Perjalanan Mendebarkan Bersama Air Asia

oleh -4 views
bankntb

Delegasi UTS Menuju AUSY 2015 di Malaysia

Kuala Lumpur, SR (26/01)

amdal
Jen Gaung bersama Rektor IISBUD M Yamin SH MH dan dua mahasiswa UTS
Jen Gaung bersama Rektor IISBUD M Yamin SH MH dan dua mahasiswa UTS

Mendengar nama Airasia membuat bulu kuduk merinding. Pasalnya belum genap sebulan pesawat Air Asia QZ 8501 mengalami kecelakaan dalam penerbangan dari Surabaya—Singapura yang menewaskan 155 penumpang dan 7 awaknya. Rasa was-was ini dirasakan 16 orang rombongan Universitas Teknologi Sumbawa yang terdiri dari 10 orang mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB), dua dari Civitas Akademika UTS, Rektor IISBUD dan tiga orang wartawan. Rombongan tersebut tengah melakukan perjalanan dari BIL (Bandara International Lombok) menuju Kuala Lumpur menggunakan Pesawat Air Asia. Apalagi perjalanan selama kurang lebih 2 jam 30 menit ini dilakukan pada malam hari. Sungguh perjalanan yang mendebarkan.

Arnes dan Zulkarnaen--Wartawan Suara NTB dan Radar Sumbawa
Arnes dan Zulkarnaen–Wartawan Suara NTB dan Radar Sumbawa

Keberangkatan Tim FEB UTS ini sebagai delegasi Indonesia dan Sumbawa untuk mengikuti Forum ASEAN University Youth Summit (AUYS) 2015 di Universitas Utara Malaysia (UMM), Malaysia—sebuah universitas yang didirikan Mahatir Mohammad mantan Perdana Menteri Malaysia. Kegiatan ini diselenggarakan pada Tanggal 26—29 Januari 2015. Mahasiswa UTS yang terdiri dari Putri Munira Munyta Mentari, Yulia Sasmiranti, Ragil Hidayat, Dimas Juniar Pratama, Yuni Mahardianti, Indria Arbia Rahim, Nadhira Rosalina, Budy Subiyarto, dan Ishom Robbani, akan bergabung dengan universitas terkemuka lainnya di Indonesia maupun negara lain se-ASEAN. Dalam pertemuan itu nanti mereka akan membahas tentang peran pemuda dan mahasiswa dalam masyarakat ekonomi ASEAN (MEA) dan global serta berbagai isu tentang pemuda dan solusi dari segala permasalahan yang dihadapi pemuda di negara ASEAN. Pertemuan tersebut juga membahas platform bagi pengembangan mahasiswa di lembaga-lembaga tinggi belajar, khususnya di kawasan asia  serta mendorong keamanan, perdamaian, dan kemakmuran di antara negara-negara anggota ASEAN. Selain itu juga membahas masalah lingkungan, pariwisata dan intracultural (budaya) masing-masing negara peserta. UTS juga akan menyelipkan lebih banyak informasi tentang kemajuan daerahnya, Sumbawa NTB, serta didaulat untuk menampilkan Tari Kreasi Samawa dan Ngumang di ajang yang dihadiri puluhan universitas terkemuka dari 10 negara ASEAN.

Baca Juga  Kabar LPI Provinsi dan Nasional Masih Kabur
Plang pembatas (System Token Ticketing
Plang pembatas (System Token Ticketing

Rombongan tiba di Bandara International Kuala Lumpur sekitar pukul 22.10 Wita setelah mengudara sejak pukul 19.45 Wita. Sebagian seat yang tersedia di pesawat yang kini menjadi sorotan, seperempatnya dalam keadaan kosong. Kebetulan penulis (Jen Gaung NTB) berada di Seat 19E berdampingan dengan Rektor IISBUD Muhammad Yamin SH MH di Seat 19F. Berada di depan Rektor humoris ini Dina Raisya Rasyidi (Kabag Kehumasan UTS) dan tidak jauh berada di sampingnya Arnan Jurami (Arnes) wartawan Suara NTB—hampir tepat berada di samping pintu kecemasan sebutan Malaysia untuk pintu daurat. Seperti nama pintu itu, Arnes terlihat sedikit cemas, yang memaksanya pindah tempat duduk di samping penulis yang kebetulan dalam keadaan kosong. Sedangkan Zulkarnain—Wartawan Radar Sumbawa berada cukup jauh di depan bersama sejumlah mahasiswa termasuk Warek III UTS Bagian Kemahasiswaan M Nurjihadi M.Si. Sepertinya mereka juga cemas, sebagaimana pengakuan pasca pesawat landing.

