Sidik Kasus Biok, Polisi Libatkan Tiga Ahli

oleh -0 views
bankntb

Sumbawa Besar, SR (15/01)

KBO Reskrim Polres Sumbawa, IPTU Muaji
KBO Reskrim Polres Sumbawa, IPTU Muaji

Proses penyidikan kasus pengancaman yang mengantarkan SY alias Biok—Anggota DPRD Sumbawa ke balik jeruji besi, ternyata melibatkan saksi ahli. Keterangan saksi ahli inilah yang menjadi salah satu faktor penetapan status tersangka terhadap politisi Demokrat tersebut.

Kapolres Sumbawa yang dikonfirmasi melalui Kaur Bin Ops (KBO) Reskrim, IPTU Muaji, Rabu (14/1) mengakui hal itu. Dalam proses penyidikan sebelumnya, ungkap Muaji, tiga saksi ahli dimintai keterangan yaitu Ahli Bahasa dan Ahli Pidana dari Universitas Mataram (UNRAM), serta Ahli Bahasa Daerah Samawa dari Dinas Pemuda Olahraga Budaya dan Pariwisata (Disporabudpar) Kabupaten Sumbawa. Untuk mendukung keterangan tiga ahli ini, penyidik meminta bantuan Provider XL Jakarta guna mendapatkan print-out percakapan atau pesan singkat bernada ancaman via telepon seluler yang dikirim tersangka SY kepada kakak kandungnya, H  Lodot melalui Muhdar—ipar korban. “Ada tiga SMS yang diprint-out dan diterjemahkan para ahli tersebut,” sebut perwira ramah ini.

Dengan alat bukti yang ada, tersangka tidak dapat mengelak dan mengakui secara terus terang ancaman itu benar berasal darinya. Untuk diketahui oknum anggota DPRD Sumbawa resmi ditahan polisi, Senin (12/1) malam untuk 20 hari ke depan. Penahanan ini dilakukan melalui penyelidikan dan penyidikan yang cukup alot dan melelahkan sejak 6 Juni 2014. Tersangka dijerat pasal 27 ayat (4) jo pasal 45 ayat (1) UU RI No. 11 Tahun 2008 tentang Informasi Transaksi dan Elektronik, bahwa setiap orang dengan sengaja dan tanpa hak mendistribusikan dan/atau mentransmisikan dan/atau membuat dapat diaksesnya informasi  elektronik dan/atau dokumen elektronik yang memiliki muatan pemerasan dan/atau pengancaman. Ancaman hukumannya 6 tahun penjara.  (*) Baca juga di Gaung NTB

iklan bapenda
Baca Juga  Dinilai Meresahkan, Oknum Kepala BPTHMT Digrebeg Satpol PP