Mahasiswa UTS dan IISBUD Siap Diterima di 250 PT di ASEAN

oleh -13 views
bankntb

Bergabung Dalam Passage to ASEAN (P2A)

Malaysia, SR (27/01)

UUM Malaysia 2Dua Perguruan Tinggi (PT) yang bernaung di bawah Yayasan Dea Mas, Universitas Teknologi Sumbawa (UTS) dan Institut Ilmu Sosial dan Ilmu Budaya (IISBUD) mulai membangun jaringan skala global. Dimulai dengan keikutsertaan mahasiswa mereka dalam kegiatan ASEAN University Youth Summit (AUYS) di Universitas Utara Malaysia UUM), salah satu kampus terbaik di negeri jiran, sekaligus menjadi pioneer perguruan tinggi di kawasan timur bergabung dalam Passage To ASEAN (P2A) lembaga kerjasama perguruan tinggi se-ASEAN.

Mahasiswa UTS foto bersama dgn Mahasiswa UUM asal Sudan
Mahasiswa UTS foto bersama dgn Mahasiswa UUM asal Sudan

Rektor IISBUD Samawarea, Ahmad Yamin SH MH dan Wakil Rektor III UTS, Muhammad Nurjihadi M.Si, usai bertemu dengan Direktur Hal Ihwal Pelajar (Setingkat Pembantu Rektor III Bidang Kemahasiswaan) di sela-sela kegiatan di UUM, menjelaskan, P2A beranggotakan sekitar 250 PT yang tersebar di 10 negara. Namun, untuk PT yang ada di kawasan Indonesia Timur belum ada yang menjadi member dari P2A ini, sehingga dapat dikatakan UTS dan IISBUD akan menjadi pioneer pertama yang bergabung dalam P2A. Program utamanya, kunjungan studi ke tiga negara sekaligus. Misalnya mahasiswa UTS dikirim di tiga negara berbeda untuk melakukan diskusi tentang kemahasiswaan atau mengikuti kuliah singkat selama tiga hari untuk pengembangan kapasitas dan kemampuan mahasiswa.

Program lainnya, pertemuan besar seperti AUYS yang berlangsung sekarang ini, di samping kegiatan praktikum yang akan memberikan mahasiswa UTS proses praktikum selama satu bulan di negara member P2A. Praktikum diikuti secara gratis dan mahasiswa hanya dibebankan akomodasi yang ditanggung sendiri. “Bayangkan kalau mahasiswa UTS bisa mengakses fasilitas terbaik di seluruh kampus se ASEAN, maka lulusan kita adalah lulusan terbaik. Kita akan menyaksikan anak dari UTS bekerja di tempat strategis di ASEAN. Itu tujuan besarnya. Intinya meningkatkan mobilitas mahasiswa se ASEAN,” ucap Jihad—sapaan akrab Warek III UTS.

Baca Juga  Telkom Akses dan 1.300 Mitra Kerjanya Siap Terima Lulusan SMK BSTel

Masih terkait hal ini, pihaknya sudah membangun komitmen bersama untuk bertemu lagi Mei mendatang di Vietnam. Yang diutamakan untuk pimpinan PT di bidang kemahasiswaan, membahas lebih jauh lagi bagaimana program ini dijalankan agar lebih efektif. Detail lagi menyentuh kepada aspek yang lebih strategis. “Bisa jadi kita akan membahas kuliah satu semester di member P2A. Kita masuk ke pembahasan lebih strategis. Kelak tidak hanya mendapatkan pendidikan dari dosen luar negeri di member P2A, termasuk menikmati faasilitas yang sudah lengkap di PT member P2A.

Hal senada juga disampaikan Rektor IISBUD, M Yamin, S.H, M.H, dari pembicaraan awal dengan pihak rektorat UUM dan pengelola asrama mahasiswa, intinya, IISBUD dan UTS yang ikut bersama rombongan ASEAN Summit level mahasiwa ini tidak lain adalah membangun kerjasama yang berhubungan dengan kegiatan kemahasiswaan. Mengingat Malaysia dan Indonesia khususnya yang berada di Sumbawa mempunyai corak budaya yang hampir mirip, sehingga pada Mei mendatang setelah Festival Malaka, pihaknya akan tampil lagi di UUM sebagai bentuk komitmen dari kerjasama yang dibangun. Kemudian mahasiwa dari UUM juga akan diundang untuk melakukan kerjasama baik dalam bentuk pemberdayaan masyarakat, maupun studi budaya dan  sosial di Sumbawa. Apalagi mengingat UUM ini memiliki kekhususan dalam bidang sains, sosial dan culture. Artinya, secara filosofis memiliki kedekatan dengan IISBUD. Nah lewat kerjasama ini diharapkan kedepan, bukan saja mahasiswa IISBUD yang nantinya akan dititip di beberapa Universitas member P2A, tetapi pasca sarjana di beberapa PT di ASEAN. “Dari seluruh prodi yang ada di IISBUD, mahasiswa terbaik akan kami titip untuk melanjutkan studi di beberapa negara ASEAN terutama di UUM.

Baca Juga  37 Sekolah Tanpa Kepsek, Dikbud Sumbawa Seleksi 65 Calon Kepala Sekolah

Salah satu pioneer P2A yang juga Dekan Fakultas Komunikasi dan informatika UUM, Dr Bactiar Mohammad, menyatakan, setiap negara atau kampus yang dikunjungi mahasiswa PT member P2A akan menerbitkan sertifikat yang menerangkan bersangkutan pernah mengikuti P2A. Kalau sudah mengumpulkan tiga sertifikat akan mendapatkan special khusus sangat bergengsi karena levelnya ASEAN. “Fungsinya akan mempermudah mahasiwa untuk mendapatkan pekerjaan di seluruh negara ASEAN,” pungkasnya. (*) Baca juga di Gaung NTB

iklan bapenda