Jen Wartawan Gaung NTB
Jen Wartawan Gaung NTB

Selama dalam perjalanan suasana begitu hening, sesekali terjadi turbulensi yang membuat jantung berdegup kencang. Penulis sedikit tenang karena Rektor IISBUD yang akrab disapa Pak Yung, tak henti-hentinya membaca kitab suci Al-Quran berukuran mini yang sengaja disiapkannya dari Sumbawa, meski suaranya terdengar sayup-sayup karena ditelan deru mesin Air Asia. Sesekali terlihat Pak Yung menutup kitab berisi firman Allah itu ketika terjadi goncangan. “Saya selingi dengan berdzikir,” kata Pak Yung memberikan alasan. Perjalanan yang dijadwalkan selama 3 jam 10 menit hanya ditempuh dalam waktu 2 jam 30 menit. Artinya laju Ariasia terbilang cepat. “Alhamdulillah,” pekik Pak Yung yang mulai memperlihatkan senyum manisnya ketika melihat kilauan lampu ibukota Malaysia. Selain gembira karena Airasia mendarat mulus, juga karena baru pertamakali dalam hidupnya menempuh perjalanan ke luar negeri. “Ini membuka jalan dan mencari jejak untuk perjalanan berikutnya, karena IISBUD menurut rencana mengikuti Festival Malaka di Malaysia memboyong 20 orang mahasiswa termasuk Rektor dan beberapa dosen selaku pendamping, Mei 2015 mendatang,” jelasnya.

Baca Juga  XL Donasikan Akses Internet Cepat untuk Pendidikan di 50 Sekolah

Sebenarnya malam itu dari Bandara rombongan langsung menuju Central Kuala Lumpur—sebuah tempat di ibukota yang menjadi pusat transportasi darat dari dan ke beberapa kota di Malaysia. Karena kereta LRT (Light Rail Train) merupakan system transportasi terintegrasi, yang sudah dihubungi mengalami kendala tekhnis, rombongan akhirnya rehat sejenak di Bandara. Menurut jadwal, Minggu (25/1) malam, rombongan dari Central Kuala Lumpur ke Keddah menempuh perjalanan via kereta selama 10 jam. Keddah adalah tempat UMM—pusat kegiatan AUYS 2015 yang diikuti UTS. Untuk mengisi waktu luang, rombongan yang dipandu Ananda Ahmad Mahmudi melakukan kunjungan singkat ke Universitas Malaya—universitas terkemuka di Malaysia. Nanda—sapaan karibnya adalah putra asli Sumbawa yang sudah 7 tahun menetap di negeri “Upin Ipin”. Hanya tinggal beberapa bulan pemuda kelahiran Taliwang 25 tahun silam ini menyelesaikan kuliah pasca sarjananya dan bakal menjadi pakar “Asean Regional Studys”. Berkat jasanya, kendala yang dialami rombongan dapat teratasi. Rombongan akan kembali ke tanah air masih menggunakan Airasia pada 31 Januari. Tentunya dengan harapan hasil kunjungan dan pertemuan tingkat internasional ini dapat bermanfaat tidak hanya bagi mahasiswa UTS tapi juga daerah, bangsa dan Negara.

Sebagaimana dikatakan Rektor UTS, Dr H Zulkieflimansyah SE M.Si bahwa keikutsertaan mahasiswanya mengikuti event dunia ini agar mereka memiliki wawasan global, membuka jaringan agar memiliki pergaulan yang luas. Selain itu ia ingin potensi yang dimiliki daerah khususnya Kabupaten Sumbawa seperti obyek wisata, perkebunan, pertanian dan bidang lainnya dapat ‘dijual’ dan memancing investor untuk berinvestasi dalam menggeliatkan pembangunan. (*) Baca juga di Gaung NTB

iklan bapenda