Realisasi APBD Dinas Diknas 2014 Rendah

oleh -0 views
bankntb

Sumbawa Besar, SR (18/01)

Amir Mahmud ME
Amir Mahmud ME

Realisasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) di Dinas Pendidikan Nasional (Diknas) Kabupaten Sumbawa, tahun 2014 terbilang sangat rendah. Dari total belanja langsung sekitar Rp 55,840 miliar, seperti disampaikan Sekretaris Dinas Diknas setempat melalui Kasubag Program, Amir Mahmud, ME, yang terealisasi hanya 61%.

Dijelaskannya, anggaran yang tidak terealisasi paling besar ada di DAK tahun 2010 untuk pengadaan buku referensi sebesar Rp 2,8 miliar, DAK 2013 bagi pengadaan buku Kurikulum 2013 semester genap termasuk juga tingkat SMA sebesar Rp 1,03 miliar, SMK Rp 680 juta, SD Rp 4,8 miliar dan SMP Rp 900 juta.

Ada beberapa factor mengapa realisasi APBD ini rendah, mulai dari kebijakan pusat dan sejumlah kendala lapangan sampai tidak terealisasinya DAK buku referensi tahun 2010 karena gagal tender. “Untuk DAK buku referensi yang menelan anggaran Rp 2,8 miliar ini akan kita ditender ulang dan diluncurkan tahun 2015,” ujarnya.

Untuk diketahui, gagal tender terhadap buku referensi DAK 2010 ini selain dikarenakan tidak adanya penawar, juga pengadaan buku masih mengacu kepada juklak-juknis lama (tahun 2010). Artinya, jenis buku yang harus diadakan harus buku lama. Jelas, pemenang lelang cukup kesuliltan mencari bukunya,s ebab sudah tidak ada lagi produsen yang mencetaknya.

Sementara DAK 2013 untuk buku kurikulum 2013 semester genap, sambung Amir Mhamud, diakibatkan adanya pembatalan kontrak menyusul dikeluarnya kebijakan pemberhentian Kurikulum 2013 oleh Kementerian Dasar dan Menengah. “Kontrak ini dibatalkan oleh penyedia, bukan Dinas Diknas. Hanya pengadaan buku kurikulum 2013 tingkat SMP yang tetap lanjut, karena sudah terlanjur penandatangan kontrak. Anggaran yang sudah direalisasikan sekitar Rp 600 juta dan masih tersisa sekitar Rp 900 juta lebih,” tegasnya. (*) Baca juga di Gaung NTB

Baca Juga  Warga Dusun Leweng Segera Miliki Koperasi dan Bank Sampah

 

iklan bapenda