1.500 Warga Pulau Bungin Mendapat Pelayanan Kesehatan Gratis

oleh -13 views
bankntb

Kerjasama BNI Sumbawa dan PDGI 

Sumbawa Besar, SR (19/01)

amdal

BNI Bungin 1Pulau Bungin dikenal sebagai pulau terpadat di dunia sebenarnya adalah sebuah pulau terpencil dan salah satu desa yang ada di Kecamatan Alas, Kabupaten Sumbawa, Propinsi Nusa Tenggara Barat (NTB), Indonesia. Desa ini merupakan satu dari 8 desa yang berada di Kecamatan Alas. Pulau ini berada 70 kilometer arah barat Kota Sumbawa Besar. Dari daratan utama Pulau Bungin dapat dijangkau dengan menggunakan perahu motor maupun sebuah jalan buatan. Desa ini berada pada sebuah pulau kecil yang disebut-sebut sebagai pulau yang terpadat di dunia. Pulau kecil ini dihuni oleh penduduk dari suku Bajo yang berasal dari Sulawesi Selatan. Hampir tidak dijumpai lahan yang kosong di sini. Setiap tahun pulau yang telah padat ini terus bertambah luasnya karena adanya upaya reklamasi untuk menampung penambahan keluarga yang baru melalui proses perkawinan. Rata-rata setiap tahunnya bertambah 10 buah rumah baru di Pulau Bungin.

BNI Bungin 3Karena kondisi alam dan lingkungan yang serba terbatas serta penduduk yang padat tersebut menyebabkan timbulnya berbagai permasalahan di bidang kesehatan, lingkungan, pendidikan dan ekonomi yang saling terkait. Salah satu persoalan di Pulau Bungin adalah permasalahan kesehatan gigi dan mulut. Dari data kunjungan di sarana kesehatan menunjukkan bahwa prevalensi karies gigi masyarakat Kecamatan Alas sekitar 70 persen—90 persen dari populasi. Berdasarkan hal tersebut dapat diyakini bahwa kesadaran masyarakat di Desa Pulau Bungin mengenai kesehatan gigi dan mulut masih sangat kurang.

Baca Juga  BBGRM dan HKG PKK Sumbawa Dipusatkan Labangka

BNI Bungin 4Karenanya BNI dan PDGI (Persatuan Dokter Gigi Indonesia) menjalin kerjasama mengadakan bhakti sosial untuk memberikan pelayanan dan sosialisasi pentingnya kesehatan gigi dan mulut bagi masyarakat Pulau Bungin.

Pemimpin BNI Cabang Sumbawa, Suhartono mengatakan, kegiatan bakti sosial ini bertujuan meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang kesehatan gigi dan mulut serta memberikan perawatan dan pengobatan gratis kepada 1.500 orang masyarakat Pulau Bungin.

BNI Bungin 5Bantuan dari BNI Sumbawa kepada PDGI ungkap Suhartono, sebagai salah satu Pelaksanaan Program Kemitraan dan Bina Lingkungan (PKBL) yang mengacu pada Peraturan Menteri Negara BUMN No. 05/MBU/2007 tanggal 27 April 2007. Ketentuan tersebut mengatur penyisihan laba bersih BUMN setelah pajak sebesar maksimum 4 persen yang dialokasikan untuk kegiatan PKBL.

Sebagai salah satu Badan Usaha Milik Negara (BUMN), kata Suhartono, BNI mendukung kesejahteraan karena BNI memiliki fungsi sosial dan ekonomi baik secara internal maupun eksternal. Kegiatan kepedulian masyarakat seperti Bakti Sosial PDGI yang didukung oleh BNI ini menunjukkan bahwa BNI juga peduli terhadap masyarakat. Hal ini diharapkan memunculkan kepedulian masyarakat terhadap BNI dan memandang BNI sebagai institusi yang dibutuhkan sehingga harus didukung dan dijaga.

Sementara itu Kades Pulau Bungin, Muchsin mengaku sangat antusias menyambut program tersebut. Selain didatangi langsung petugas untuk memberikan pelayanan kesehatan, warganya tidak mengeluarkan biaya sepeserpun. Ia berharap kegiatan ini terus berlanjut, dukungan dan kepedulian BNI yang bekerjasama dengan PDGI terhadap peningkatan kesehatan masyarakat terutama di daerah terpencil seperti Pulau Bungin ini dapat diikuti BUMN/BUMD lainnya. “Semakin banyak yang peduli semakin banyak masyarakat tidak mampu yang terlayani, yang secara tidak langsung membantu pemerintah dalam merealisasikan program pembangunan kesehatan masyarakat,” demikian Muchsin. (*) Baca juga di Gaung NTB

iklan bapenda