Terduga Maling Ternak Tewas Dibantai Massa

oleh -22 views
bankntb

Sumbawa Besar, SR (05/02)

BB yang ditemukan di TKP
BB yang ditemukan di TKP

H Ali Adi Maktal (36) tewas dibantai massa. Sekujur tubuhnya bersimbah darah dan dipenuhi luka tebasan senjata tajam. Aksi massa gabungan sejumlah desa di wilayah Kecamatan Moyo Utara, Selasa (3/2) malam ini karena menduga pria asal Desa Kidang, Kecamatan Praya Timur, Kabupaten Lombok Tengah tersebut bagian dari kawanan pencuri ternak yang selama ini beraksi dan meresahkan masyarakat setempat. Sedangkan 20-an rekan Haji Ali yang kabur ke arah pegunungan wilayah Ai Bari, kini dalam pengepungan ribuan massa bersenjata tajam yang datang dari segala penjuru desa.

Aksi pembantaian ini terjadi berawal dari patrol pengamanan yang dilakukan masyarakat bersama TNI dan Polri di wilayah Dusun Limung dan sepanjang pesisir Moyo Utara. Sebab beberapa minggu ini sudah banyak ternak warga yang hilang. Saat melintas di lokasi Ulu Air sekitar pukul 22.00 Wita, warga dan aparat dilempari batu serta diduga petasan berukuran besar karena menimbulkan suara ledakan dari balik semak belukar. Rupanya ada sekitar 20 orang bersembunyi. Serangan mendadak ini memaksa polisi melepas tembakan peringatan ke udara. Sekelompok orang yang diduga kawanan ternak yang berada di balik semak inipun lari kocar-kacir. Warga pun tak tinggal diam melakukan pengejaran. Salah satu dari terduga ini terpisah dari kelompok sehingga terkepung. Seperti dikomando warga secara membabi buta membantai pria yang belakangan diketahui bernama H Ali Adi Maktal asal Loteng. Warga menduga kuat sekelompok orang itu termasuk terduga adalah pelaku pencurian ternak. Pasalnya di lokasi di temukan beberapa ekor kerbau milik warga, sepertinya mereka hendak menunggu kapal jemputan. Selain itu beberapa gulung tali yang diduga digunakan untuk mengikat dan menyeret ternak hasil pencuriannya. Pengejaran warga pun tak pernah berhenti. Warga bersama aparat kepolisian dan TNI saat ini tengah mengepung wilayah hutan setempat yang diyakini tempat persembunyian kawanan yang kabur. Bahkan informasi yang diperoleh, beberapa desa tidak hanya di Moyo Utara namun juga Moyo Hilir, Lopok dan Lape sudah bergabung. Hingga berita ini naik cetak, pengamanan di sekitar hutan untuk menutup jalan keluar kawanan asal luar daerah tersebut masih terus dilakukan.

Baca Juga  24 Kantong Jenazah Kecelakaan Lion Air Sudah di RS Polri Kramat Jati

Kapolres Sumbawa, Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP) Karsiman SIK MM yang dikonfirmasi kemarin mengatakan, masih menyelidiki kebenaran informasi bahwa pria yang tewas dibantai massa adalah salah satu kawanan pencurian ternak. Kapolres mengaku menerima informasi sebelum kejadian ini ada perahu mencurigakan menurunkan sejumlah orang di pesisir pantai tidak jauh dari TKP. Namun pihaknya belum dapat menyimpulkan apakah mereka merupakan kawanan pencurian ternak yang selama ini kerap beraksi. “Ini masih dalam penyelidikan,” jelasnya.

Terkait dengan jasad warga Loteng yang sempat disemayamkan di kamar mayat RSUD Sumbawa tersebut, Kapolres mengaku telah diserahkan kepada keluarganya untuk segera dimakamkan. (*) Baca juga di GAUNG NTB

iklan bapenda