Digugat Pengacara, Kapolres dan Kajari Tenang-tenang Saja

oleh -15 views
Indi Saat Tolak Eksekusi Bangunan
bankntb

Sumbawa Besar, SR (03/02)

Dulu nangis dlm pelukan Kapolres, sekarang ancam Gugat Kapolres
Dulu nangis dlm pelukan Kapolres, sekarang ancam Gugat Kapolres

Ancaman Indi Suryadi SH—seorang pengacara di daerah ini untuk mempraperadilankan Kapolres Sumbawa dan Kajari Sumbawa ditanggapi santai dua pimpinan penegak hukum tersebut. keduanya mempersilahkan Indi melakukan upaya tersebut karena merupakan hak setiap warga negara. Untuk diketahui ancaman ini muncul setelah Indi dan dua saudaranya Lili Suryadi dan Mun Mun Candia ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus dugaan tindak pidana memasuki rumah, ruangan atau pekarangan yang sudah sah milik Kho Tung Hwa alias Jayadi. Terhadap perbuatan itu penyidik Reserse dan Kriminal (Reskrim) Polres Sumbawa menjeratnya dengan pasal 167 ayat (1) KUHP. Bahkan kasus ini siap disidangkan menyusul berkas perkaranya dinyatakan lengkap (P21) oleh pihak Kejaksaan Negeri Sumbawa. Kejaksaan hanya menunggu pelimpahan berkas tahap kedua disertai tersangka dan barang bukti.

amdal

Kapolres Sumbawa, Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP) Karsiman SIK MM yang dikonfirmasi Selasa (3/2), mempersilahkan Indi mengajukan gugatan praperadilan karena merupakan haknya. Penetapan tersangka terhadap Indi dan dua saudaranya sudah melalui proses penyelidikan dan penyidikan. Dari proses ini ditemukan bukti permulaan yang cukup sehingga penyidik menetapkan status tersangka terhadap ketiganya. Mengenai tindaklanjut dari penetapan tersangka apakah terpenuhi untuk dilakukan penahanan, Kapolres mengatakan akan melihat unsur pasal yang dilanggar. “Kalau unsur pasalnya bisa ditahan, ya kami tahan,” ucap Kapolres.

Terkait dengan keluhan Indi terhadap laporan yang dilayangkan namun tidak diproses polisi, menurut Kapolres, bahwa yang dilaporkan berkaitan dengan obyek yang sebelumnya disengketakan namun kini sudah memiliki kekuatan hukum dan telah dieksekusi. Apalagi obyek itu sudah sah sebagai milik Jayadi. “Apanya yang mau diproses,” ujar Kapolres.

Baca Juga  Dua Perantau Tega Curi Motor Teman Sekampung
Kajari Sumbawa Sugeng Hariadi SH MH
Kajari Sumbawa Sugeng Hariadi SH MH

Sementara Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Sumbawa, Sugeng Hariadi SH MH yang ditemui terpisah, juga mempersilahkan Indi mengajukan gugatan praperadilan. “Itu hak dia, monggo,” kata Kajari.

Upaya Indi Cs dinilainya sebagai salah satu bentuk mengkritisi kinerja aparat penegak hukum. Karenanya tidak ada persoalan dan siap meladeninya.

Kajari membantah pihaknya terlalu gegabah dalam menyatakan berkas perkara Indi Cs lengkap (P21). Dalam melaksanakan tugas, pihaknya melakukan secara professional dan transparan. Apabila penyidik kepolisian menyampaikan berkas, dan ketika diteliti jaksa belum lengkap maka akan kembalikan lagi kepada penyidik kepolisian disertai dengan petunjuk-petunjuk. “Untuk kasus ini beberapa kali bolak-balik berkas, karena hasil penelitian masih terdapat kekurangan sehingga berkas dikembalikan untuk dilengkapi,” aku Kajari.

Ketika hasil penelitian terhadap berkas sudah dinyatakan lengkap, maka kejaksaan wajib menyampaikannya kepada penyidik kepolisian untuk ditindaklanjuti dengan pengiriman berkas perkara tahap kedua beserta tersangka dan barang bukti. “Inilah prosedur yang diatur dalam KUHAP. Bila berkas belum lengkap harus disampaikan, demikian ketika unsur-unsur pasalnya sudah terpenuhi ya kita P21. Inilah bentuk profesionalnya kita dalam membaca berkas yang disodorkan penyidik kepolisian,” jelasnya.

Menurut Kajari, penetapan tersangka terhadap Indi Cs masih asas praduga tak bersalah, kaeran kebenaran dari perbuatannya akan dibuktikan di pengadilan. “Kita buktikan saja di pengadilan nanti,” pungkasnya. (*) Baca juga di Gaung NTB

iklan bapenda