Petugas KPHP Diperiksa Polisi

oleh -1 views
bankntb

Sumbawa Besar, SR (15/01)

KBO Reskrim Polres Sumbawa, IPTU Muaji
KBO Reskrim Polres Sumbawa, IPTU Muaji

Proses penyidikan kasus pencemaran nama baik anggota polisi yang diduga dilakukan oknum petugas KPHP (Kesatuan Pengelolaan Hutan Produksi) Batu Lanteh terus berlangsung. Setelah memeriksa 13 orang saksi termasuk tiga anggota polisi selaku pelapor, giliran dua orang petugas KPHP, Ramli dan Habibi yang dimintai keterangannya. Keduanya merupakan terlapor, namun saat diperiksa kemarin masih berstatus sebagai saksi. Laporan pencemaran nama baik ini terkait dengan kasus ilegal logging di Hutan Gili Ngara Desa Olat Rawa Kecamatan Moyo Hilir yang memicu perseteruan antara polisi dan petugas kehutanan. Buntut dari laporan ini warga Olat Rawa mengaku resah karena kerap dipanggil polisi untuk menjadi saksi. Keresahan ini pun diadukan ke DPRD Sumbawa yang kemudian melalui Komisi I dan II menggelar hearing mengundang pihak kepolisian, kehutanan, kecamatan dan tokoh masyarakat desa setempat.

Kapolres Sumbawa yang dikonfirmasi melalui Kaur Bin Ops (KBO) Reserse dan Kriminal (Reskrim), IPTU Muaji, Rabu (14/1), mengakui telah diperiksanya dua oknum KPHP tersebut dalam statusnya sebagai saksi.

Dalam pemeriksaan itu, ungkap Muaji, Habibi membantah mencemarkan nama baik tiga anggota Polsek Moyo Hilir. Saat penemuan kayu tersebut di Hutan Gili Ngara, Habibi mengaku tidak berada di tempat. Habibi juga mengatakan tidak benar anggota polisi dikepung massa dan nyaris dihakimi.

Sementara Ramli di hadapan penyidik ungkap Muaji, mengakui telah mengatakan kepada masyarakat yang mencegatnya di jalan saat membawa barang bukti kayu, bahwa ada polisi melakukan  aktivitas di lokasi Hutan Gili Ngara tanpa ada koordinasi dengan pihak kehutanan.

Baca Juga  Masuk Toko Kuras 175 Juta, Aksi Maling ini Terekam CCTV  

Namun Ramli juga mengaku berada bersama polisi di lokasi mengamankan kayu temuan tersebut. Setelah mengatakan demikian, Ramli dan petugas lainnya langsung diijinkan warga melanjutkan perjalanan membawa barang bukti ke Kantor Desa Olat Rawa. “Keterangan kedua petugas ini akan kami dalami dan kembali memanggil sejumlah saksi lainnya dalam waktu dekat ini,” kata Muaji.

Sebelumnya Kapolres Sumbawa, Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP) Karsiman SIK MM menegaskan proses hukum kasus ini terus berlanjut. Proses ini tidak main-main mengingat tindakan dua oknum petugas kehutanan itu mengandung unsur tindak pidana dan berdampak membahayakan personil kepolisian. Karenanya penanganan kasus ini harus diklirkan sampai putusan pengadilan. Terkait dengan pengembangan terhadap adanya indikasi lain, Kapolres menyatakan akan dilakukan sambil prosesnya berjalan. “Indikasi-indikasi kejahatan lain di luar itu nanti akan kita kembangkan melalui lidik dan sidik,” tandasnya.

Seperti diberitakan, tiga anggota Polsek Moyo Hilir, Brigadir Lanang Manuris, Brigadir Agus Asmayadi dan Brigadir KT Mulyadi melaporkan secara resmi kasus dugaan tindak pidana pencemaran nama baik yang dilakukan dua oknum kehutanan, Ramli dan Habibi. Sebab oknum petugas kehutanan ini dinilai memutarbalikkan fakta terkait penemuan tumpukan kayu di Hutan Gili Ngara, Desa Olat Rawa, Kecamatan Moyo Hilir. Akibatnya ketiga anggota nyaris menjadi korban massa. (*) Baca juga di Gaung NTB

iklan bapenda