Darurat Bencana, Sumbawa Gelar Rapat Koordinasi

oleh -0 views
bankntb

Sumbawa Besar, SR (05/02)

Ir Mukmin M.Si, Kepala BPBD Sumbawa
Ir Mukmin M.Si, Kepala BPBD Sumbawa

Tingginya curah hujan akhir-akhir ini berpotensi terjadinya bencana banjir dan tanah longsor. Apalagi belum lama ini musibah banjir sudah terjadi di Kabupaten Dompu—daerah tetangga yang berbatasan langsung dengan Sumbawa. Tentunya kondisi ini patut diwaspadai dan pemerintah daerah harus mengambil langkah-langkah antisipasi agar nantinya resiko dari bencana yang terjadi dapat diminimalisir. Karenanya Pemerintah Kabupaten Sumbawa melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) menggelar Rapat Koordinasi Status Siaga Darurat Bencana Banjir dan Tanah Longsor di aula kantor BPBD setempat, Rabu (4/2).

Hadir dalam rakor tersebut, perwakilan Dikes, Kehutanan, BPMLH, Ketahanan Pangan, Dinas Sosial, Satpol PP, TNI, Polri, Kabag Administrasi Pemerintahan, dan sejumlah pejabat BUMN. Rakor yang dipimpin Kepala BPBD Kabupaten Sumbawa Ir Mukmin M.Si tersebut membahas tentang langkah–langkah yang akan ditempuh pemerintah daerah untuk pencegahan, penanggulangan, dan rehabilitasi korban bencana.

Kepala BPBD Ir Mukmin dalam kesempatan itu meminta masyarakat untuk melakukan pencegahan bencana dengan selalu menjaga kebersihan lingkungan termasuk saluran air dan sungai. Selain itu, dihimbau untuk selalu menjaga kelestarian hutan dengan tidak melakukan penebangan liar, dan aktivitas illegal lainnya yang berpotensi pemicu terjadinya bencana.

Mukmin juga mengingatkan Dinas Kesehatan untuk melakukan langkah-langkah antisipasi penyebaran penyakit baik yang ditimbulkan dari curah hujan maupun pasca bencana. Seperti fogging untuk memberantas penyebaran malaria dan demam berdarah.

Baca Juga  UNSA Tolak Keberadaan STP di UTS

Kepada Dinas PU, juga diharapkan dapat merehabilitasi saluran–saluran air dan Daerah Aliran Sungai (DAS) sehingga tidak terjadi hambatan atau pendangkalan yang menyebabkan meluapnya air meredam pemukiman penduduk. Di samping menghimbau sejumlah dinas instansi, Mukmin meminta pengusaha tambak yang memiliki tambak yang tidak difungsikan lagi, untuk memperhatikan genangan air yang bisa menjadi factor penyebab munculnya penyakit. (*) Baca juga di Gaung NTB

iklan bapenda