Polisi Percepat Tuntaskan Penyidikan Biok

oleh -0 views
bankntb

Sumbawa Besar, SR (03/02)

AKBP Karsiman SIK MM
AKBP Karsiman SIK MM

Kapolres Sumbawa, Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP) Karsiman SIK MM, menyatakan bahwa perpanjangan penahanan SY alias Biok—oknum anggota DPRD Sumbawa dari Fraksi Demokrat, untuk kemudahan dan percepatan proses penyidikan.

Hal ini dilakukan ungkap Kapolres, karena sebelumnya tersangka tersebut agak sulit untuk dihadirkan sebab sempat dipanggil beberapa kali tidak kooperatif. Karenanya dengan perpanjangan waktu penahanan apapun yang diperlukan penyidik dapat teratasi terutama melakukan pemeriksaan tambahan terhadap tersangka.

Dalam kesempatan yang sama, Kapolres juga mengaku belum mengabulkan penangguhan penahanan yang diajukan tersangka dan keluarganya termasuk pimpinan DPRD Sumbawa. Ini juga dimaksudkan untuk memberikan kemudahan kepada penyidik dalam mempercepat proses penyidikannya.

Seperti diberitakan, SY alias Biok resmi ditahan polisi, sejak 12 Januari 2015 lalu terkait kasus pengancaman terhadap saudara kandungnya sendiri, Ruslan alias Haji Lodot (49) warga Kecamatan Plampang. Ancaman hendak memotong lidah kakaknya itu disampaikan via telepon seluler pada 6 Juni 2014 lalu.

Permusuhan dua saudara kandung ini berlatar belakang politik yakni pemilihan anggota legislative (Pileg) 2014 lalu. SY alias Biok dan Haji Lodot sama-sama mencalonkan diri melalui Partai Demokrat serta berada di daerah pemilihan (Dapil 1) yang sama. Keduanya sama-sama terbilang kuat dan mampu secara materi. Haji Lodot merupakan pengusaha sukses dan pernah menjadi tim sukses adiknya (SY) saat Pileg 2009 lalu. Atas andil Haji Lodot, SY berhasil duduk menjadi wakil rakyat di DPRD Sumbawa. Pada Pileg 2014, Haji Lodot mencoba peruntungan mencalonkan diri sebagai caleg, demikian dengan SY yang kembali maju sebagai calon incumbent. Persaingan dua saudara kandung ini tak terelakkan terutama dalam meraih simpati konstituennya. Inilah awal munculnya pengancaman hingga akhirnya berisiko hukum.

Baca Juga  Butuh Air Bersih, Silakan Hubungi Polres Sumbawa

Tersangka dijerat pasal 27 ayat (4) jo pasal 45 ayat (1) UU RI No. 11 Tahun 2008 tentang Informasi Transaksi dan Elektronik, bahwa setiap orang dengan sengaja dan tanpa hak mendistribusikan dan/atau mentransmisikan dan/atau membuat dapat diaksesnya informasi  elektronik dan/atau dokumen elektronik yang memiliki muatan pemerasan dan/atau pengancaman. Ancaman hukumannya 6 tahun penjara. (*) Baca juga Gaung NTB

 

iklan bapenda