Mahasiswa UTS ‘Jual’ Sumbawa di Forum ASEAN

oleh -1 views
UTS mengirim delegasinya pada AUYS 2015 di Malaysia, bergabung dengan ratusan pelajar dari seluruh ASEAN.
bankntb

AUYS 2015 Resmi Dibuka

Malaysia, SR (28/01)

amdal
Wakil Rektor UUM, Prof Dato' Wira Dr Mohamed Mustafa Ishak
Wakil Rektor UUM, Prof Dato’ Wira Dr Mohamed Mustafa Ishak

Menteri Besar Kedah, Dato’ Seri Haji Mukhriz Tun Mahathir membuka secara resmi ASEAN University Youth Summit 2015 (AUYS 2015), Selasa (27/1). Kegiatan yang berlangsung di Gedung EDC Universitas Utara Malaysia (UUM), Sintok, Kedah, Malaysia ini dihadiri 300 mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi sejumlah negara yang tergabung dalam Association of Southeast Asian Nation (ASEAN) termasuk Indonesia yang salah satunya diwakili 10 mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Teknologi Sumbawa (UTS).

AUYS JenDalam forum internasional yang akan berlangsung hingga 29 Januari ini, sejumlah isu strategis mengemuka seperti pendidikan, politik, ekonomi, lingkungan dan pengungsi.

Juru Bicara UTS, Putri Munira di hadapan mahasiswa se ASEAN, mengemukakan bahwa banyak cara yang dilakukan pemuda untuk berperan aktif dalam membantu percepatan pembangunan. Tidak perlu harus melakukan hal yang besar seperti membangun Negara melainkan dari hal kecil yang dimulai dari membangun desa. Ketika desa sudah kuat maka dengan sendirinya negara akan cepat berkembang. Ini dapat dilakukan para pemuda ASEAN mengingat sejumlah Negara di kawasan tersebut memiliki agricultur yang hampir serupa.AUYS Jen 1

Ia menilai kegiatan AUYS ini sangat penting untuk menyatukan ide dan sharing informasi terutama antar mahasiswa ASEAN. Karenanya kegiatan tersebut akan terus berlanjut dan Munira menawarkan dapat dilaksanakan di kabupaten Sumbawa. “UTS siap menfasilitasinya,” ucap Munira.

Baca Juga  UTS Teken MoU dengan PCJI dan Institut Teknologi PLN

Hal tersebut cukup beralasan karena Sumbawa memiliki keunggulan terutama kekayaan sumber daya alam salah satunya bidang pertanian. Seperti halnya Kedah Malaysia—tuan rumah AUYS 2015 yang menjadi daerah lumbung padi nasional, Sumbawa juga demikian. Namun keberadaannya belum dilihat bahkan tidak terlihat dunia karena anggapan bahwa berbicara Indonesia hanya meliputi Jakarta, Jawa, Bali dan Lombok. Padahal Sumbawa adalah daerah yang cukup potensial yang ikut mendukung majunya sebuah negara. “Kami ingin dengan digelarnya AUYS di Sumbawa, mata dunia bisa lebih terbuka. Tapi semuanya akan sia-sia tanpa campur tangan pemerintah,” tandasnya.

Hal senada dikatakan Ishom Robbani—mahasiswa FEB UTS. Ia berharap dapat dibentuk sebuah organisasi global yang juga memiliki legalitas sebagai wadah bagi pemuda di ASEAN terutama yang menjadi peserta AUYS 2015 agar ke depan dapat berbuat dalam menuntaskan permasalahan yang mengemuka. “Jangan sampai apa yang kita bahas dalam pertemuan (AUYS) ini hanya wacana tapi harus dikongkritkan,” ujarnya.

Menteri Besar Kedah, Dato' Seri Haji Mukhriz Tun Mahathir
Menteri Besar Kedah, Dato’ Seri Haji Mukhriz Tun Mahathir

Sebelumnya Menteri Besar Kedah, Dato’ Seri Haji Mukhriz Tun Mahathir dalam pidatonya menyinggung masalah yang dihadapi para pemuda di Asia di antaranya pendidikan,pekerjaan, pemberdayaan pemuda, isu kelaparan dan pengungsi dalam kalangan pemuda. “Saya percaya para peserta seminar yang merupakan kalangan pemuda mampu mengatasi masalah yang ditimbulkan karena pemuda adalah kekuatan transformasi sosial, ekonomi dan politik serta seringkali menjadi golongan pertama yang menentang ketidakadilan. Saya juga percaya seminar ini akan menjadi platform untuk pertukaran ide, memperbaharui persahabatan dan kerjasama kemitraan cerdas oleh semua pihak yang terlibat,” ujarnya.

Baca Juga  Gubernur NTB Kembali Kirim 13 Penerima Beasiswa ke Polandia

Sementara Rektor UUM, Prof Dato’ Wira Dr Mohamed Mustafa Ishak dalam sambutannya mengatakan Malaysia telah melalui berbagai peristiwa sepanjang Tahun 2014. Seperti tragedi pesawat MH370, MH17 dan QZ 8501 serta bencana banjir terburuk yang melanda negeri-negeri Pantai Timur belum lama ini menuntut semangat kesukarelaan yang tinggi untuk mengarunginya. Bencana banjir itu memperlihatkan berbagai upaya dari sukarelawan dalam membantu korban banjir. Usaha murni ini menunjukkan pentingnya semangat kesukarelaan untuk tetap tertanam dalam diri pemuda dan harus menjadi pendorong, sebagaimana tujuan seminar yaitu menciptakan jaringan kerjasama dalam kalangan pemuda di negara ASEAN melalui kegiatan kesukarelaan. Untuk diketahui, penyelenggaraan seminar bertaraf internasional ini selaras dengan usaha UUM dalam mengintensifkan kegiatan berprestasi tinggi sebagai platform pengembangan siswa di IPT  khususnya di kawasan Asia Tenggara.AUYS Jen 3

Turut hadir dalam kegiatan peresmian AUYS 2015 adalah Ahli Dewan Undangan Negeri Bukit Kayu Hitam, Dato’ Zaini Japar, pengurus Universiti, Dekan Pembangunan Pelajar dan Alumni CAS, Dr Massudi Mahmuddin dan jajarannya. (*) Baca juga di Gaung NTB

iklan bapenda