Spesialis Pembobol ATM Dibekuk Polisi

oleh -16 views
bankntb

Pelakunya Eks Polisi, LSM dan Wartawan

Sumbawa Besar, SR (18/01)

Bobol ATM 1Sepak terjang komplotan spesialis pembobol ATM berakhir sudah. Kawanan yang baru dua hari beraksi namun sudah meresahkan nasabah berbagai bank di wilayah Kota Sumbawa ini ditangkap Tim Buru Sergap (Buser) Reserse dan Kriminal (Reskrim) Polres Sumbawa, Jumat (17/1) sekitar pukul 12.30 Wita. Saat ditangkap, komplotan yang berjumlah 7 orang termasuk dua orang wanita, satu mantan anggota Polda Lampung, pegiat LSM dan wartawan ini sedang beraksi di ATM depan Kantor PLN Sumbawa.

Bobol ATM 3Sebelum tertangkap, komplotan yang sebagian besar asal luar daerah tersebut mulai beraksi sejak Rabu kemarin. Sedikitnya 4 nasabah menjadi korban di beberapa ATM seperti ATM BRI depan Bandara Sultan Kaharuddin, ATM Mandiri di Kantor Pajak Pratama Jalan Garuda, serta ATM BNI di depan UNSA dan Hotel Tambora, dengan kerugian yang dialami korban sekitar Rp 20 juta. Menerima laporan tersebut pada Kamis (16/1), Tim Buser yang dikomandani Brigadir Kepala (Bripka) Harirustaman SH langsung berkoordinasi dengan pihak bank untuk meminta rekaman CCTV yang terpasang di ATM. Setelah memastikan wajah para pelaku termasuk seorang pelaku tampak mengibas-ngibas uang tunai di kamera CCTV seolah memperlihatkan tanda kemenangan, anggota pun menyebar ke sejumlah lokasi. Penyelidikan tak pernah berhenti ini berlangsung hingga Jumat kemarin guna mencegah munculnya korban lainnya. Rupanya anggota sempat kelolosan, sebab komplotan tersebut masih beraksi di ATM Mandiri seputaran Tugu Adipura. Korban kali ini adalah Rahman hidayat (43) PNS di Dinas Pertambangan. Saat itu korban hendak mengambil uang Rp 300 ribu. Di dalam ATM sudah ada seorang pelaku yang sedang beraksi memasukkan tusukan gigi di mesin ATM. Setelah cukup lama, pelaku ini keluar dan korban masuk. Namun kartu ATM nya tidak bisa direspon mesin. Masuklah pelaku menawarkan jasa untuk membantu korban. Tanpa sadar korban memberikan nomor PIN yang diminta pelaku. Saat pelaku mendorong secara paksa, kartu itupun masuk. Korban berhasil bertransaksi mengambil uangnya sebesar Rp 300 ribu, namun sayang kartunya tidak dapat dikeluarkan. Sebelum meninggalkan korban, pelaku memintanya untuk menunggu selama 10 menit kartunya bisa keluar dengan sendirinya. Lama ditunggu kartu ATM tidak kunjung keluar, sehingga korban bergegas menuju Bank Mandiri untuk melaporkan sekaligus melakukan pemblokiran. Sepeninggal korban, pelaku kembali ke ATM tersebut menguras isi tabungan korban yang sebagiannya ditarik tunai, selebihnya ditransfer ke rekening komplotannya dengan jumlah total mencapai Rp 24 juta. Hal ini diketahui setelah petugas bank memberikan print-out transaksi rekening korban. Komplotan ini sepertinya tak merasa puas karena aksinya berlanjut. Saat orang sedang melaksanakan Sholat Jumat, mereka kembali beraksi. Menggunakan mobil grandmax silver DR 1402 AQ, tiga orang pelaku beraksi di ATM BNI depan PLN. Satu orang turun dari mobil masuk ke ATM, dua lainnya terus melaju berputar ke arah Jalan Merdeka. Rupanya para pelaku ini