Selamatkan Madu, Sobi UTS Tanam Binong

oleh -11 views
bankntb

Sumbawa Besar, SR (21/01)

Sobat BumiMadu merupakan icon daerah Sumbawa yang telah dikenal luas karena karakteristiknya khas dan telah menjadi bagian dari mata pencaharian sebagian masyarakat daerah Sumbawa. Madu hutan Sumbawa dihasilkan oleh lebah dari jenis giant bee species Apisdorsata. Jenis lebah hutan ini membuat sarang di pohon-pohon tinggi di atas 10 meter di hutan yang dalam bahasa lokal Sumbawa disebut Boan. Salah satu boan khas habitat hutan Sumbawa adalah jenis pohon Binong (Tetramesnudlifora). Kelangsungan hidup madu hutan Sumbawa banyak bergantung dari kelestarian pohon ini. Saat ini pohon Binong di area hutan Sumbawa yang jumlahnya mulai berkurang. Selain karena faktor pembibitan yang mengandalkan proses secara alami sehingga pertambahan jumlahnya tidak signifikan, penebangan dan kebakaran hutan untuk keperluan pembukaan ladang menjadi penyebab punahnya rumah bagi lebah hutan Sumbawa ini.

Sobat Bumi 3Kondisi ini membuat Sobat Bumi (Sobi) Sumbawa prihatin. Sobat Bumi Sumbawa adalah salah satu wadah kegiatan mahasiswa yang berada di bawah Fakultas Teknobiologi (FTB) Universitas Teknologi Sumbawa (UTS) yang memiliki kepedulian terhadap konservasi alam terutama di Kabupaten Sumbawa.

Gubernur Sobat Bumi Bali Nusra, Mochammad Isro Al Fajri yang ditemui kemarin, mengatakan upaya yang dilakukan untuk menyelamat spesias tanaman ini dari kepunahan dengan melakukan penanaman pohon Binong. Langkah ini dilakukan sebagai aksi nyata dalam menjaga kelestarian lebah madu Sumbawa. Selain Binong, juga dilakukan penanaman jenis pohon lain yang juga menjadi sumber pakan bagi lebah madu hutan Sumbawa. Pada periode kali ini 420 pohon ditanam di kawasan seluas 10 hektar wilayah hutan Desa Batu Dulang, Kecamatan Batu Lanteh, Kabupaten Sumbawa. Penanaman secara bertahap ini hingga 2000 pohon. Program penanaman pohon yang bertemakan “Selamatkan Pohon Binong untuk Madu Sumbawa” ini ungkap Fajri—sapaan akrab ketua panitia kegiatan, merupakan bagian dari program kerja Sobat Bumi Sumbawa yang telah diajukan dalam Program Kerja Nasional (Prokernas) Sobat Bumi Indonesia. “Prokernas ini wujud aksi nyata anggota Sobat Bumi dalam menjaga dan melestarikan bumi di bawah naungan Pertamina Foundation,” jelasnya.

Baca Juga  Panwaslu Temukan Banyak Kertas Suara Rusak

Sobat bumi 2Sebelumnya diakui Fajri yang juga mahasiswa Semester 3 Fakultas Teknobiologi UTS ini, berbagai persiapan telah dilakukan mulai dari pembibitan, pembersihan lahan  yang dilanjutkan dengan pembuatan lubang tanam dan lainnya. Dalam persiapan ini mereka menggandeng KPHP (Kesatuan Pengelolaan Hutan Produksi) Kecamatan Batulanteh dan JMHS (Jaringan Madu Hutan Sumbawa). Kerjasama yang terjalin dengan melibatkan instansi setempat dan penduduk di sekitar hutan diharapkan membentuk pola kegiatan berbasis pemberdayaan lokal untuk kelangsungan pemeliharaan pohon yang ditanam di areal hutan. “Kegiatan ini diikuti 100 anggota Sobat Bumi Sumbawa dari berbagai fakultas di UTS dan beberapa relawan dari SMA di Kabupaten Sumbawa,” sebutnya.

Ia berharap aksi penanaman pohon ini terus berlanjut terutama kegiatan pemeliharaan sehingga mampu memberikan dampak positif bagi lingkungan. Yang paling penting, kegiatan ini mampu meningkatkan kesadaran masyarakat khususnya generasi muda sehingga ke depan tercipta generasi yang peduli terhadap pelestarian hutan dan lingkungan. (*) Baca juga di Gaung NTB

iklan bapenda