Pembobol ATM di Sumbawa DPO Polda Metro Jaya

oleh -2 views
bankntb

Sumbawa Besar, SR (19 /01)

Kapolres Sumbawa, AKBP Karsiman SIK MM
Kapolres Sumbawa, AKBP Karsiman SIK MM

Pengembanganya penyidikan terus dilakukan jajaran kepolisian Polres Sumbawa terhadap komplotan pembobol ATM. Dari pengembangan ini terungkap jika beberapa di antara mereka sudah beraksi di lintas propinsi dan tercatat sebagai DPO Polda Metro Jaya.

amdal

Kapolres Sumbawa, AKBP Karsiman SIK MM yang dikonfirmasi Sabtu (18/1), mengakui jika komplotan ini sudah beraksi di berbagai wilayah seperti Lampung dan Jakarta. Karena dicari mereka bergeser ke propinsi lain hingga akhirnya beraksi dan tertangkap di Sumbawa. Dalam melakukan aksinya, sebut Kapolres, mereka memiliki peran masing-masing. Di antaranya sebagai penunjuk jalan, mengamati situasi, eksekutor dan bertugas memperdayai korbannya. Mereka bekerja secara sistematis dan diduga kuat memiliki jaringan yang besar di beberapa wilayah.

Namun demikian Kapolres mengaku belum berkoordinasi dengan pihak Polda lainnya termasuk Metro Jaya terkait dengan penangkapan komplotan ini. “Kami masih menyelesaikan berkas lalu melaporkannya ke Polda NTB untuk selanjutnya berkoordinasi dengan Polda lainnya,” kata Kapolres.

Disinggung mengenai lokasi aksi Kapolres menyebutkan untuk di Kabupaten Sumbawa ada 7 ATM yaitu 6 di Kota Sumbawa dan 1 berada di ATM BRI Kecamatan Alas dengan kerugian nasabah mencapai seratusan juta rupiah. Pihaknya juga masih mendalami aliran dana para pelaku terutama yang ditransfer ke sejumlah rekening. “Ini yang kami dalami apakah penerima dana itu merupakan komplotan yang mengumpulkan hasil kejahatan pelaku atau hanya meminjamkan rekening untuk menyimpan uang itu,” jelas Kapolres.

Baca Juga  Setiap Hari Pemilik Baju “Palu Arit” Wajib Lapor

Seperti diberitakan komplotan spesialis pembobol ATM tertangkap Jumat (17/1) sekitar pukul 12.30 Wita. Saat ditangkap, komplotan yang berjumlah 7 orang termasuk dua orang wanita, satu mantan anggota Polda Lampung, pegiat LSM dan wartawan ini sedang beraksi di ATM depan Kantor PLN Sumbawa.

Mereka adalah Denli Agus Saputra alias Agus (30) asal Petamburan Jakarta. Agus biasa disapa mengaku bekerja sebagai pegiat LSM—Lembaga Penggerak Anak Bangsa yang dibuktikan dengan kartu pengenal. Kemudian M Sukri alias Sukri (30) warga Desa Tanjungan, Kecamatan Ketibung Lampung Selatan yang mengaku tukang batu tapi sangat ahli tentang ATM. Selain itu Dedi Muhsini (35) warga RT 03 RW 08 Desa Mapin Kebak, Kecamatan Alas Barat Sumbawa. Dedi mengaku sebagai wartawan media Sorot NTB dan Pimpinan Redaksi (Pimred) Gesit NTB yang dibuktikan dengan dua buah kartu pers yang dimilikinya. Dedi juga mengaku wartawan Gema Pulau Sumbawa. Selanjutnya Sabriyanto mantan anggota Polda Lampung asal Mapin Kebak Alas, Suryadi, Hernawati dan Herlina ketiganya berasal dari Nusa Tanjungan Lampung Selatan. Dari tangannya disita sejumlah barang bukti termasuk sekotak tusukan gigi, uang tunai Rp 9,1 juta, dan kartu ATM berbagai bank, serta dua buah mobil yang digunakan untuk melakukan aksi kejahatan. (*) Baca juga di Gaung NTB 

iklan bapenda