tak sadar dibuntuti Tim Buser yang kebetulan melintas dan melihat wajah pelaku yang identik dengan rekaman CCTV. Ketika mobil melaju di depan Rumah Dinas Kapolres Sumbawa, langsung dicegat. Selanjutnya anggota meringkus satu pelaku lainnya yang baru saja keluar dari ATM PLN. Saat dicek, pelaku ini baru saja memasang tusukan gigi di mesin ATM sambil menunggu korban baru. Dari tangannya disita sejumlah barang bukti termasuk sekotak tusukan gigi, uang tunai Rp 9,1 juta, dan kartu ATM berbagai bank. Selain itu tanda pengenal LSM dan dua kartu pers. Dalam interogasi terungkap identitas ketiga pelaku yakni Denli Agus Saputra alias Agus (30) asal Petamburan Jakarta. Agus biasa disapa mengaku bekerja sebagai pegiat LSM—Lembaga Penggerak Anak Bangsa yang dibuktikan dengan kartu pengenal. Kemudian M Sukri alias Sukri (30) warga Desa Tanjungan, Kecamatan Ketibung Lampung Selatan yang mengaku tukang batu tapi sangat ahli tentang ATM. Selain itu Dedi Muhsini (35) warga RT 03 RW 08 Desa Mapin Kebak, Kecamatan Alas Barat Sumbawa. Dedi mengaku sebagai wartawan media Sorot NTB dan Pimpinan Redaksi (Pimred) Gesit NTB yang dibuktikan dengan dua buah kartu pers yang dimilikinya. Dedi juga mengaku wartawan Gema Pulau Sumbawa. Hasil pengembangan penyidikan terungkap dua nama lainnya. Tak ingin membuang waktu, tim meluncur ke Alas Barat. Ketika melintas di wilayah Kecamatan Rhee, terlihat sebuah mobil Terios hitam yang diduga digunakan para pelaku tersebut termasuk dua wanita gandengannya. Tim Langsung berbalik arah dan membuntuti mobil tersebut hingga memasuki Simpang Karaci Kecamatan Badas. Tim sempat berusaha mencegat para pelaku. Rupanya mobil Terios itu tak mau berhenti malah tancap gas ke arah Kota Sumbawa sehingga terjadi aksi kejar-kejaran. Meski polisi telah melepas beberapa kali tembakan peringatan, pelaku terus melaju. Bak di film action, polisi akhirnya menembak ban depan sebelah kiri mobil pelaku. Mobil seketika oleng dan menabrak deker di depan rumah warga depan Pasar Seketeng. Empat pelaku turun dari mobil lalu berhamburan kabur ke dalam pasar. Dua orang pelaku yang diketahui bernama Sabriyanto dan Suryadi dihadang massa, demikian dengan dua pelaku lainnya, Hernawati dan Herlina yang sempat bersembunyi di sebuah toko depan pasar dibuat tak berkutik. Tiga dari pelaku ini berasal dari Nusa Tanjungan Lampung Selatan, hanya Sabriyanto asal Mapin Kebak Kecamatan Alas yang lama bertugas sebagai anggota polisi di Polda Lampung namun sudah dipecat.

Baca Juga  Usulan PAW Abi Mang Dkk, Golkar Tidak Taat Azas

Kapolres Sumbawa, AKBP Karsiman SIK MM yang dikonfirmasi kemarin, mengatakan penangkapan para komplotan pembobol ATM ini hasil kolaborasi polisi, korban dan pihak bank. Dengan kerjasama ini dalam waktu singkat para pelaku berhasil ditangkap beserta sejumlah barang bukti. Karenanya Ia menyampaikan apresiasi kepada masyarakat yang memberikan informasi maupun gerak cepat anggotanya dalam mengungkap kasus tersebut. “Kami terus melakukan pengembangan penyidikan terhadap kemungkinan masih adanya aksi lain dari para pelaku,” demikian Kapolres. (*) Baca juga di Gaung NTB

iklan bapenda