen kependudukan bisa terpenuhi.

Disinggung tentang blangko Akte Kelahiran, Haji Zul menambahkan stok saat ini masih cukup. Saat ini masih tersedia 15.000 lembar blangko hasil pengadaan Tahun 2014 lalu termasuk bantuan pusat dan provinsi. “Untuk pembuatan Akte Kelahiran jangan khawatir, stok yang ada masih cukup. Itu belum ditambah lagi pengadaan untuk tahun 2015 sebanyak 5000 lembar,” pungkasnya. (*) Baca juga di Gaung NTB

iklan bapenda