Geger, Jasad Dipenuhi Belatung  

oleh -1 views
bankntb

Sumbawa Besar, SR (18/01)

Warga di Jalan Gurami Kelurahan Seketeng geger. Pasalnya jasad yang sudah membusuk ditemukan di gang sempit rumah kosong lingkungan RT 003 RW 003 yang jaraknya hanya beberapa meter dari Pasar Seketeng, Jumat (17/1) pagi sekitar pukul 06.00 Wita. Selain telah mengeluarkan aroma menyengat, sebagian tubuh bagian atas hingga kepala telah dipenuhi belatung.

amdal

Saat pertamakali ditemukan, jasad itu sulit dikenali. Tubuhnya sudah membengkak, dan wajahnya sudah mulai hancur karena dikerubungi belatung. Identitasnya terungkap setelah menantunya, Dedi Susanto (35) warga Kampung Irian Kelurahan Seketeng, mengenali jasad itu dari baju, topi dan sepatu yang dikenakannya. Korban bernama Makatutu (55) penjual ikan di Pasar Seketeng. Menurut Dedi saat ditemui di TKP, mertuanya tersebut sudah empat hari tidak terlihat batang hidungnya bahkan tidak dapat dihubungi karena handphonenya tidak aktif. Dia bersama istrinya, Desi sudah berusaha mencari korban yang sudah lama menduda tersebut, bahkan hingga ke Pulau Bungin—tempat korban biasa ke sana. Namun hasilnya nihil. Jumat pagi, lanjut Dedi, dia berangkat ke Pasar Seketeng berencana membeli pakaian. Belum sempat masuk pasar, dia mendengar informasi ada mayat ditemukan di samping rumah kosong. “Saya langsung curiga dan merasa kalau itu mertua saya,” kata Dedi. Tanpa pikir panjang, Dedi bergegas menuju TKP. Cukup lama dia menyimpulkannya karena wajah korban sudah tidak dapat dikenali. Melalui pakaian korban, Dedi memastikan kalau itu adalah sang mertua. Diakui Dedi, saat tinggal bersamanya korban sesekali mengeluh sakit jantung, namun tampak sehat karena rutin mengkonsumsi obat yang selalu dibelinya di apotik. Sejak tinggal di Sumbawa korban aktif menjual ikan di pasar. Memang sebelumnya juga korban pernah berdagang di Jakarta dan Bali lalu terdampar di Sumbawa. Dan sebulan belakangan ini korban tinggal sendirian di sebuah rumah yang lama kosong tepat berada di belakang Pasar Seketeng. Hal ini dengan pertimbangan agar korban tidak terlalu jauh bolak-balik dari rumah ke pasar. “Kami tidak bisa menolak keinginan bapak (korban) untuk tinggal terpisah dari kami,” aku Dedi.

Baca Juga  Jalan Licin Tabrak Mobil Parkir, Pelajar SMP Tewas

Meski demikian dia bersama istrinya kerap menjenguk korban. Bahkan sehari hilang kontak, Dedi mengaku mendatangi rumah tersebut namun tidak menemukan mertuanya. Ternyata mertuanya itu berada di samping rumah di sebuah gang sempit yang tidak pernah dilalui warga setempat.

Kapolres Sumbawa, AKBP Karsiman SIK MM yang dikonfirmasi mengakui adanya kasus tersebut. Hasil pemeriksaan tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan di tubuh korban. Dari keterangan keluarga korban memiliki riwayat penyakit jantung. Namun demikian pihaknya masih menunggu hasil Visum Et Repertum (VER) untuk memastikan penyebab kematiannya. (*) Baca juga di Gaung NTB

iklan bapenda