Waspada!! Spesialis Pembobol ATM Gentayangan

oleh -2 views
ILustrasi ATM BRI
bankntb

Sehari Sasar 4 Korban

Sumbawa Besar, SR (16/01)

Salah Seorang korban Lapor polisi
Salah Seorang korban Lapor polisi

Aksi pembobolan ATM (Anjungan Tunai Mandiri) di wilayah hukum Polres Sumbawa mulai meresahkan. Sedikitnya empat nasabah berbagai bank menjadi korban. Uang mereka di ATM habis dikuras pelaku. Kuat dugaan pelakunya adalah orang yang sama, sebab ciri-ciri fisik dan modusnya sangat identik. Keempat korban ini telah melaporkan kasus tersebut ke Polres Sumbawa, Kamis (15/1). Korbannya adalah Nilawati Saputri Prawiro (27) warga Mpunda Kota Bima yang saat itu hendak mengambil uang di ATM BNI di depan Universitas Samawa (UNSA). Kemudian Cening (45) warga Kecamatan Moyo Hilir mengambil uang di ATM BRI depan Bandara Sultan Kaharuddin.

Kepala SPK Polres Sumbawa, AIPTU M Yusuf minta Klarifikasi Petugas BRI
Kepala SPK Polres Sumbawa, AIPTU M Yusuf minta Klarifikasi Petugas BRI

Saat itu kartu ATM para korban ini tidak dapat masuk di dalam mesin sepertinya ada yang mengganjal dan belakangan diketahui ternyata potongan tusuk gigi. Muncullah pelaku yang memang sudah menunggu di dekat ATM lalu menawarkan bantuan. Korban diminta untuk menekan nomor PIN beberapa kali agar kartu bisa dimasukkan. Tanpa merasa curiga korban menurutinya. Karena berada di samping korban, pelaku dengan mudah melihat dan menghafal nomor PIN korbannya. Padahal cara itu memang tidak membuahkan hasil. Selanjutnya pelaku melakukan aksi keduanya. Pelaku mencabut kartu ATM korban yang tidak berhasil masuk. Tanpa diketahui korbannya, kartu ATM itu ditukar dengan kartu ATM milik pelaku yang memang sudah disediakan. Lalu kartu ATM milik pelaku yang disangka korban adalah miliknya dimasukkan kembali ke mesin ATM. Pelaku pun berusaha mendorong kartu itu sehingga tertelan. Dengan memberikan kesan panik, pelaku meminta korban untuk menghubungi call center atau petugas BRI dan BNI untuk melaporkan sekaligus mengeluarkan kartu yang terlanjur tertelan. Saat korban beranjak, pelaku mulai beraksi. Dengan modal ATM milik korban dan nomor PIN yang sudah terekam di otaknya, dengan mudah menguras uang korban. Akibat aksi pelaku, korban Nilawati kehilangan uang Rp 600 ribu, sedangkan Cening sebanyak Rp 5 juta.

Baca Juga  Gelar Operasi Ramadhania, Polisi Bangun Pospam dan Posyan

Nasib yang sama juga dialami Muhammad Nadjib (53). PNS yang tinggal di Desa Sepakat Kecamatan Plampang ini harus kehilangan uang tabungannya sebesar Rp 14,9 juta setelah melakukan transaksi di ATM Mandiri depan Kantor Pajak Pratama Jalan Garuda Sumbawa, Rabu (14/1) sekitar pukul 16.30 Wita. Saat itu korban melakukan transfer uang kepada kerabatnya. Setelah terkirim Rp 5 juta, korban keluar dari ATM dan mempersilahkan nasabah lain untuk bertransaksi. Ternyata yang masuk setelah korban adalah pelaku. Ketika pelaku keluar, korban kembali masuk untuk melakukan transfer uang melalui bank lain. Namun transaksi ini gagal karena kartu ATM korban tidak bisa masuk karena ada yang mengganjal. Tak berselang lama pelaku masuk menawarkan bantuan. Modus yang dijalankan pun hampir sama. Bedanya kartu korban tidak bisa dikeluarkan maupun dimasukkan. Pelaku memberikan cara agar kartu itu dapat dikeluarkan. Korban diminta memencet nomor PIN sebanyak dua kali. Lagi-lagi ini hanya akal-akalan pelaku padahal cara itu tidak memberikan pengaruh apa-apa. Sebelum meninggalkan tempat, pelaku meminta korban melapor ke security pajak. Oleh security korban disarankan menghubungi petugas BNI. Ketika korban ke kantor BNI, pelaku kembali ke ATM tersebut yang dibuktikan melalui rekaman CCTV yang terpasang di ATM. Korban baru mengetahui uangnya terkuras setelah diberikan print-out oleh petugas BNI yang mengungkap adanya penarikan tunai.

Baca Juga  Antisipasi Arus Mudik, Sopir akan Dites Urine

Kapolres Sumbawa, Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP) Karsiman SIK MM yang dikonfirmasi di ruang kerjanya, Kamis (15/1) mengakui adanya kasus tersebut dan merupakan yang pertama terjadi di Kabupaten Sumbawa. Modus operandinya, pelaku pura-pura membantu korban mengoperasionalkan ATM dengan meminta nomor PIN. Untuk mencegah munculnya korban baru, Tim Buser tengah melakukan penyelidikan dengan mengantongi ciri-ciri pelaku baik berdasarkan keterangan korban maupun rekaman CCTV yang diperoleh dari pihak bank. “Kami harap segera terungkap,” demikian Kapolres. (*) Baca juga di Gaung NTB

iklan bapenda