Pasukan Katak Siap Berantas Kejahatan Laut

oleh -24 views
bankntb

Sumbawa Besar, SR (09/02)

Marinir 1Beragam kejahatan melalui jalur laut di wilayah Perairan Sumbawa bakal teratasi. Sebab dalam waktu dekat puluhan Pasukan Katak dari Kesatuan Khusus Marinir akan diterjunkan dalam kegiatan NKRI Koridor Kepulauan Nusa Tenggara di Kabupaten Sumbawa selama empat bulan dari Februari hingga Juni 2015. Untuk tahap awal, sebanyak 60 personil yang diangkut menggunakan Pesawat Hercules telah diterjunkan melalui Bandara Sultan Kaharuddin, Sabtu (7/2). Pasukan yang didampingi sejumlah akademisi dari berbagai perguruan tinggi di Tanah Air ini akan melakukan kegiatan penjelajahan dan penelitian.

amdal

Seperti diketahui kejahatan laut yang kerap terjadi di Sumbawa adalah pengeboman ikan dan pencurian ternak. Dua kejahatan ini sangat meresahkan masyarakat terutama nelayan dan para peternak. Sebagian besar aksi ini dilakukan para pelaku yang berasal dari luar daerah. Selain itu penyelundupan kayu illegal juga sering terjadi melalui jalur laut. Hal ini diperparah dengan pengamanan laut yang nyaris tidak berfungsi. Meski ada petugas Polair dan TNI AL, namun tidak dapat berbuat maksimal karena alasan minimnya dana operasional.

Kabag Ops Ekspedisi Letnan Kolonel (Letkol) Inf Yuri Elias Mamay yang ditemui di Wisma Daerah, mengatakan pasukan katak ini akan diterjunkan untuk mengamankan wilayah perairan di Nusa Tenggara. “Pasukan ini berjumlah 30 personil yang akan tiba di Sumbawa beberapa hari mendatang,” sebut Letkol Yuri—akrab perwira ini disapa.

Baca Juga  Tidak Diberi Uang, Kejar Pedagang Pakai Sajam

Untuk menangani kejahatan laut di Sumbawa seperti informasi yang diterimanya, menurut Letkol Yuri, bisa saja dilakukan tergantung komunikasi yang dilakukan pemerintah daerah dan Dandim 1607. Sebab keberadaan semua pasukan yang terlibat dalam kegiatan Ekspedisi NKRI termasuk pasukan katak sudah berada di bawah komando Dandim, Letkol Inf. Agus Supriyanto selaku Dansub Korwil wilayah Sumbawa. “Kami hanya datang menyerahkan pasukan dan kini berada di bawah koordinasi Dandim,” ungkapnya.

Dalam kesempatan itu Letkol Yuri menyampaikan bahwa ekspedisi ini berupa penjelajahan dan  penelitian kehutanan, geologi, potensi bencana, sosial budaya dan komunikasi sosial, serta aspek pengabdian masyarakat yang akan difokuskan pada kegiatan pelestarian alam, peningkatan wawasan kebangsaan dan bela negara, penyuluhan KB dan keluarga prasejahtera, bakti sosial dalam rangka membantu percepatan pembangunan di wilayah. “Semua bertujuan untuk meningkatkan potensi pertahanan nasional,” tandasnya seraya menambahkan kegiatan ekspedisi ini juga dihajatkan untuk menambah wawasan kebangsaan, membangun infrastruktur di pedalaman daerah tertinggal dan meningkatkan daerah pariwisata sekaligus mendata maupun meneliti sumber daya alam untuk kesejahteraan rakyat. (*) Baca juga di Gaung NTB

 

iklan bapenda