Tulisan Bus dan Motif Lonto Engal di Malaysia

oleh -48 views
bankntb

Malaysia, SR (29/01)

Bus MalaysiaMenempuh perjalanan dari Terminal Pudu Kuala Lumpur ke Changloon tembus Kedah Malaysia Utara selama 10 jam pasti melelahkan. Beruntung bus yang ditumpangi rombongan Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Teknologi Indonesia (UTS) cukup representatif sehingga selama perjalanan nyaris tidak ada goncangan. Dengan sejuknya AC dan tempat duduk yang menyerupai sofa, membuat rombongan terlelap.

amdal

Truk Porno 1Meski tidak sempat menikmati pemadangan yang dilalui, namun ada beberapa yang menarik perhatian. Di antaranya hampir semua bus sejenis yang digunakan untuk melayani transportasi publik terdapat tulisan huruf Arab di bagian depannya. Tulisan itu sebagiannya adalah doa perjalanan, ada juga kalimat tauhid, tahmid, takbir dan tahlil. Di samping itu terdapat kalimat motivasi dan nasehat untuk rajin sekolah, setia kepada pasangan, dan menghormati orang tua. Kalimat ini menurut beberapa warga Malaysia memiliki pengaruh yang cukup besar khususnya terhadap para penumpang. Mereka merasa nyaman dalam perjalanan karena kalimat yang mengandung unsur doa secara tidak langsung mengingatkan sang sopir kepada Allah SWT, tidak ugal-ugalan dan mengutamakan keselamatan. Tak mengherankan jika di beberapa Negara bagian Malaysia jarang terjadi kecelakaan lalulintas. Berbeda dengan di Indonesia, sebagian besar tulisan maupun gambar di bus apalagi truk bernada porno dan kocak. Misalnya “Papa Pulang Mama Basah” Kutunggu Jandamu, Janda Semakin di Depan Gadis Semakin Jauh Ketinggalan, Kesepian, “Awas Ada Lubang Galian (tertulis di bawah gambar wanita bugil), Kutunggu Kedatanganmu, dan 2 Anak Cukup 2 Istri Bangkrut. Tulisan semacam ini memang sepele namun berdampak, salah satunya menjadi factor penyebab kecelakaan karena bisa mempengaruhi konsentrasi pengendara lainnya.  Terlebih lagi sang sopir kendaraan kerap ugal-ugalan.

Baca Juga  IISBUD SAREA Siapkan Beasiswa "Pedi Samawa" Tingkatkan Mutu Anak Disabilitas

Ada Lonto Engal di Malaysia

Lonto EngalSelain tulisan, ada hal menarik lainnya yang patut menjadi perhatian serius terutama bagi masyarakat Tana Samawa. Sebab motif Lonto Engal–salah satu ciri khas seni kelingking Samawa menyerupai motif kain di Malaysia. Ini ditemukan di gorden jendela bus yang ditumpangi rombongan.

Rektor IISBUD Samawa Rea, M Yamin SH MH yang berada di antara rombongan cukup terbelalak dan mengindikasikan motif di gorden jendela bus adalah Lonto Engal. Namun Pak Yung—akrab Rektor ini disapa, menyadari bahwa semua orang berhak mengklaim motif itu karena memang sampai saat ini Lonto Engal Samawa belum memiliki hak paten. Motif Lonto Engal ini mungkin satu yang terkuak karena kemungkinan ada beberapa seni dan budaya Samawa yang mungkin juga diakui pihak lain. Karenanya Pemerintah Daerah Kabupaten Sumbawa bersama LATS (Lembaga Adat Tana Samawa) perlu mengikhtiarkan langkah dalam melindunginya.

Contoh Lonto Engal Samawa
Contoh Lonto Engal Samawa

Untuk diketahui, Lonto Engal (ragam sulur) adalah salah satu bagian motif dari seni kelingking Samawa, di samping motif lainnya seperti kemang satange (ragam bunga) pohon hayat, pucuk rebung, gelambok, slimpat (jalinan), naga, burung, manusia dan binatang (sapi, kuda, kerbau dan sebagainya). Khusus Lonto Engal berfungsi sebagai motif penghubung antara motif yang satu dengan motif lainnya. Bila diartikan secara harfiah, Lonto Engal merupakan sebuah umbi yang menjalar. Lonto berarti menjalar sedangkan engal adalah umbi.

Baca Juga  15 Ribu Jamaah Bakal Banjiri Islamic Center
Tari Nguri
Tari Nguri

Motif ini kerap dijumpai di kain untuk bahan pakaian, gorden, sprai, aneka meubel rumah tangga, dan benda-benda. LATS sebenarnya sudah mulai melestarikan salah satu seni dan budaya Samawa ini dengan menggelar “Lomba Membuat Male dalam rangka menyambut HUT Kabupaten Sumbawa belum lama ini. Hal tersebut dilakukan LATS secara tidak langsung melestarikan dan memperkenalkan ‘Lonto Engal’ yang ada di Male sebagai salah satu motif seni kelingking khas Samawa. Namun mengenalkan dan melestarikannya dinilai belum cukup, harus ada pengakuan dari daerah lain maupun dunia luar dengan cara mempatenkan ‘Lonto Engal’ maupun budaya lainnya seperti upacara nyorong, musik gong genang atau ketong Kasalung, maen jaran dengan joki ciliknya, dan barapan kebo. Belum lagi ragam masakan dan tarian di antaranya Tari Nguri—tarian yang cukup terkenal dan selalu ditampilkan dalam menyambut tamu negara maupun tokoh nasional yang datang berkunjung ke Sumbawa. Semua ragam seni dan budaya Samawa ini berpotensi dicaplok pihak lain, ketika tidak ada upaya nyata untuk melindunginya. (*) Baca juga di Gaung NTB

 

iklan bapenda