PT ABASA Kembali Dilabrak Debitur

oleh -14 views
Sejumlah debitur BTN Samawa Regency saat meminta uangnya dikembalikan, Februari 2015 lalu
bankntb

Sumbawa Besar, SR (03/02)

Samawa Regency 33Ratusan debitur perumahan Samawa Regency mendatangi Polres Sumbawa, Senin (2/2). Kehadiran para debitur yang kesekian kalinya ini untuk merespon janji manajemen PT Abdi Bangun Samawa (ABASA) selaku pengembang, mengembalikan uang muka yang terlanjur disetor. Namun mereka kembali kecewa sebab janji itu tidak terealisasi. Untuk meredam emosi para debitur termasuk di antaranya beberapa anggota TNI, Kapolres Sumbawa AKBP Karsiman SIK MM turun tangan menfasilitasi persoalan tersebut. Bertempat di Aula Rupatama Polres Sumbawa, Kapolres mempertemukan debitur dengan Dirut PT ABASA, Amrullah yang didampingi kuasa hukumnya, Suharto SH dan Sobaruddin SH. Selain itu  pertemuan juga dihadiri pihak BPN Sumbawa.

Samawa Regency (1)Direktur PT ABASA, Amrullah menyampaikan permohonan maaf karena belum bisa mengembalikan uang milik debitur. Hingga kini dia masih berjuang mencari dana termasuk menjalin kesepakatan dengan pihak ketiga untuk mengembalikan dana debitur yang terlanjur disetor kepadanya. Upaya ini menemui titik terang karena pihak ketiga sudah sepakat untuk menggelontorkan dananya secara bertahap. Namun sebelum dana itu ada, Amrullah memberikan tawaran kepada debitur untuk mengambil lahan miliknya sebagai jaminan.

Mendengar klarifikasi Amrullah, suasana menjadi gaduh. Para debitur mulai berebutan untuk menyampaikan kekesalannya. Mereka meminta kepastian waktu kapan dana tersebut cair karena selama ini terus menerima janji yang tak pasti. Selain itu mereka menolak tawaran PT ABASA yang akan memberikan tanah sebagai jaminan. “Kami ingin uang kembali, jangan lagi ada janji-janji,” teriak beberapa debitur.

Baca Juga  Pemda KSB Bantu Polres Bangun Gedung Pelayanan Masyarakat

Kuasa hukum PT ABASA, Suharto SH menenangkan suasana. Tawaran pemberian tanah sebagai jaminan kepada para debitur adalah bentuk komitmen kliennya untuk menyelesaikan persoalan. Ketika debitur setuju maka akan terjadi kesepakatan, namun jika tidak dan tetap meminta uang dikembalikan, kliennya akan terus berusaha dan tidak berani memberikan jaminan waktu. “Kami tidak ingin dituding berbohong karena menentukan waktu, tapi sudah ada komunikasi dengan pihak ketiga yang kebetulan juga dihubungi Bapak Kapolres bahwa dana akan dicairkan dalam waktu dekat ini,” ucap Suharto.

Sementara Kapolres Sumbawa, AKBP Karsiman SIK MM mengatakan, pihak perusahaan sudah berjanji untuk mengembalikan uang para debitur dalam waktu yang tidak terlalu lama. Untuk memberikan kepastian ungkap Kapolres, Amrullah akan diamankan di Polres Sumbawa hingga proses pengembalian uang dilakukan.

Kapolres mengaku sempat berkomunikasi dengan pihak penjamin yang akan mengirimkan dananya kepada PT ABASA, sehingga dapat langsung diberikan kepada debitur yang hendak menarik diri. “Kami akan terus mengawasi ini untuk memperjuangkan apa yang menjadi hak para debitur,” tandasnya.

Setelah pertemuan berlangsung alot, akhirnya disepakati pengembalian dana akan dilakukan paling lambat dalam bulan ini. Kapolres juga sudah membentuk tim yang akan mengawasi proses tersebut termasuk memastikan kucuran dana dari pihak ketiga kepada PT ABASA. (*) Baca juga di Gaung NTB

iklan bapenda