Sumbawa Harus Memiliki Musium Padi

oleh -2 views
bankntb

Malaysia, SR (29/01)

seluruh peserta AUYS pose di depan Musium Padi
seluruh peserta AUYS pose di depan Musium Padi

Masyarakat Kedah, Malaysia Utara sebagian besar berprofesi sebagai petani. Profesi ini adalah kebanggaan bagi warga setempat karena mampu mengangkat derajat ekonomi. Hal ini ditandai dengan hamparan lahan dengan padi yang luas, tampak menguning dan kebetulan saat ini ada sebagian yang sudah panen. Selain itu setiap rumah warga memiliki mobil bahkan satu rumah ada yang memiliki 3-5 unit mobil. Bayangkan dalam dua tahun mereka bisa panen 5 kali melalui modernisasi pertanian. Sebab dengan padi berkualitas dan pengolahan melibatkan peralatan modern menjadikan hasil panen petani setempat berlipat-lipat.

amdal

Musium Padi 1Dr Bahtiar Mohamad BBA, M.Sc, PhD—Senior Lecture of Corporate Communication Universitas Utara Malaysia yang setia mendampingi rombongan UTS di Kedah Malaysia, mengatakan, sekitar 70-80 persen beras di Malaysia dipasok dari Kedah, sehingga daerah ini menjadi lumbung beras nasional. Tidak mengherankan jika Kedah disebut sebagai negeri padi.

Karena itu pemerintah setempat memberikan apresiasi dengan membangun Muzium Padi (Museum Padi, Red) pada 12 Oktober 2004. Saat masuk ke dalam musium yang berlatarbelakang Gunung Keriang ini terasa seperti berada di tengah-tengah hamparan hijau pada musim menanam dan hamparan keemasan ketika musim panen. “Musium ini memperlihatkan kesuburan dan kekuatan pangan Kedah karena memamerkan budaya dan sejarah pertanian, serta perkembangan tekhnologi padi,” bebernya.

Musium Padi 2Untuk diketahui Musium Padi ini terdiri dari sebuah bangunan induk, dan enam buah bangunan di sekelilingnya. Para pengunjung diajak masuk ke alam nyata dan menaiki bagian atas bangunan seperti berada puncak Gunung Keriang sehingga seolah-olah dapat menyaksikan gambaran pertanian di Kedah dengan segala aktifitas di dalamnya. Tapi untuk menyaksikan ini, pengunjung diharuskan membayar tiket masuk 5 RM per orang atau Rp 15 ribu.

Baca Juga  Antisipasi Kelangkaan dan Lonjakan Harga Sembako, Tim Polda Sidak Pasar

Kondisi Kedah, Malaysia Utara sebenarnya dapat ditiru Pemerintah Kabupaten Sumbawa. Sebab Sumbawa menjadi salah satu daerah lumbung beras nasional karena Tahun 2013 lalu menghasilkan beras sebanyak 400 ribu ton per tahun jauh melebihi kebutuhan rakyat Sumbawa mencapai 150 ton. “Sudah saatnya Sumbawa memiliki Musium Padi seperti di Kedah,” kata Putri Munira—salah satu mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) UTS yang ikut dalam rombongan delegasi Indonesia untuk ASEAN University Youth Summith (AUYS) 2015 di Kedah, Malaysia.

Keberadaan museum tersebut ungkap Munira—sapaan karib mahasiswa asal Desa Semamung Moyo Hulu ini, karena Sumbawa telah mendapat pengakuan pemerintah pusat atas keberhasilannya di bidang pertanian dan tanaman pangan yang terlihat dari sederet penghargaan yang diterima dari Menteri Pertanian RI. Perhargaaan ini diperoleh atas prestasi Kabupaten Sumbawa yang telah mampu meningkatkan produksi beras di atas 5 persen setiap tahunnya. “Penghargaan ini sekaligus membuktikan bahwa program-program yang dilakukan oleh pemerintah Kabupaten Sumbawa di bidang Pertanian telah berhasil,” ucapnya.

Hal senada dikatakan Warek III UTS, M Nurjihadi M.Si bahwa penghargaan itu semakin meningkatkan perhatian pemerintah pusat kepada Pemkab Sumbawa sebagai wujud komitmen Pempus dalam memperhatikan daerah yang dinilai kinerjanya baik.

Sector pertanian ungkap Jihad, merupakan sektor unggulan yang menopang roda perekonomian Kabupaten Sumbawa. Karena itu perkembangan pertanian di daerah ini harus diabadikan dalam sebuah museum dalam menyongsong swasembada pangan Tahun 2017 sebagai motivasi bagi pemerintah dalam melaksanakan program intensifikasi dan ekstensifikasi pertanian guna meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Hal ini mengingat sebagian besar rakyat Sumbawa adalah petani. (*) Baca juga di Gaung NTB

iklan bapenda