BRI dan BNI Siap Bantu Polisi

oleh -24 views
Salah Seorang korban Lapor polisi
bankntb

Sumbawa Besar, SR (16/01)

Anis Abdul Hakim, Pinca BRI Sumbawa
Anis Abdul Hakim, Pinca BRI Sumbawa

Kasus pembobolan ATM yang menimpa sejumlah masyarakat di Kabupaten Sumbawa mendapat perhatian serius Bank Rakyat Indonesia (BRI) dan Bank Negara Indonesia (BNI). Kedua bank itu telah berkomitmen untuk membantu pihak kepolisian mengungkap kejahatan tersebut. Salah satunya dengan cepat memberikan hasil rekaman CCTV yang mengabadikan aksi dan wajah pelaku.

amdal

Pimpinan BRI Cabang Sumbawa, Anis Abdul Hakim yang dikonfirmasi Kamis (15/1), mengatakan akan senantiasa membantu kepolisian mengungkap kasus ini. Pihaknya sudah menyiapkan hasil rekaman CCTV meski polisi belum mengajukan permintaan. Diakui Anis, kasus ini terjadi di salah satu ATM BRI depan Bandara Sultan Kaharuddin. Namun saat bertransaksi korbannya menggunakan kartu ATM BNI, bukan BRI. Meski demikian pasca kejadian itu untuk sementara ATM di lokasi Bandara tidak melayani transaksi. Demikian dengan ATM di depan Kantor Imigrasi Sumbawa yang mengalami kerusakan diduga akibat aksi pelaku kejahatan. Di mesin ATM pelaku memasukkan tusuk gigi agar kartu ATM yang dimasukkan korban terganjal. Rupanya tusuk gigi ini menyebabkan cardrider yang merupakan perangkat lunak mesin mengalami kerusakan sehingga kartu ATM yang dimasukkan tertolak.

Mengenai kasus yang menimpa sejumlah nasabah menurut Anis, sebenarnya tidak terjadi apabila nomor PIN mereka tidak diketahui orang lain. “Sepanjang tidak diberikan info PIN, pasti aman,” kata Anis. Nomor PIN bersifat pribadi dan sangat rahasia. Siapapun selain pemilik tidak boleh mengetahuinya meskipun petugas BRI sendiri. “Kuncinya di nomor PIN. Meski kartu dikuasai pelaku, tidak akan berguna jika nomor PIN nya tidak diketahui. Inilah yang diwanti-wanti petugas kepada nasabah saat pertamakali membuka rekening agar merahasiakan nomor PIN guna mencegah terjadinya kasus seperti ini,” ujarnya.

Baca Juga  Wanita Pengendali Peredaran Narkoba di Sumbawa Tertangkap

Untuk diketahui, ATM BRI dilengkapi dengan kamera CCTV untuk merekam wajah, pengambilan uang dan pintu masuk. Ketika ada pelaku kejahatan yang beraksi di ATM akan terekam kamera. Wajah pelaku mudah dikenali asalkan tidak menggunakan cadar atau helm. Selain itu petugasnya dua kali sehari menyambangi ATM untuk mengecek hal-hal yang mencurigakan. “Salah satu temuan petugas adalah rusaknya perangkat lunak ATM Imigrasi akibat tusuk gigi,” tandasnya.

Pemimpin BNI S umbawa,  Suhartono
Pemimpin BNI S umbawa, Suhartono

Hal senada dikatakan Pemimpin BNI Cabang Sumbawa, Suhartono. Dalam membantu polisi mengungkap aksi kejahatan di ATM, pihaknya sudah menyerahkan dokumen berupa rekaman CCTV dan berharap pelakunya segera terungkap.

Suhartono sependapat dengan koleganya Pimpinan BRI, bahwa nomor PIN bersifat sangat rahasia. Segala bentuk penggunaan PIN oleh pihak yang tidak bertanggung jawab menjadi tanggung jawab pemilik kartu ATM. Untuk bisa bertransaksi di ATM, Suhartono menyebutkan ada dua persyaratan yaitu kartu ATM dan PIN. Jika salah satu tidak ada maka transaksi tidak akan terjadi.

Tips Aman Bertransaksi di ATM

ATM BNIDi bagian lain jebolan Fakultas Tekhnik Kimia Universitas Gajah Mada (UGM) 1994 dan meraih gelar Magister Managemen di Universitas Udayana 2010 ini, memberikan tips aman bertransaksi di ATM. Adalah, tidak menginformasikan nomor PIN kepada siapapun, termasuk kepada yang mengaku sebagai petugas bank. Pastikan tidak ada orang lain di sekitarnya pada saat menginput PIN Kartu ATM di keypad ATM. Jika kartu ATM tertelan di mesin ATM, diminta untuk tidak panik. “Biarkan saja sepanjang orang lain tidak mengetahui PIN Kartu ATM anda, maka tidak akan bisa bertransaksi di mesin ATM manapun. Segera datang ke bank untuk minta ganti kartu ATM,” jelasnya.

Baca Juga  Mantan Kadis ESDM KSB Divonis 1 Tahun, Rekanan Biogas 2 Tahun

Selanjutnya disarankan datang ke Customer Service bank untuk mengaktifkan fitur notifikasi SMS sehingga mendapatkan laporan transaksi secara otomatis sebagai early warning apabila ada transaksi illegal. Update informasi pribadi (alamat, nomor HP, nama gadis ibu kandung) kepada petugas bank. Call center bank dapat melakukan blokir kartu ATM/rekening setelah nasabah bisa dengan benar menyebutkan data-data pribadi tersebut. “Catat di HP nomor rekening dan kartu ATM, nomor kartu kredit dan lainnya, karena data itu yang harus disampaikan kepada call center bank,” tambahnya.

Nasabah juga diminta mencatat nomor bank setempat, nomor HP petugas bank dan call center bank yang ketika sewaktu-waktu ada kejadian dapat segera menghubunginya. “Ingat call center BNI (021) 500046,” pungkasnya. (*) Baca juga di Gaung NTB

iklan bapenda