Jaksa Akhirnya Blokir Dana PNPM Lunyuk

oleh -0 views
bankntb

Sumbawa Besar, SR (03/02)

Kegiatan PNPM GSC Kecamatan Lunyuk bakal terhambat. Hal ini terjadi setelah Kejaksaan Negeri Sumbawa melakukan pemblokiran terhadap dua rekening PNPM setempat di salah satu bank di daerah ini. Langkah ini diambil kejaksaan karena selama ini pihak PNPM maupun BPM PD tidak kooperatif dan menganggap kasus tersebut tidak berdampak. “Kami sudah beberapa kali melakukan koordinasi terkait dengan dana PNPM itu, tapi terkesan mereka tenang-tenang saja dan kurang meresponnya. Seharusnya mereka (pengelola) yang proaktif bukan kami,” kata Kajari Sumbawa, Sugeng Hariadi SH MH yang dikonfirmasi, Senin (2/2).

amdal

Disebutkan Kajari, dua rekening itu diblokir beberapa hari yang lalu setelah penyitaan terhadap hal yang berkaitan dengan kasus PNPM Lunyuk dirasakan belum maksimal. Rekening itu masing-masing senilai Rp 314 juta dan Rp 50 juta sehingga totalnya mencapai Rp 364 juta.

Langkah selanjutnya, ungkap Kajari, pemeriksaan saksi masih terus dilakukan dan rencananya juga dalam dekat tersangka berinisial TS—mantan Ketua UPK PNPM GSC Lunyuk akan dipanggil untuk dimintai keterangannya. “Sebelumnya dia sudah kami periksa sebagai saksi, giliran pemeriksaan sebagai tersangka akan dilakukan dalam waktu dekat,” ucapnya.

Terhadap adanya kemungkinan dilakukan penahanan, Kajari menyatakan tergantung dari pertimbangan penyidik. “Nanti kita lihat, belum kami tentukan karena pemeriksaan belum dilakukan,” tandas Kajari.

Untuk diketahui, kasus dugaan korupsi PNPM Generasi Sehat Cerdas (GSC) Kecamatan Lunyuk ini muncul karena diduga pengurus UPK Tahun 2013 membobol dana PNPM sebesar Rp 1,6 miliar. Dana itu dicairkan namun tidak dialokasikan untuk melaksanakan program. Hasil penyelidikan, mantan ketua UPK setempat dijadikan tersangka. Namun ketika kejaksaan hendak menyita harta kekayaan tersangka berupa rumah yang berlokasi di Kecamatan Lunyuk, ternyata sudah berpindah tangan. Aset itu telah dijual kepada Bank NTB Cabang Sumbawa, 10 Desember 2014 lalu. Kenyataan ini membuat kejaksaan meradang, padahal Bank NTB maupun BPM-PD Sumbawa selaku leading sector program PNPM sudah mengetahui jika kasus tersebut dalam penanganan kejaksaan. (*) Baca juga di Gaung NTB

iklan bapenda
Baca Juga  Karsiman Diganti Muhammad Sebagai Kapolres Sumbawa