Kejujuran Kunci Sukses Tata Kelola Dana BOS

oleh -2 views
bankntb

Sumbawa Besar, SR (18/01)

Sudirman Malik, S.Pd, Kadis Diknas Sumbawa
Sudirman Malik, S.Pd, Kadis Diknas Sumbawa

Kejujuran dan kebersamaan adalah kunci sukses dalam mengelola dana Bantuan Oprasional Sekolah (BOS). Hal itu disampaikan Kepala Dinas Pendidikan Nasional (Diknas) Kabupaten Sumbawa, Sudirman Malik, SPd, saat membuka Workshop tata kelola dana BOS yang digelar PGRI Cabang Kecamatan Badas bersama UPT SD dan PAUD Kecamatan Badas, yang dipusatkan di SMP Negeri 1 Badas, Kamis (15/1).

amdal

Tanpa kejujuran dan kebersamaan kata Dirman Malik—sapaan akrabnya, maka tujuan dana BOS tidak bisa terealisasi. “Kejujuran dan kebersamaan memang tidak diatur di dalam Juklak Juknis, tapi itu merupakan kunci utama dalam mengola dana BOS,” ujarnya.

Selain itu, ada kunci sukses lain dari keberhasilan pengelolaan dana BOS seperti perencanaan, pelaksanaan, dampak dan pertanggungjawaban. Perencanan menurutnya, harus mengacu kepada juklak-juknis yang ada, sementara dalam pelaksanaannya harus mengacu kepada perencanaannya. Ketika keduanya sudah berjalan baik, maka dampak yang dimunculkan nanti pasti akan bagus.

Setelah ketiganya berjalan kata Dirman Malik, yang juga Ketua PGRI Kabupaten Sumbawa ini, yang harus diperhatikan adalah laporan pertanggung jawababnya. Penggunaan dana BOS harus dipertanggung jawabkan dalam bentuk laporan. Jika ada satu sekolah yang tidak membuat laporan, maka itu akan berimbas kepada sekolah lainnya. “Jika ada satu sekolah yang tidak membuat laporan pertanggungjawaban, maka dana BOS sekolah lainnya tidak bisa keluar, karena laporan ini secara kolektif harus masuk semua,” terangnya.

Baca Juga  Dikbud Sumbawa Gelar Pelatihan Verifikasi dan Pelaporan BOS

Di dalam membuat laporan pertanggungjawaban, pihak sekolah harus mengedepankan ketelitian. Ia mengingatkan jangan sampai laporannya tidak sesuai dengan penggunaan anggaran di lapangan, karena jelas itu akan menjadi temuan. “SPJ harus disinkronkan antara pembelanjaan dengan bukti penggunaannya dan itu mesti diseuaikan dengan kwitansinya,” timpalnya.

Sementara itu, Ketua PGRI Cabang Kecamatan Badas, A Rahman Semba, SPd, menambahkan yang menjadi prioritas dalam kegiatan workshop ini adalah pelaporan. Belajar dari pengalaman SMPN 1 Badas pada lomba Nasional belum lama ini, kunci sukses menjadi yang terbaik Nasional adalah pelaporan. Laporan pertanggung jawaban BOS SMPN 1 Badas selangkah lebih maju, karena sudah menggunakan Aplikasi Pengelolaan Keuangan (ALPK).

Dengan ALPK jelas Rahma Semba, yang juga Kepala SMPN 1 Badas ini, pihak sekolah dapat mengirim laporan pertanggung jawaban ke pusat secara Online. Pola ini belum banyak digunakan sekolah di seluruh Indonesia. Karena itu, sekolah se Kecamatan Badas harus mampu menerapkannya. “Dalam workshop ini kita akan tekankan pada laporan menggunakan ALPK itu,” tegasnya. Di tempat yang sama peserta Workshop, Rabuna, SPd, memberikan apresiasi dengan digelar workshop tersebut, karena sangat penting sebagai forum berbagi ilmu dan pengalaman dalam mengelola dana BOS. “Melalui workshop ini kami bisa belajar tentang tata kelola dana BOS yang baik dan benar, hingga nanti muncul lagi sekolah dari Kabupaten Sumbawa, yang mampu meraih prestasi di tingkat nasional,” kata Kepala SDN Karang Dima ini. (*) Baca juga di Gaung NTB

iklan bapenda